Home / Regional

Kamis, 6 Agustus 2020 - 08:28 WIB

Akibat Pandemi Covid-19, Ekonomi Sumsel Minus 2,30% Pada Triwulan II

Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih. (tribune)

Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih. (tribune)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatra Selatan triwulan II 2020 terhadap triwulan I 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,30%.

Padahal selama 3 bulan pertama 2020 pertumbuhan ekonomi Sumsel mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Pulau Sumatra, yakni 4,98%. Namun, akibat pandemi Corona Viorus Disease 2019 atau Covid-19 membuat sebagian besar aktivitas ekonomi terhenti guna mengurangi penyebaran virus.

Seperti dikutip dari ‘tribune’, Kamis (6/8/2020), kontraksi terbesar terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 22,19%, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi sebesar 14,43%, diikuti lapangan usaha perdagangan besar dan ecera dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,52%.

“Kontraksi pertumbuhan ekonomi triwulan dua terhadap triwulan satu 2020 sebesar 2,30 karena turunnya Produk domestik regional bruto kuartal ke kuartal di sisi produksi. Sementara di sisi konsumsi, beberapa komponen pengeluaran yang mengalami kontraksi signifikan,” kata Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih.

Baca juga  Vaksin Dosis Kedua Jurnalis Palembang Lewat 14 Hari, Ini Penjelasan Dinkes

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 dibanding triwulan II-2019 ‘year on year’ mengalami kontraksi sebesar 1,37%. Penurunan itu disebabkan kontraksi yang terjadi di sebagian besar lapangan usaha yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Penurunan terbesar dialami oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,26%, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 11,36% juga perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 7,70%.

Beberapa komponen pengeluaran yang mengalami kontraksi signifikan yaitu komponen ekspor luar negeri sebesar 13,34%. Selain itu, komponen PK-RT juga mengalami kontraksi sebesar 8,48%. Beberapa komoditas andalan ekspor luar negeri dari Provinsi Sumatra Selatan yang mengalami penurunan signifikan diantaranya Karet dan Barang dari Karet (-31,02%), Batubara (-28,63%), Migas (-2,08%).

Baca juga  Wawako Palembang Minta Warga Tinggalkan Alat Tangkap Ikan Yang Merusak Lingkungan

BPS juga mencatat bahwa masyarakat di Sumsel tampak mengurangi belanja hampir di semua sektor. Hanya konsumsi di sektor kesehatan, komunikasi, pendidikan, barang pribadi dan jasa perorangan, perumahan, air, listrik, gas yang bertumbuh.

Sementara untuk transportasi, rekreasi, hingga pakaian menurun. Masyarakat lebih fokus memenuhi kebutuhan utama pangan dibanding lainnya khususnya rekreasi.

Kepala Perwakikan Bank Indonesia Sumatera Selatan Hari Widodo, menambahkan pada triwulan I dan II pertumbuhan mengalami penurunan dan ini sesuai dengan prediksi. Dia optimistis tidak akan terjadi resesi dan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif triwulan ke III karena sudah memasuki era new normal.

“Triwulan III akan ada pertumbuhan ekonomi ditunjang naiknya konsumsi rumah tangga dan kebijakan dari pemerintah untuk menstimulas ekonomi,” ujarnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Gerindra Deklarasi dan Serahkan SK Dukungan Untuk Heri Amalindo

Regional

Muba dan PALI Masih Zona Merah Penyebaran Covid-19

Regional

Selain Sekda DKI Jakarta, Ada 8 Pejabat Pemprov Terinfeksi Covid-19

Regional

Untuk Vaksinasi Tahap Kedua, Pemkot Palembang Siapkan 72 Faskes

Regional

Update Corona di Jakarta 8 Mei: Pasien Sembuh Terus Bertambah

Regional

Asal Sesuai Prokes, Sholat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban Dibolehkan

Regional

Pemkot Palembang Optimalkan Penanganan Covid-19

Regional

Alex Noerdin Serahkan Bantuan Tahap II, Berharap Covid-19 Segera Berlalu