Home / Regional

Kamis, 11 Juni 2020 - 05:21 WIB

51 Pedagang Pasar Tradisional Jakarta Terpapar Covid-19

Petugas Suku Dinas Gulkamart ketika melakukan penyemprotan di sejumlah titik kios pedagang, los sayuran, los daging, ruko dan gang gang untuk mensterilkan area pasar. (trenasia)

Petugas Suku Dinas Gulkamart ketika melakukan penyemprotan di sejumlah titik kios pedagang, los sayuran, los daging, ruko dan gang gang untuk mensterilkan area pasar. (trenasia)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Sebanyak 51 pedagang di enam pasar tradisional di Provinsi DKI Jakarta terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Data itu tercatat oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) per Kamis (11/6/2020) pukul 10.00 WIB.

“Data Pedagang Pasar Terdampak Covid-19 di Jakarta 51 orang,” ujar Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2020), yang sangat berkeinhginan untuk mengembalikan kondisi pasar tradisional di Jakarta seperti sebelumnya.

Sebanyak 51 kasus pedagang pasar tradisional yang terpapar pandemi Covid-19 iu terdapat di Pasar Perumnas Klender (20 orang) Pasar Mester, Jatinegara (masing-masing 1 orang), Pasar Serdang Kemayoran (9 orang), Pasar Kedip Kebayoran Lama (2 orang), Pasar Rawa Kerbau Cempaka Putih (14 orang), dan Pasar Induk Kramat Jati (5 orang).

Baca juga  Update Covid-19 Palembang: 7 Kecamatan Tembus 100 Kasus

Reynald menuturkan, langkah selanjutnya terhadap pasar yang terkonfirmasi keberadaan positif Covid-19 mewakili otoritas pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun di beberapa pasar di luar Jakarta, seperti Pasar Raya Padang ditutup sementara waktu setelah konfirmasi perpindahan virus di sana.

Dia mengungkapkan, menutup tidak serta merta dilakukan secara tergesa-gesa. Tentang pertimbangan dan komunikasi dari berbagai pihak. “Pertimbangannya diperlukan pada kesepakatan pedagang dengan Pemda, prinsipnya dilakukan yang harus didasari untuk keselamatan pedagang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menuturkan, risiko tinggi penularan Covid-19 ada di pasar. Untuk itu, dia meminta semua pedagang dan pengunjung menaati semua protokol kesehatan.

Baca juga  Jalani Pemeriksaan di ODP Center, 236 Orang Santri Gontor Negatif Covid-19

“Jadi memang masyarakat kita di pasar ini yang paling rentan penularan di sini dari puncak yang kita semua khawatirkan di pasar, bukan di rumah ibadah, bukan di perkantoran, bukan di mal, tapi di pasar yang paling rawan,” sebut Riza.

Dia juga meminta pengelola pasar untuk menyediakan sarana dan prasarana sanitasi seperti sabun untuk mencuci tangan, wastafel, air mengalir, cairan antiseptik atau disinfektan, alat pengukur suhu tubuh. Pemprov DKI, imbuh Riza, tidak kurang meminta di setiap kesempatan untuk selalu meminta protokol kesehatan jika beraktivitas di luar rumah. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Pemkot Palembang Geram, Banyak Restoran Nakali E-Tax

Regional

Kwartal Pertama 2020, DBD di Sumsel Capai 1.542 Kasus

Regional

Ada Staf Positif Covid-19, Gedung Dinas Teknis Jatibaru Jakarta Ditutup

Regional

Usulan PSBB Palembang Sudah Ditandatangani, Senin Dibawa ke Gubernur Sumsel

Regional

Palembang Masuk Zona Merah Covid-19, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional

Cegah Karhutla, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 37 Miliar

Regional

Vaksin Dosis Kedua Jurnalis Palembang Lewat 14 Hari, Ini Penjelasan Dinkes

Regional

GTPP Covid-19 Sumsel: Penetapan PSBB Palembang Jadi Wewenang Walikota