Home / Nasional

Jumat, 28 Agustus 2020 - 01:38 WIB

5 Dari 18 Kepala Daerah Yang Positif Covid-19 Meninggal, Ini Daftarnya

Wali Kota Bogor Bima Arya berpose dengan buku karyanya yang berjudul Positif! (antara)

Wali Kota Bogor Bima Arya berpose dengan buku karyanya yang berjudul Positif! (antara)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 pada 2 Maret 2020, virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China itu telah menyebar ke-34 provinsi dan 485 Kabupaten/Kota di Indonesia. Hingga 27 Agustus 2020, tercatat 162.884 kasus positif ditemukan, di mana 117.575 orang dinyatakan sembuh, dan 7.064 meninggal dunia.

Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani meninggal dunia pada Senin (10/8/2020) akibat positif Covid-19. Nadjmi meninggal saat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin. Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakot Banjarbaru, Dedi Sutoyo mengatakan, Nadjmi telah menjalani perawatan selama dua pekan di rumah sakit usai dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan Juli 2020. Kesehatannya kembali menurun pada 9 Agustus 2020 akibat kadar oksigen dalam darah rendah.

Tetapi, Nadjmi bukanlah kepala daerah yang pertama meninggal dunia akibat Covid-19. Nadjmi diketahui merupakan kepala daerah ketiga meninggal usai terpapar Corona. Kepala daerah pertama yang meninggal dunia akibat positif Covid-19 adalah Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor. Aptripel meninggal usai terkena Corona. Dia dinyatakan positif pada 3 April setelah melakukan perjalanan ke Jakarta selama dua pekan dan meninggal sehari sebelum hasil tes keluar. Pemakaman tersebut berlangsung dengan protokol Covid-19.

Di urutan kedua adalah Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. Dia ditengarai terjangkit Covid-19 sejak 11 April 2020. Istri dan cucunya juga positif. Dalam perawatan di ruang ICU RSUP Kepri, dia sempat memerlukan 20 kantong darah golongan O untuk transfusi. Syahrul meninggal pada 28 April 2020 setelah beberapa pekan melawan Covid-19.

Nama Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani juga menambah daftar kepala daerah yang dinyatakan positif Covid-19. Selain Nadjmi, satu nama terbaru yakni Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Bakal calon Wali Kota Medan itu dinyatakan positif Covid-19 usai dilakukan pemeriksaan tes usap (swab) pada 5 Agustus 2020 pekan lalu.

Berikut riwayat 16 kepala daerah yang pernah atau sedang terjangkit Covid-19 yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2:

