Home / Regional

Minggu, 29 Maret 2020 - 07:25 WIB

61 Tenaga Medis di Jakarta Positif Covid-19, Tiga Meninggal Dunia

Tenaga kesehatan ketika mempersiapkan peralatan untuk pasien positif Covid-19. (katadata)

Tenaga kesehatan ketika mempersiapkan peralatan untuk pasien positif Covid-19. (katadata)

Jakarta, Transparanmerdeka.co
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menyebutkan bahwa sebanyak 61 tenaga kesehatan atau medis yang melayani pasien terpapar Corona Virus Disease atau Covid-19 di Jakarta, juga dinyatakan positif Corona. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya telah meninggal dunia. “Terdapat 61 orang tenaga kesehatan positif Covid-19 yang tersebar di 26 rumah sakit di Jakarta,” ujar Widyastuti dalam keterangannya kemarin.

Dijelaskan, dua dari tiga tenaga medis yang meninggal, merupakan tenaga kesehatan yang berdomisili di Jakarta, namun bekerja di dua rumah sakit di luar DKI Jakarta. “Kemudian, dari 61 tenaga kesehatan yang positif Corona, dua di antaranya sedang hamil,” tutur seperti dilansir ‘beritasatu’.

Baca juga  228 Kasus Kematian Covid-19 Sumsel Usia 55-69 Tahun

Namun, Widyastitu tidak menerangkan lebih lanjut kenapa sampai tenaga kesehatan bisa tertular virus Corona. Hanya saja dalam berbagai kesempatan, dia mengatakan tenaga kesehatan termasuk kelompok yang rentan dan berisiko tertular virus Corona. Pasalnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan mengurus orang yang terkait virus Corona.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk mendukung kerja dari tenaga medis. Kebijakan tersebut antara lain, memberikan insentif bagi tenaga medis yang tangani Covid-19 sebesar Rp 215.000 per orang per hari dan menyiapkan fasilitas penginapan lengkap kepada tenaga medis.

Pemprov DKI juga telah menyiapkan 4 hotel milik DKI Jakarta untuk dijadikan tempat penginapan tenaga medis, yakni Hotel Grand Cempaka bisnis, Hotel d’Arcici Alhijra Cempaka Putih, d’Arcici Hotel Sunter, dan d’Arcici Hotel Plumpang. Keempat hotel tersebut bisa menampung kurang lebih 700 tenaga medis.

Baca juga  Wali Kota Palembang Sebut UU Ciptaker Berpihak Pada Tenaga Kerja

Selain itu, Pemprov DKI juga telah memprioritas test cepat corona (rapid test) bagi tenaga medis dan telah mendistribusikan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Hingga saat ini, Pemprov DKI sudah mendapatkan 55.000 APD dari Gugus Tugas Nasional yang diberikan secara bertahap, yakni pada 23 Maret 2020 diserahkan 40.000 APD dan 28 Maret 2020 diserahkan sebanyak 15.000 APD. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Jakarta Belum Aman Covid-19, Warga Tanpa Masker Kena Sanksi di CFD

Regional

Dukung Percepatan Pembangunan, Pemkab PALI Tantatangani MoU Dengan UGM

Regional

Batasi Kegiatan Masyarakat, Satpol PP Sumsel Gencarkan Operasi Yustisi

Regional

Untuk Vaksinasi Tahap Kedua, Pemkot Palembang Siapkan 72 Faskes

Regional

Sumsel Gelar 7 Pilkada Serentak, Herman Deru Minta Perkuat Sosialisasi Prokes

Regional

Koramil Talang Ubi Siap Amankan PSU Pilkada PALI

Regional

Pertamina Palembang Jual Pertalite Seharga Premium Mulai Akhir Oktober

Regional

Pertahankan Ekonomi Di Tengah Pandemi, Sumsel Diapresiasi Kemendagri