Home / Hukum

Rabu, 26 Agustus 2020 - 08:31 WIB

Akhirnya, Dua Jenderal Polri Mengaku Terima Suap Dari Djoko Tjandra

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

Jakarta, Transparanmerdeka.co – Setelah ditelusuri, akhirnya Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo mengaku bahwa mereka menerima suap guna membantu penghapusan red notice Djoko Tjandra saat masih buron.

Pengakuan ini terlontar saat keduanya diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada Selasa, 25 Agustus 2020. “Iya kita pastikan memang demikian, mereka menerima aliran dana itu,” kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Ketika disinggung mengenai besaran suap yang diberikan Djoko Tjandra pada dua jenderal itu untuk memuluskan aksinya, Awi enggan menjawab. Dia mengatakan bahwa perihal nominal uang akan dibahas di persidangan nanti.

“Nominalnya nanti tentunya itu sudah masuk ke materi, saya tidak bisa sampaikan memang sesuai dengan pasal 17 UU keterbukaan informasi publik, ada hal-hal yg tidak perlu kami sampaikan di sini dan itu nanti rekan-rekan akan terbuka semuanya di pengadilan,” ujar Awi.

Baca juga  Jaksa Agung Sebut Kerugian Jiwasraya Libatkan Investor Asing

Dengan adanya pengungkapan fakta baru ini, Awi menjelaskan bahwa pihaknya akan memastikan pengakuan keduanya sesuai dengan alat bukti dan keterangan saksi lainnya. Penyidik juga akan mendalami motif hingga cara uang tersebut berikan ke tangan mereka.

“Terkait dengan uang yg diterima ini akan diklarifikasi dengan alat bukti yg lainnya. Kalau itu berupa transfer atau cash and carry, tentunya nanti semuanya akan didalami oleh penyidik dan itu akan terbuka semuanya di pengadilan nanti,” jelas Awi.

Dari hasil penyidikan, Bareskrim Polri tidak menahan Tommy Sumardi dan Irjen Napoleon Bonaparte. Awi mengatakan bahwa ini adalah kewenangan dan hak prerogatif dari penyidik Polri.

“Kalau ditanya kenapa tidak ditahan, kembali lagi ini adalah hak prerogatif dari penyidik dengan syarat subjektif mau pun objektif terkait penahanan. Dari keterangan penyidik selama pemeriksaan, kedua tersangka termasuk yang kooperatif dalam pemeriksaan,” sebutnya.

Baca juga  100 Hari Kerja Kabinet Jokowi, Jaksa Agung Beri Napas Segar

Tiga tersangka kasus suap penghapusan red notice terpidana kasus korupsi hak tagih bank Bali Djoko Tjandra kembali melaksanakan pemeriksaan, mereka adalah mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte, mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo, dan pengusaha Tommy Sumardi.

Ketiganya diperiksa pada Selasa (25/8/2020)sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Ada 60 pertayaan yang dilontarkan pada Tommy Sumardi yang diduga berperan sebagai pemberi suap sedangkan Brigjen Prasetijo Utomo dicecar 50 pertanyaan.

Berbeda dengan Napoleon Bonaparte yang harus menjawab 70 pertanyaan dari penyidik. Mereka ditanyai sejumlah hal terkait dugaan suap pengurusan penghapusan red notice Djoko Tjandra. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Demi Djoko Tjandra, Pinangki 23 Kali Bolak-balik ke Malaysia dan Singapura

Hukum

Diperiksa KPK, Dirut Sarana Jaya Berserah kepada Tuhan

Hukum

Periksa 800 Sub Rekening, Kejagung Temukan 40 SID Terkait Jiwasraya

Hukum

KPK Dalami Peran Sekjen KKP Dalam Kasus Edhy Prabowo

Hukum

KPK Ajukan Kasasi Untuk Terdakwa Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio

Hukum

Dalam Kasus Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Divonis 3,5 Tahun Penjara

Hukum

Polisi Buru Anggota Youtuber Palembang Yang Buron

Hukum

Kejagung Belum Limpahkan Berkas Tahap 1 Tersangka Korporasi Kasus Jiwasraya