Home / Regional

Rabu, 18 Maret 2020 - 06:07 WIB

Bekasi Siap Lockdown Jika Kasus Covid-19 Jakarta Naik

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi ketika mengecek kesiapan rumah sakit hadapi Covid-19 (independensi)

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi ketika mengecek kesiapan rumah sakit hadapi Covid-19 (independensi)

Bekasi, Transparanmerdeka.co
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap mengantisipasi kemungkinan terburuk jika angka penyebaran virus Corona atau Covid-19 terus meningkat di Jakarta. Bahkan kawasan ini mengaku siap untuk lockdown atau membatasi aktivitas warganya jika jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta terus meningkat.

Hal itu diutarakan Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah. Menurutnya, Pemkot Bekasi, bisa saja mengambil opsi lockdown jika jumlah pasien positif Corona di Jakarta terus meningkat. “Ya kalau memang di wilayah di luar Bekasi lebih tinggi, masalahnya masyarakat Kota Bekasi itu banyak bekerja di Jakarta,” kata Sajekti, Rabu (18/3/2020).

Namun, Pemkot Bekasi saat ini masih terus mengkaji jika opsi lockdown terpaksa memang harus diambil. Ia menjelaskan, ada dampak positif dan negatif jika opsi diterapkan. Lockdown di satu sisi memang penting untuk menekan angka penyebaran virus Corona di masyarakat, terutama bagi warga Kota Bekasi. Menurutnya, hampir 70 persen warga Kota Bekasi bekerja di Jakarta.

Baca juga  Usulan PSBB Palembang Sudah Ditandatangani, Senin Dibawa ke Gubernur Sumsel

Oleh karena itu, warga Kota Bekasi, memiliki kemungkinan tinggi untuk terinfeksi. Dengan lockdown, angka penyebaran lewat warga Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta bisa diantisipasi. Selain itu, pihaknya juga harus siap mengantisipasi dampak negatif dari opsi tersebut, termasuk salah satunya soal persediaan bahan pangan bagi warga. Pemkot Bekasi kata Sajekti memastikan stok persediaan pangan bagi warga Kota Bekasi saat ini masih cukup.

Sajekti juga menjelaskan bahwa Pemkot Bekasi saat ini juga terus bersiap untuk mengantisipasi penyebaran Corona di Jakarta. Pihaknya sudah menyiapkan RSUD Kota Bekasi sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien positif Corona. Pihaknya sudah menyaipakan satu lantai di rumah sakit tersebut sebagai ruang isolasi untuk merawat pasien Corona.

Sayangnya, hingga saat ini Pemkot Bekasi menyatakan belum menerima data ada warganya yang sudah positif Corona. Pihaknya hanya menerima kabar tetang beberapa pasien yang mengalami gejala, atau orang dalam pemantauan. “Terindikasi sudah ada. Tapi, kemarin semuanya sudah boleh sehat. Sudah tidak ada masalah apa-apa,” ucapnya.

Baca juga  Maju Pilkada PALI, Heri Amalindo Kembalikan Formulir Ke Demokrat

Sementara itu, per hari ini, hingga 31 Maret mendatang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Bekasi juga sudah diberlakukan sistem kerja lewat rumah. Kebijakan itu dikeluarkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi lewat surat edaran menindaklanjuti instruksi Menteri PAN-RB Nomor 19 Tahun 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Aturan sistem bekerja di rumah bukan berarti libur. Ia memastikan pelayanan publik, meski ada surat edaran tersebut, tetap berjalan. Pemkot Bekasi masih menugaskan sejumlah pegawainya untuk melakukan sejumlah pekerja yang memang dibutuhkan untuk pelayanan publik. “Masih ada yang di kantor. Terutama jenis pekerjaan yang bersifat pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujarnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Banyak Dilaporkan ke KPK Soal Tanah, Ini Curhat Gubernur Sumut

Regional

Gubernur Herman Deru Hibahkan Motor untuk Pol PP Kabupaten/Kota se-Sumsel

Regional

Pererat Silaturahmi, PWI Sumsel Gelar Buka Bersama

Regional

Buruh Terpapar Covid-19, Dua Pabrik di Bekasi Ditutup

Regional

Warga Palembang Kebagian 5.000 Paket Sembako dari Presiden

Regional

Tim Itjenad Laksanakan Pengawasan Post Audit di Kodam II/Sriwijaya

Regional

DKI Jakarta Kerahkan Puluhan Ribu Tenaga Medis Untuk Melawan Covid-19

Regional

Ribuan Paket Sembako Untuk Warga Palembang Langsung Diantar Ke Rumah