  1. Wali Kota Bogor: Bima Arya Sugiarto
    Bima Arya terkonfirmasi positif setelah tes usap pada 17 Maret 2020. Saat itu merupakan bulan pertama kasus Corona diumumkan di Indonesia. Sebelum tes, Bima mengunjungi Tukri dan Azerbajian untuk kunjungan kerja. Masa pemulihan di rumah sakit dijalani selama 22 hari hingga dinyatakan sembuh.
  2. Bupati Karawang: Cellica Nurrachadiana
    Cellica menderita sembuh 13 April setelah positif pada 24 Maret 2020. Dia sempat sesak nafas saat berpidato dalam pelantikan kepala desa pada 20 Maret. Sore harinya, dia tes swab dan dinyatakan positif empat hari kemudian. Selama isolasi, dia berada di RSUD Karawang dan perawatan di Rumah Sakit Paru.
  3. Wakil Wali Kota Bandung: Yana Mulyana
    Yana Mulyana dinyatakan positif pada 23 Maret 2020 setelah tes swab oleh Dinkes Provinsi Jabar. Setelah dinyatakan positif, dia telah menjalani isolasi mandiri selama 11 hari. Yana tertular Corona setelah datang dalam musyawarah daerah (musda) Himpunan Pengusaha Muda Indoensia (Hipmi) Jawa Barat di Karawang pada 8 Maret 2020. Yana sudah sembuh dari Corona. Dia menyatakan hari-hari pertama terpukul dan yang diingatnya saat itu adalah kematian. “Saya sangat bersyukur, Allah masih sayang sama saya. Ketika pertama kali divonis Covid-19 jujur saya terpukul. Yang saya ingat adalah kematian,” kata Yana.
  4. Bupati Pemalang: Junaedi
    Junaedi dan istrinya serta dua pejabat Pemkab Pemalang terkonfirmasi positif pada 21 Juli 2020. Selama positif, mereka dirawat di RSUD dr Ashari. Junaedi telah dinyatakan sembuh pada 1 Agustus 2020. Namun, dia akan tetap menjalani isolasi mandiri hingga 14 hari ke depan.
  5. Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor
    Aptripel meninggal usai terkena Corona. Dia dinyatakan positif pada 3 April setelah melakukan perjalanan ke Jakarta selama dua pekan. Dia meninggal sehari sebelum hasil tes keluar. Pemakaman tersebut berlangsung dengan protokol Covid-19.
  6. Wali Kota Palangka Raya: Fairid Naparin
    Farid mengumumkan sendiri saat positif Corona pada 28 April 2020, usai sehari sebelumnya dia diberi tahu hasil tes swab. Dia mengaku tak punya gejala seperti Corona. Dia dinyatakan sembuh pada 19 Mei 2020, setelah dua kali menjalani tes usap.
  7. Wakil Bupati Tana Toraja: Victor Datuan Batara
    Victor terjangkit Covid-19 setelah hasil tes PCR pada 16 April 2020. Dia dinyatakan sembuh dan meninggalkan ruang perawatan setelah 13 hari di ruang isolasi RSUD Lakipadada. Sebelum resmi sembuh, dua kali tes dijalani dengan hasil negatif.
  8. Wali Kota Tanjungpinang: Syahrul
    Syahrul terjangkit Corona sejak 11 April. Istri dan cucunya juga positif. Dalam perawatan di ruang ICU RSUP Kepri, ia sempat memerlukan 20 kantong darah golongan O untuk transfusi. Syahrul meninggal pada 28 April setelah beberapa pekan melawan Covid-19.
  9. Bupati Melawi: Panji
    Panji bersama 11 anggota keluarga dinyatakan positif Corona diduga tertular dari menantunya pada 1 Juni 2020. Menantunya telah positif lebih dulu pada 24 Mei 2020. Panji dinyatakan sembuh bersama keluarga besarnya pada 20 Juni 2020.
  10. Wakil Gubernur Kaltim: Hadi Mulyadi
    Mulyadi menyampaikan kepada publik bahwa terkena Corona pada 15 Juli 2020. Dia mengaku tidak punya gejala Corona. Ia sembuh setelah menjalani perawatan hampir dua minggu pada 27 Juli 2020.
  11. Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Selatan: Solihin Abuasir
    Solihin menjalani tes swab di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Hasilnya positif Covid-19 pada 15 Juli. Selama perawatan dia menempati RS Siloam. Dia dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi dua pekan di rumah dinas dan mulai bekerja sejak Agustus.
  12. Wakil Wali Kota Solo: Achmad Purnomo
    Purnomo positif setelah dua kali menjalani tes swab. Pertama pada 16 Juli 2020 atau sehari sebelum bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara. Pertemuan dengan Jokowi terjadi sehari sebelum PDIP secara resmi mengusung Gibran Rakabuming di Pilkada Solo 2020. Hasil tes saat itu negatif. Lalu, Purnomo tes swab lagi sehari setelahnya di Solo pada 18 Juli 2020 dengan hasil positif. Presiden Jokowi juga ikut menjalani tes swab setelah Purnomo positif. Hasilnya, Jokowi negatif Corona. Di Solo, tes massal terkait Purnomo juga digelar kepada 102, empat di antaranya dinyatakan positif. Kini Purnomo sudah sembuh atau hasil tes negatif pada tes ketiga, 25 Julki 2020, seminggu setelah terkonfirmasi.
  13. Gubernur Kepulauan Riau: Isdianto
