Home / Nasional

Kamis, 9 Juli 2020 - 04:14 WIB

Awas Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara, Ini kata Gugus Tugas Covid-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Achmad Yurianto. (BNPB)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Achmad Yurianto. (BNPB)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Achmad Yurianto, memberikan tanggapan atas informasi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengakui adanya bukti tentang penyebaran virus corona penyebab Covid-19 lewat udara.

Merujuk kepada perkembangan ini, Yuri mengimbau masyarakat bahwa protokol kesehatan tidak bisa ditawar pelaksanaannya. “Penularan tersebut dapat terjadi lewat micro droplet (droplet berukuran mikro),” kata Yurianto kepada wartawan di Graha BNPB Jakarta.

Dikatakan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak tetap merupakan hal yang utama. “Protokol kesehatan tidak bisa ditawar sedikit pun. Pakai masker, cuci tangan jawabannya. Pakai masker dengan benar,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berada di ruangan tertutup seperti ruang kantor dan di dalam gerbong KRL. “Batasi jumlah penumpang (saat di KRL). Sampai kantor ganti masker baru. Jaga sirkulasi udara di tempat tertutup dengan membuka pintu dan atau jendela secara rutin,” jelasnya.

Baca juga  Jakarta Tuan Rumah Hari Pers Nasional 2021

Sepertti diberitakan, WHO mengakui ‘bukti yang muncul’ tentang penyebaran virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 lewat udara, dalam briefing media di Jenewa, awal pekan ini. Pengakuan WHO ini menyusul dorongan dari 239 ahli di 32 negara agar WHO merevisi rekomendasinya.

Sebelumnya, WHO menyebut bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 umumnya menyebar lewat droplet atau percikan yang keluar dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi. Droplet ini, kata WHO, turun ke tanah dengan cepat. Akan tetapi, dalam surat terbuka yang ditujukan pada WHO, 239 ahli memaparkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa partikel virus corona yang lebih kecil bisa melayang dan bertahan di udara, lalu menginfeksi orang-orang yang menghirupnya.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 7 September 2020: Pasien Positif Bertambah 2.880 Orang

Pemimpin teknis pandemik Covid-19 di WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan, WHO telah membicarakan mengenai kemungkinan transmisi lewat udara dan transmisi aerosol (partikel virus melayang di udara) sebagai salah satu bentuk transmisi dari Covid-19.

Benedetta Allegranzi, pemimpin teknis untuk pengegahan dan pengendalian infeksi WHO juga mengatakan bahwa ada bukti yang muncul tentang transmisi virus corona lewat udara, tetapi tidak definitif. “Kemungkinan akan adanya transmisi lewat udara di lingkungan publik, khususnya di kondisi yang sangat spesifik, padat, tertutup dan berventilasi buruk telah dideskripsikan, (dan) tidak bisa dikesampingkan,” ujarnya, seperti dilansir dari Reuters, kemarin. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

DPR Pertanyakan Efektivitas Vaksin Sinovac, Ini Jawaban Menkes Terawan

Nasional

Update Covid-19 pada 5 Juni 2021: Indonesia Umumkan Ada 6.594 Kasus Baru

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 4 Oktober: Kasus Positif Mencapai 303.498 Orang

Nasional

Satgas Covid-19: 64 Kabupaten/Kota di Indonesia Termasuk Risiko Tinggi

Nasional

Pimpinan KPK Tak Bakal Cabut SK Penonaktifan 75 Pegawai

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 3 Juli: Pasien Positif Bertambah 1.301 Kasus

Nasional

Kenaikan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah Tertinggi Se-Indonesia

Nasional

Update Corona Indonesia 28 Juni: Tercatat 54.010 Kasus dan Jawa Timur Tertinggi