Home / Regional

Rabu, 8 April 2020 - 10:11 WIB

130 Tenaga Medis Jakarta Positif Corona, 1 Meninggal

Tenaga Kesehatan ketika mempersiapkan peralatan medis untuk pasien positif Covid-19 di sebuah Rumah Sakit di Jakarta.

Tenaga Kesehatan ketika mempersiapkan peralatan medis untuk pasien positif Covid-19 di sebuah Rumah Sakit di Jakarta.

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Tenaga medis atau kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, terus berguguran. Berdasarkan data resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tercatat 25 dokter yang meregang nyawa karena terpapar Covid-19 dan enam perawat juga terkonfirmasi meninggal. Bahkan ada perawat lainnya yang dinyatakan positif virus yang awalnya ditemukan di Wuhan China.

Provinsi DKI Jakarta yang sampai saat ini menjadi daerah dengan tingkat positif Covid-19 tertinggi di Indonesia, juga mulai bermasalah dengan tenaga medis yang ada. Sebanyak, 130 tenaga medis yang merawat ratusan pasien positif Corona, juga dinyatakan terpapar virus tersebut. Mereka bertugas di 41 rumah sakit, 1 klinik, dan 1 Puskesmas yang ada di Jakarta, Ada 21 orang di antaranya telah sembuh, namun ada 1 orang yang meninggal.

“Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi Covid-19 sejumlah 130 orang, 1 orang meninggal, 21 orang sembuh. Total keseluruhan kasus Covid-19 di wilayah Ibu Kota ada sebanyak 1.552 orang. Sementara, 75 orang lainnya dinyatakan telah sembuh, dan 144 jiwa meninggal dunia,” kata Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Catur Laswanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Baca juga  Tim Itjenad Laksanakan Pengawasan Post Audit di Kodam II/Sriwijaya

Dikatakan, sampai saat ini tercatat 976 pasien positif Covid-19 masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 357 orang melakukan self isolation di rumah. Dan sebanyak 796 orang menunggu hasil laboratorium. Dia menghimbau agar masyarakat melanjutkan melakukan physical distancing melalui bekerja, belajar dan beribadah di rumah, menghindari keramaian, menjaga kebersihan melalui cuci tangan dan mengunakan masker jika harus keluar rumah.

Sementara itu, pemerintah akan menanggung biaya perawatan pasien terjangkit Covid-19 di rumah sakit (RS) nonrujukan. Saat ini, formula biaya pasien corona telah dirampungkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berdasarkan usulan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Yang akan dibantu biaya bukan hanya RS yang rujukan, tapi juga RS lain yang ditugaskan atau dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan untuk penanganan, bisa RS swasta dan RS lain,” ujar Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani.

Baca juga  Gubernur Sumsel Minta Perguruan Tinggi Terus Ciptakan Terobosan

Untuk formula biaya pasien positif Corona, Askolani mengatakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sudah menyetujui rumusan dalam bentuk paket biaya penanganan pasien dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Paket ini terdiri dari biaya untuk perawatan pasien, dokter, sampai biaya pengurusan jenazah pasien dan tenaga medis yang meninggal akibat virus corona.

Sayangnya, dia belum bisa mengungkap berapa besaran biaya penanganan pasien corona. Begitu juga dengan total anggaran secara rinci untuk pengeluaran ini sebelum diakumulasi ke insentif kesehatan yang mencapai Rp75 triliun. “(Pencairan biaya) akan dilaksanakan dan diperhitungkan sejak Februari lalu (sebelum pengumuman kasus positif perdana virus corona di Indonesia),” imbuhnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

SD Palembang Libur 2 Pekan, Siswa Diimbau Tak Keluar Kota

Regional

Jalan Dusun Desa Maju Jaya Rusak dan Memprihatin

Regional

Ikappi: 35 Pasar Jakarta Ditutup Karena Pedagang Positif Covid-19

Regional

Warga 5 Nagari Kabupaten 50 Kota, Tolak Jalan Tol Padang-Pekanbaru

Regional

Elha Zudartila Sosialisasikan ITC Untuk PJJ di SD Negeri 162 Palembang

Regional

Polisi dan ASN Polda Sumsel Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Regional

Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Capai 2.823 Kasus

Regional

Cegah Covid-19, Sebanyak 517.743 Tenaga Kerja Jakarta Bekerja di Rumah