Home / Regional

Kamis, 2 Juli 2020 - 07:12 WIB

1.142 Perusahaan Disidak Selama PSBB Transisi Jakarta, Satu Ditutup Sementara

Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah. (kastara)

Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah. (kastara)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI Jakarta telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 1.142 perusahaan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi periode 8 sampai 30 Juni 2020.

Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, sidak ini dalam rangka memeriksa kepatuhan dan kedisiplinan pihak perusahaan dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Kami melakukan penindakan, sebanyak 351 perusahaan dikenakan nota peringatan pertama, sedangkan 101 perusahaan dikenakan nota peringatan kedua, dan satu perusahaan ditutup sementara,” kata Andri Yansyah kepada wartawa, Kamis (2/7/2020).

Dijelaskan, dari hasil sidak diketahui bahwa mayoritas perusahaan telah menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan tempat kerja. Namun, masih banyak perusahaan yang belum menerapkan protokol dengan baik, sehingga mendapat peringatan.

Baca juga  Dirut jadi Tersangka KPK, PDIP Minta Sarana Jaya Tak Pegang Proyek ITF

“Kalau saya lihat protokol itu sudah dijalankan semua, jaga jarak, disediakan wastafel, hand sanitizer, pakai masker, penyemprotan disinfektan rutin, tetapi penerapannya. Kami minta satgas internal perusahaan, termasuk petugas security harus aktif dan terus menerus mengingatkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Andri menuturkan, dalam pengamatannya selama pengawasan, wastafel dan hand sanitizer ada tapi tidak digunakan karena petugas atau satgas internal perusahaan tidak secara aktif mengingatkan. “Protokol kesehatan ini penting, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Kita harus padu dan disiplin agar terhindar dari penularan Covid-19,” ungkapnya.

Baca juga  Pemprov Sumsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Sampai 30 November

Ditambahkan, sanksi tegas tetap diberikan kepada perusahaan atau tempat kerja yang lalai menyediakan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan “Kalau ditemukan perusahaan tidak menyediakan wastafel dan hand sanitizer maka pelanggaran tersebut dikategorikan fatal. Tidak lagi pakai nota peringatan langsung penutupan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta memiliki 170 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai petugas pengawasan dan penindakan kegiatan masyarakat selama PSBB masa transisi. Sebanyak 170 ASN ini dibagi ke dalam 35 tim dengan jumlah anggota yang bervariasi kemudian disebar ke lima wilayah. Pengawasan terhadap perusahaan dilakukan berdasarkan adanya aduan atau laporan, dan melalui sidak yang dilakukan secara acak. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Herman Deru Bantu Perkembangan Masjid Al Muhajirin BSI

Regional

Cegah Karhutla, Sumsel Siapkan Drone dan Aplikasi Songket

Regional

Vaksinasi Covid-19 di Sumsel Tak Terpaku Target Waktu

Regional

Untuk Sterilisasi, Penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta Diperpanjang

Regional

Tahun 2019, Jalan Provinsi di OKU Timur Sudah Mulus – Gubernur Herman Deru Gelontorkan Rp 46 M

Regional

Hari Pertama PSBB, Polisi: Hampir 50 Persen Masyarakat Melanggar

Regional

Sentil Kepala Daerah di Sumsel, Doni Monardo: Tak Boleh Beda Narasi Dengan Pusat

Regional

Disbudpar Sumsel Perjuangkan Pempek Jadi Warisan Budaya ke Unesco