Home / Internasional

Selasa, 7 Juli 2020 - 00:09 WIB

Awas, Penularan Covid-19 Bisa Terjadi Melalui Udara

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Ratusan ilmuwan dari berbagai negara menyatakan, bahwa ada bukti Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 dapat menyebar dalam partikel yang lebih kecil di udara yang dapat menginfeksi orang lain. Seperti dikutip dari ‘The New York Times’, Senin (6/7/2020), sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara membeberkan bukti yang menunjukkan partikel lebih kecil dapat menginfeksi manusia.

Dengan temuan itu, mereka mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merevisi rekomendasi soal penularan Covid-19 yang selama ini lebih menitikberatkan pada droplet atau percikan dari saluran pernapasan seseorang, seperti bersin dan batuk, yang menempel pada permukaan. Para peneliti berencana menerbitkan pemaparan mereka dalam jurnal ilmiah.

Para ilmuwan tersebut mengatakan, Coid ditularkan melalui udara dan dapat menginfeksi orang yang menghirupnya. Mereka mengatakan, WHO terikat oleh pandangan yang kaku, lambat, dan tidak mau mengambil risiko dalam memperbarui panduan serta mengecilkan beberapa suara konservatif yang punya pendapat berbeda.

Pada awal April, sekelompok pakar terdiri dari 36 orang meneiti kualitas udara dan aerosol terkait penularan virus corona dan mendesak WHO untuk mempertimbangkan bukti yang berkembang tentang penularan melalui udara. WHO memang menanggapi segera dan terjadi diskusi, para ahli dipimpin konsultan Lidia Morawska. Namun, diskusi tersebut didominasi beberapa ahli yang merupakan pendukung setia cuci tangan dan merasa cara itu tetap harus ditekankan. Saran komite pun tidak berubah.

Baca juga  1,7 Juta Penduduk Dunia Terjangkit Virus Corona, AS Tembus Setengah Juta Jiwa

Morawska dan para ahli merujuk beberapa insiden yang mengindikasikan penularan virus melalui udara, terutama di ruang tertutup yang berventilasi buruk. Mereka mengatakan, WHO membuat perbedaan antara aerosol kecil dan percikan yang lebih besar, meskipun orang yang terinfeksi menghasilkan keduanya.

“Kami sudah tahu sejak 1946 bahwa batuk dan berbicara menghasilkan aerosol,” kata Linsey Marr, ahli penularan virus melalui udara di Virginia Tech.

Para ilmuwan memang belum dapat menumbuhkan virus corona di aerosol dalam penelitian di laboratorium, namun bukan berarti tidak infektif. Sebagian besar sampel yang diambil dalam percobaan berasal dari ruang rumah sakit dengan aliran udara baik.

“Di sebagian besar bangunan,” kata Linsey Marr. “Pertukaran udara biasanya jauh lebih rendah, sehingga memungkinkan virus menumpuk dan menimbulkan risiko infeksi lebih besar,” lanjutnya.

Ahli epidemologi Sekolah Kesehatan Masyarakat TH Chan, Harvard, Bill Honage punya pandangan lebih ekstrem soal penularan melalui udara. “Kami memiliki anggapan bahwa transmisi melalui udara berarti percikan yang mengambang di udara yang dapat menginfeksi Anda berjam-jam kemudian, melayang di jalanan, melalui kotak surat dan menemukan jalan ke rumah di mana-mana,” kata Hanage.

Baca juga  Dari 193 Anggota PBB, 19 Belum Terpapar Covid-19

Namun kebanyakan ahli berpandangan virus corona yang menular melalui udara tidak bepergian jauh melainkan dalam kontak yang berkepanjangan dan jarak dekat, terutama di dalam ruangan. Hasil temuan para ahli juga menyebutkan, bahwa virus yang melayang di udara, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, sangat rentan menginfeksi manusia.

Untuk itu penggunaan masker di tempat tertutup tak kalah pentingnya serta harus memenuhi standar kesehatan, seperti N95. Kondisi ini bisa dialami para petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di rumah sakit atau fasilitas medis. Sistem ventilasi di gedung sekolah, tempat tinggal, dan perkantoran perlu diperhatikan untuk meminimalisasi sirkulasi udara. Selain itu penggnaan lampu ultraviolet diperlukan untuk membunuh partikel virus yang mengambang di dalam percikan. (adm)

Share :

Baca Juga

Internasional

Menurut WHO, Ini Cara Penyebaran Pandemi Covid-19

Internasional

Ketika Covid-19 Dengan Mudah Menulari Para Presiden

Internasional

Kasus Covid-19 Dunia Sudah Tercatat 2.329.651 Orang

Internasional

Presiden Honduras dan Istri Positif Covid-19

Internasional

Nyaris 550 Ribu Anak di AS Dinyatakan Positif Corona

Internasional

Dari 193 Anggota PBB, 19 Belum Terpapar Covid-19

Internasional

WHO Ingin Diundang China Untuk Selidiki Asal-usul Virus Corona

Internasional

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Mencapai 41.114 Orang