Home / Hukum

Selasa, 18 Februari 2020 - 11:09 WIB

Bareskrim Polri Bekuk Delapan Pengedar Uang Palsu

Jakarta, Transparanmerdeka.co

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri membekuk delapan orang tersangka terkait kasus pemalsuan uang. Para tersangka tersebut biasa mengedarkan uang palsu di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Para tersangka yang diamankan berinisial NI, FT, SD alias Ferry, RS, CC, STR, RW dan SY alias Yoko.

“Mereka menyasar korban yang merupakan masyarakat menengah ke bawah. Karena juga kualitasnya (uang palsu) kurang bagus, jadi orang terpelajar cepat mengetahui,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020).

Dahniel mengungkapkan dari delapan tersangka ada yang berperan sebagai pencetak dan pengedar uang palsu. Para tersangka biasa menjual uang palsu tersebut dengan perbandingan 1:3 hingga 1:5. “Misalnya saya kasih Rp 1 juta kamu dapat Rp 10 juta (uang palsu). Kalau Rp 10 juta dia dapat Rp 100 juta. Semua dicetak para tersangka sesuai penawaran,” jelasnya.

Baca juga  75 Pegawai Yang Dibebastugaskan, Laporkan 5 Pimpinan KPK ke Dewas

Delapan tersangka pengedar uang palsu tersebut diamankan di beberapa lokasi yang berbeda. Lokasi pertama yaitu di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, diamankan NI dan FT pada 6 Januari 2020. Dari tangan tersangka NI dan FT, tim penyidik telah menyita uang senilai 100.000 dolar AS dalam pecahan 100 dolar AS dan dua buah ponsel pintar milik kedua tersangka.

Penangkapan kedua dilakukan di Parkiran Mall BTC Bekasi Timur, Kota Bekasi pada 29 Januari 2020. Di sini, berhasil diringkus dua tersangka berinisial SD alias Ferry dan RS dari lokasi tersebut. “Dari penangkapan yang kedua ini telah disita barang bukti berupa uang tunai dengan pecahan Rp100.000 sebanyak 3.500 lembar atau setara dengan Rp350 juta dan satu unit printer,” jelas Dahniel.

Baca juga  JPU Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Djoko Tjandra

Tim penyidik kembali mengembangkan perkara itu dan mengamankan tersangka CC di wilayah Cibinong dengan barang bukti uang tunai pecahan Rp100.000 sebanyak 200 lembar atau setara dengan Rp20 juta. “Tersangka STR dan RM ditangkap di sebuah hotel di kecamatan Tambun, Bekasi. Mereka ditangkap dari hasil interogasi tersangka Fery. Barang bukti yang diamankan 500 lembar pecahan Rp 100.000 setara Rp50 juta,” lanjutnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 244 dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau 245 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP (untuk mata uang asing), dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Serta Pasal 36 ayat (1,2,3), pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata uang juncto 55 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (ato)

Share :

Baca Juga

Hukum

Viral, Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Polri Dengan Soto Betawi

Hukum

Rekening WanaArtha Diblokir Kejagung, Ini Kata Ketua Komjak

Hukum

Mobil Mewah BMW X5 Milik Pinangki Disita, Inilah Harganya

Hukum

Urine Positif Amfetamin, Ridho Rhoma Tersandung Narkoba Lagi

Hukum

Kasus Jiwasraya: Kejagung Minta BEI Serahkan Data PT LAS

Hukum

Sambil Menangis, Suami Pinangki Ungkap Pernikahannya Yang Sudah Tak Harmonis

Hukum

Dukung KPK, Pegawai DJP Penerima Suap Dinonaktifkan

Hukum

Soal Masjid Raya Sriwijaya, Kejati Sumsel Periksa Wabub Ogan Ilir