Home / Nasional

Minggu, 12 Juli 2020 - 11:42 WIB

Ahmad Yurianto: Pakai Face Shield Tanpa Masker, Tidak Akan Maksimal

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto. (BNPB)

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto. (BNPB)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, bahwa penggunaan topeng wajah transparan atau face shield tanpa masker penutup mulut dan hidung tidak dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap cemaran virus SARS-CoV-2 penyebab Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Menggunakan face shield saja tanpa masker, tidak akan memberikan perlindungan yang maksimal,” ujar Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Dikatakan, pada dasarnya penggunaan face shield hanya sebatas mampu melindungi penggunanya dari droplets yang besar, akan tetapi tidak menjamin partikel micro droplet lantas tidak terhirup ke dalam mulut atau hidung. Sebab, partikel micro droplet dapat berada di udara dalam waktu yang relatif lama dan berpotensi terhirup secara tidak sengaja.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 3 Juli: Pasien Positif Bertambah 1.301 Kasus

“Micro droplet ini, ukurannya lebih kecil dan bisa berada di udara untuk waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, penggunaan masker mutlak harus dilakukan, harus dikerjakan. Bukan face shield. Karena, kita tahu pada micro dorplet, dia akan mengambang di udara,” jelasnya.

Dia menyarankan agar face shield lebih baik digunakan sebagai tambahan dari penggunaan masker. Akan tetapi dia tetap tidak menyarankan apabila seseorang hanya menggunakan face shield tanpa masker. “Kita tidak boleh mengandalkan hanya menggunakan face shield saja. Gunakan masker. Ini yang penting, dan gunakan masker apapun,” ujarnya.

Sebagai informasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah mengumumkan bahwa penambahan data kasus Covid-19 per hari ini Minggu (12/7) ada sebanyak 1.681 orang yang terkonfirmasi positif, sehingga akumulasinya menjadi 75.699.

Baca juga  Mudik Dilarang, Kemenhub Batasi Kendaraan Keluar Jakarta

Dari beberapa informasi pemberitaan yag disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diyakini bahwa penularan virus yang terjadi melalui cemaran droplet. Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menjaga jarak.

Dari penambahan angka kasus yang diperbarui hari ini, ada sebanyak 71 pasien meninggal dan total akumulasinya menjadi 3.606. Kemudian ada sebanyak 919 orang yang dinyatakan negatif atau sembuh Covid-19 sehingga totalnya menjadi 35.638. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

51 Pegawai KPK Dipecat, Alexander Marwata: Mereka Tak Bisa Dibina

Nasional

Bawa Bantuan dan Alat Berat, Mensos Kembali Tinjau Korban Banjir NTT

Nasional

RDP Dengan Komisi III DPR, Ketua KPK Ajukan Anggaran Rp1,4 Triliun

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 7 September 2020: Pasien Positif Bertambah 2.880 Orang

Nasional

Update Covid-19 Per 17 Agustus 2020: Kasus Pasien Positif Sudah 141.370 Orang

Nasional

Indonesia Terima 1,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 AstraZaneca

Nasional

Update Corona Indonesia, Kamis (7/5): Ada Tambahan 338 Kasus

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 1 September: Kasus Positif Bertambah 2.775 Orang