Home / Regional

Minggu, 19 April 2020 - 09:18 WIB

Bertambah 131 Kasus, Covid-19 di Jakarta Jadi 3.033 Orang

Ilustrasi: Alat tes deteksi Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19. (tribun/shutterstock)

Ilustrasi: Alat tes deteksi Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19. (tribun/shutterstock)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Jumlah pasien positif pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 3.033 orang pada Minggu (19/4/2020). Pasien yang terjangkit virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) ini bertambah 131 orang dibandingkan data terakhir pada Sabtu (18/4/2020) yang tercatat 2.902 orang.

Data terbaru kasus Covid-19 yang dihimpun ‘Transparanmerdeka.co’ dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, ‘corona.jakarta.go.id’, menyebutkan bahwa sebanyak 207 pasien atau sekitar 7% sudah dinyatakan sembuh. Jumlah pasien meninggal sebanyak 292 orang (sekitar 9%), atau bertambah 35 orang dibandingkan data Sabtu kemarin.

Sedangkan, sebanyak 61% atau 1.839 pasien masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan yang ada di DKI Jakarta, dan sekitar 23% atau 695 pasien menjalani isolasi mandiri. Pasien yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak 863 orang.

Selain itu, ada orang dalam pemantauan (ODP) secara keseluruhan tercatat 5.720 orang, di mana sekitar 10% atau 584 orang dalam proses pemantauan dan sekitar 90% atau 5.136 orang sudah selesai dipantau. Untuk pasien dalam pengawasan (DPD) secara keseluruhan tercatat 5.167 orang, di mana sekitar 29% ataui 1.476 orang masih dalam perawatan, dan 71% atau 3.691 orang sudah sehat dan diperbolehkan pulang.

Baca juga  Nihil Suspect Virus Corona, Warga Bekasi Diimbau Tak Pergi ke China

Tiga Stasiun MRT Tutup
Sementara itu, Moda Raya Terpadu (MRT) kembali mengurangi operasionalnya di Ibu Kota. Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda), Muhammad Effendi mengatakan, pihaknya akan menutup tiga stasiun MRT dan mulai berlaku Senin (20/4/2020) besok. “Mulai Senin, MRT Jakarta tidak berhenti dan tidak memberangkatkan penumpang dari Stasiun ASEAN, Stasiun Blok A, dan Stasiun Haji Nawi,” jelasnya.

Selain penghentian operasional di stasiun tersebut, PT MRT juga membatasi waktu keberangkatan. Untuk setiap waktu tunggu akan ditambah headway selama 30 menit. “Selang waktu keberangkatan kereta (headway) menjadi 30 menit sepanjang jam operasional. Kedua perubahan kebijakan ini efektif diberlakukan mulai Senin, 20 April 2020,” lanjutnya.

Baca juga  Kecuali Ojol, Pemotor Pribadi Boleh Berbocengan Selama PSBB

Selain dua peraturan baru tersebut, PT MRT tetap melayani penumpang mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Kemudian jumlah penumpang akan dibatasi sebanyak 60 orang per kereta dan penumpang diwajibkan menggunakan masker. Kebijakan PT MRT ini, adalah untuk mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat melakukan kegiatan di rumah, mulai dari bekerja di rumah hingga beribadah dari rumah.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melakukan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) sejak 10 April dan dijadwalkan berakhir pada 23 April 2020. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memperpanjang PSBB, namun belum ada penjelasan lebih lanjut terkait wacana perpanjangan ini. (ato)

Share :

Baca Juga

Regional

Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah, Anies Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Regional

Update Covid di Jakarta 10 Juni: Positif 8.423, Sembuh 3.517, Meninggal 551

Regional

Anies Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta Karena Tes Massal

Regional

Wagub DKI Jakarta Sebut 3 Penyebab Banjir di Jakarta

Regional

Pemprov Sumsel Salurkan Dana Infrastruktur Rp 81 M Untuk Muaraenim

Regional

Pertamina Palembang Jual Pertalite Seharga Premium Mulai Akhir Oktober

Regional

HD Apresiasi Peran Wanita Dalam Cegah Tangkal Virus Corona

Regional

Banyak Pasien Sembuh di Sumsel, Tapi Kasus Covid-19 Tetap Bermunculan