Home / Internasional

Selasa, 3 Maret 2020 - 08:31 WIB

Antisipasi Virus Corona, Australia Larang Jabat Tangan dan Lakukan Tahan Paksa

Sydney, Transparanmerdeka.co
Pemerintah Australia mulai menerapkan langkah-langkah ‘ekstrim’ untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, termasuk meminta warganya menghentikan kebiasaan berjabat tangan. Setelah penyebaran virus terkonfirmasi dari New South Wales pada Senin (2/3/2020), Jaksa Agung Australia, Christian Porter, menyatakan ada kemungkinan untuk menerapkan UU Biosekuriti yang belum pernah ada sebelumnya.

Di bawah UU Biosekuriti yang diperkenalkan tahun 2015, Pemerintah diberi kewenangan untuk menahan paksa dan menyingkirkan warga yang terinfeksi virus, serta memaksa seseorang untuk ditangani, seperti diberi vaksin. Pemerintah Australia juga memiliki kewenangan untuk melarang kegiatan yang dihadiri oleh banyak orang, seperti acara olahraga dan hiburan.

“Sangat mungkin warga Australia akan mengalami keadaan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Dalam beberapa hal, akan terasa aneh dan asing bagi banyak warga Australia. Tetapi langkah-langkah ini sangat penting selama beberapa bulan ke depan. Penahanan paksa bisa dilakukan di bawah ketentuan UU itu, tapi hal itu merupakan upaya terakhir,” kata Jaksa Agung Porter seperti dikutip dari Australian Broadcasting Corp (ABC), Selasa (3/3/2020)

Baca juga  Nyaris 550 Ribu Anak di AS Dinyatakan Positif Corona

Australia untuk kali pertama mengalami penyebaran virus corona di negerinya sendiri, yaitu dari seorang pasien kepada seorang dokter di negara bagian New South Wales. Sebelumnya, warga Australia yang dinyatakan positif tertular virus corona, terjangkit Covid-19 di luar Australia. Menyebarnya virus di dalam Australia sendiri dialami seorang dokter berusia 53 tahun di Sydney, yang menangani pasien perempuan berusia 41 tahun.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, pada pekan lalu menyebut bahwa pandemik (wabah penyakit yang menyebar luas secara global) Covid-19 sangat mungkin terjadi, dan Australia telah mencoba dan mencegah virus itu memasuki wilayahnya. Sejak 1 Februari 2020, Australia sudah menghentikan kedatangan warga negara asing yang pergi langsung dari China, sekalipun negara yang menjadi awal wabah bermula itu merupakan rekan dagang terbesar Australia.

Baca juga  Ketika Covid-19 Dengan Mudah Menulari Para Presiden

Langkah tersebut membuat ribuan pelajar dan pelancong gagal memasuki Australia. Namun sejumlah pelajar China harus melakukan transit ke negara lain terlebih dahulu selama 14 hari (masa inkubasi virus corona). Tetapi, seorang pelajar China yang sempat menghabiskan masa dua pekan di Dubai pun terkonfirmasi sebagai kasus corona ke 34 di Australia. Dari semua kasus corona, sejauh ini terdapat satu kasus kematian, yakni pada seorang laki-laki berusia 78 tahun yang sebelumnya menjadi penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama, Jepang. (adm)

Share :

Baca Juga

Internasional

Update Covid-19 Terbaru di Dunia, Tercatat Sudah Ada 1,3 Juta Kasus

Internasional

Awas, Penularan Covid-19 Bisa Terjadi Melalui Udara

Internasional

UEA Serahkan Bantuan Peralatan Medis Untuk Tangani Covid-19 Senilai Rp 11,5 M

Internasional

Dalam 24 Jam Terakhir, 1.543 Pasien Covid-19 Meninggal di AS

Internasional

Trump Sempat Anggap Covid-19 Hoaks, Kini Kematian di AS Sudah 22.106 Orang

Internasional

Gara-gara Covid-19, Jerman Gugat China Rp 2.512 Triliun

Internasional

Donald Trump Klaim Punya Bukti Lab China Sumber Virus Corona

Internasional

Kasus Covid-19 Dunia Sudah Tercatat 2.329.651 Orang