Home / Regional

Selasa, 16 Juni 2020 - 06:22 WIB

10 Hari PSBB Transisi, Kasus Covid-19 di Jakarta Belum Turun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika melakukan sidak protokol kesehatan di pasar tradisional Jakarta menyusul sejumlah pedagang di pasar tradisional terinfeksi Covid-19. (Instagram @aniesbaswedan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika melakukan sidak protokol kesehatan di pasar tradisional Jakarta menyusul sejumlah pedagang di pasar tradisional terinfeksi Covid-19. (Instagram @aniesbaswedan)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Era pembatasan sosial berskala besar masa transisi (PSBBT) DKI Jakarta telah memasuki hari ke-10. Tercatat beberapa kejadian menarik terkait statistik Covid-19 terjadi pada masa ini. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus mengingatkan bahwa infeksi Corona Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum berakhir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa sewaktu-waktu menghentikan total segala aktivitas yang sudah diperbolehkan beroperasi, apabila tren Covid-19 kembali memburuk. Laman Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta di ‘corona.jakarta.go.id’ juga menyebutkan hal serupa dan sesuai standar pemerintah pusat dalam memantau pelonggaran PSBB.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang diberlakukan sejak 5 Juni 2020, memang membuat berbagai pembatasan sudah dilonggarkan, pasar tradisional pun dianggap menjadi lokasi paling rentan penularan Covid-19. Hal itu diungkapkan pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif.

Baca juga  Cegah DBD, PT HBAP dan Puskesmas Tanjung Agung Adakan PSN

Dia mengatakan, pasar tradisional menjadi rentan karena ramainya jumlah orang di dalamnya. Akibatnya, kontak langsung antara orang yang menjadi penularan paling potensial menjadi semakin sering terjadi. “Yang paling rentan itu pasar tradisional,” ujar Syahrizal, Selasa (16/6/2020).

Selain itu, pusat perbelanjaan modern atau mal disebutnya malah tidak berisiko sama sekali. Sebab, perbedaan antara mal dan pasar tradisional ada di penerapan protokol kesehatan pencegahan corona dan kesadaran para pengunjung dan penjual. “Mal itu kan protokol kesehatannya baik pembeli maupun penjual sudah sadar. manajemen mal bagus, SDM bagus, peralatan tersedia,” jelasnya.

Baca juga  Jaga Keberagaman Budaya, Bupati Muba Lantik Pengurus Pawargo Sumsel

Menurutnya, yang paling rentan tertular Covid-19 di pasar adalah para pedagang. Sebab mereka bisa melakukan kontak langsung dengan 10-20 orang per hari. Sementara para pembeli disebutnya lebih sedikit karena waktu di pasar tidak terlalu lama.

Menurutnya, para penjual harus dilindungi dengan menyediakan sarana seperti pelindung wajah, masker, dan mengatur pergerakan pembeli. “Pemerintah sebaiknya melindungi penjual dengan cara dicek suhu lah, jalan satu arah, kasih masker dan face shield kepada penjual,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Gerindra Deklarasi dan Serahkan SK Dukungan Untuk Heri Amalindo

Regional

Pemprov Sumsel Revisi Daerah Penerima Vaksin Covid-19 Sinovac

Regional

Gubernur Sumsel Ajak BNI Optimalkan Peran CSR Untuk Pertanian

Regional

Disahkan DPRD, DKI Jakarta Miliki Perda Penanggulangan Covid-19

Regional

Untuk Cegah Banjir, Pemkot Palembang Ajak Kader Lingkungan Gotong Royong

Regional

Satpol PP DKI Jakarta Jatuhkan Sanksi Denda pada FPI dan Habib Rizieq

Regional

Untuk Penanganan Covid-19, DKI Jakarta Tambah 2.767 Nakes

Regional

Herman Deru Minta Simulasi Sebelum Sekolah Dibuka Lagi