    Isdianto dinyatakan positif setelah pulang dari Jakarta. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, asal usul penularan dari Jakarta menjelang pelantikan Isdianto. Sejumlah stafnya makan di sebuah restoran. Dari sana, menular ke Isdianto dan banyak orang lain. “Dari hasil penelusuran ahli epidemiologi, kasus Covid-19 rombongan Gubernur dimulai dari Jakarta. Mereka makan sambil ngobrol,” kata Tjetjep Yudiana.
    Klaster Gubernur Kepri membesar. Ada 590 orang yang punya kontak erat menjalani tes swab. Di antaranya, ada tiga kepala daerah beserta keluarganya ikut menjalani karantina mandiri, yakni Walkot Tanjungpinang Rahma, Walkot Batam Muhamad Rudi, dan Bupati Bintan Apri Sujadi. Per Minggu (2/8), sudah ada dua orang positif yakni adik dan keponakan Isdianto dan lima staf protokol. Totalnya 12 orang, termasuk Isdianto.
  14. Sebelum positif, Isdianto menjalani pelantikan di Istana Negara. Pihak istana mengklaim telah menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Antara lain, tes swab Gubernur Kepri dilakukan saat berada di Jakarta. Sedangkan staf Isdianto yang belakangan diketahui positif tak masuk ke dalam istana. Protokol kesehatan di Istana Negara kini diperketat dengan pemasangan kaca akrilik untuk menyekat sebuah meja oval, tempat Jokowi biasanya rapat dengan para Menteri.
  1. Bupati Ogan Ilir: Ilyas Panji Alam
    Ilyas Panji Alam dinyatakan positif virus Covid-19 pada 27 Juli 2020, berdasarkan hasil tes swab di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan. Awalnya Ilyas merasa tubuhnya meriang hingga dia memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan sempat dinyatakan dia terkena penyakit tipus. Lalu dia melakukan tes swab di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dan hasilnya dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19.
  2. Ilyas sendiri yang mengumumkan dirinya positif Covid-19 dengan mengundang wartawan untuk menghadiri konferensi pers di rumah dinasnya pada Senin (27/7/2020). Di depan wartawan, Ilyas mengenakan sarung dan kopiah berwarna hitam serta memakai masker menutup mulutnya. Di lengan kiri masih tertusuk jarum dan selang yang terhubung ke sebuah kemasan plastik berisi cairan infus.
  1. Wali Kota Banjarbaru: Nadjmi Adhani
    Nadjmi meninggal dunia pada Senin (10/8/2020) akibat positif Covid-19. Nadjmi meninggal saat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin. Nadjmi telah menjalani perawatan selama dua pekan di rumah sakit usai dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan Juli 2020. Kesehatannya kembali menurun pada Ahad (9/8/2020) siang akibat kadar oksigen dalam darah rendah.
  2. Plt Wali Kota Medan: Akhyar Nasution
    Akhyar yang juga bakal calon Wali Kota Medan itu dinyatakan positif Covid-19 usai dilakukan pemeriksaan tes swab pada Rabu (5 Agustus 2020). Akhyar dinyatakan positif usai bepergian dari Jakarta. Sepulang dari Jakarta, kesehatan Akhyar menurun hingga ia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Prima. Tak dijelaskan apa penyakit yang diderita Akhyar saat itu.
  3. Wakil Bupati Way Kanan: Edward Antony
    Edward Antony, Wakil Bupati Way Kanan, Lampung, meninggal dunia Minggu (16/8/2020) setelah dinyatakan terkonfirmasi positif virus Corona berdasarkan hasil swab test. Kabar meninggalnya Edward Antony disampaikan di situs resmi Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Edward meninggal dunia sekitar pukul 04.30 WIB di ruang isolasi RSAM Bandar Lampung. Dia sedang menjalani isolasi sejak terkonfirmasi Covid-19 sejak 10 Agustus 2020 berdasarkan hasil rapid test dan dua kali swab test.
  4. Plt Bupati Sidoarjo: Nur Ahmad Syaifuddin
    Sidoarjo kehilangan putra terbaiknya, menyusul meninggalnya Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin. Wabup yang juga menjabat Plt Bupati Sidoarjo ini meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB karena terpapar Coviod-19 setelah dirawat di RSUD Sidoarjo. Istrinya, Turidatus Salimah juga dinyatakan terjangkit virus corona oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sidoarjo.Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, Syaf Satriawarman mengatakan, hal itu diketahui setelah hasil swab Turidatus keluar. “Sekarang yang bersangkutan juga menjalani isolasi mandiri,” kata Syaf. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Menkes: Belum Ada Yang Tahu Efikasi Vaksin Covid-19 di Indonesia

Nasional

Penyebaran Virus Coruna di Indonesia Kian Meluas

Nasional

Update Covid-19 pada 9 April: Kasus Aktif Tercatat 110.138 Orang

Nasional

Update Covid-19 pada 6 Mei: Kasus Positif Dekati Angka 1,7 Juta

Nasional

Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 585 Orang

Nasional

Tak Mau Injak Rem Lagi, Menkeu: Protokol Kesehatan Harus Diperketat

Nasional

Update Covid-19 pada 28 Februari: DKI Jakarta Masih Tinggi

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 1 Juli: Ada Tambahan 1.385 Kasus Baru