Home / Nasional

Selasa, 21 April 2020 - 05:23 WIB

Akhirnya Presiden Jokowi Larang Mudik, Ini Alasannya

Presiden Indonesia, Joko Widodo. (ist)

Presiden Indonesia, Joko Widodo. (ist)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya mengeluarkan keputusan untuk melarang mudik. Keputusan itu diambil dalam rapat terbatas guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Corona Virus Diasese 2019 atau Covid-19 agar tidak lebih luas.

Dalam rapat terbatas tersebut, Jokowi menyebut pelarangan mudik ini tak hanya diperuntukkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI Polri dan Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Akan tetapi larangan mudik ini juga berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya ingin mengambil sebuah keputusan setelah larangan mudik untuk ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan, pada rapat hari ini saya menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas virtual yang berlangsung, Selasa (21/4/2020).

Baca juga  Update Covid-19 pada 25 Februari: Tambah 8.493 Kasus Baru, 8.686 Orang Sembuh

Menurut Presiden, ada beberapa hal yang membuat pemerintah akhirnya melarang mudik. Pertama adalah masih banyaknya masyarakat yang berniat untuk mudik meskipun sudah dilarang. Berdasarkan hasil survey Kementerian Perhubungan disampaikan masyarakat yang tidak mudik ada 68%. Kemudian untuk masyarakat yang tetap bersikeras mudik 24% dan yang sudah mudik 7%.

Baca juga  Update Covid-19 pada 25 Maret: Pasien Positif Tambah 6.107 Orang

“Artinya masih ada angka yang sangat besar. Pemerintah juga sudah memberikan beberapa bantuan kepada masyarakat yang terdampak virus corona. Misalnya pemberian bantuan sosial yang sudah dilakukan sejak kemarin untuk 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta,” jelasnya.

Dikatakan, kemudian yang kedua yang berkaitan dengan bansos atau bantuan sosial, juga sudah diberikan sejak Senin kemarin. “Begitu juga dengan kartu pra kerja, dan bansos tunai juga sudah berjalan,” jelas Jokowi. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 pada 12 November: Tercatat Ada 4.173 Pasien Positif Baru

Nasional

Fedrik Adhar Syaripuddin, JPU Kasus Novel Baswedan Meninggal

Nasional

Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Dapat Menurunkan Kasus Aktif dan Kematian Covid-19

Nasional

Update Covid-19 pada 27 Januari: Bertambah 11.948 Orang

Nasional

Update Covid-19 pada 31 Mei 2021: Total Sudah 1.821.703 Orang Terpapar

Nasional

Doni Monardo: Kasus Sembuh Meningkat, Utilitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Rendah

Nasional

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Indonesia Tembus 9 Juta

Nasional

Penambahan Kasus Positif Covid-19 Catat Rekor, Jawa Timur Paling Tinggi