Home / Regional

Sabtu, 7 Maret 2020 - 11:51 WIB

Bertambahnya Kasus Covid-19 di Jakarta, Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta, Transparanmerdeka.co
Warga Negara Indonesia (WNI) masih diliputi rasa kekhawatiran yang tinggi usai Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi secara resmi mengungkap dua warga Depok terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020 lalu. Kekhawatiran dan keresahan cukup beralasan dan dikemas dalam berbagai respon. Mulai dari anggapan bahwa pihak pemerintah selama ini sengaja menutup-nutupi keberadaan terinfeksi hingga fenomena panic buyer.

Anggapan masyarakat bahwa selama ini pemerintah menutupi keberadaan terinfeksi, bermula berbagai media banyak menyebut dua warga Depok baru mengetahui dirinya terinfeksi usai adanya pernyataan resmi dari Jokowi. Hingga kini, masyarakat Indonesia masih dirundung kekhawatiran, pasalnya bisa saja sewaktu-waktu pemerintah mengungkap kasus baru terinfeksi Virus Corona atau COVID-19.

Sebagaimana diketahui, penyebaran virus ini sangat masif, seperti yang terjadi di Korea, jumlah terinfeksi dari semula 47 orang kini menjadi 67.670 orang. Tak hanya itu, fenomena panic buyer yang berdampak pada ketersediaan masker di sejumlah kota diseluruh Indonesia menambah kekhawatiran masyarakat.

Baca juga  3 Kepala Daerah Pemenang Pilkada Sumsel Dilantik 17 Februari 2021

Berkenaan dengan risiko penyebaran COVID-19 yang tinggi, beredar kabar melaui pesan singkat WhatsApp yang berisi sebuah informasi bahwa ada temuan baru terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kabar tentang pasien positif Virus Corona di Rumah Sakit Pasar Rebo itu, beredar di media sosial dalam pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp sejak 4 Maret 2020.

“Sekilas info di rumah sakit pasar rebo sudah ada yang kena virus corona, dia orang Pasar Rebo barusan dikasih tau, disuruh waspada kalo ga bisa pake masker bisa pake tisu basah di panjangin,” seperti yang dikutip ‘transparanmereka.co” dari tangkapan layar pesan singkat WhatsApp.

Sontak kabar ini membuat masyarakat yang tinggal di sekitaran RS Pasar Rebo merasa khawatir dan segera memastikan segala barang penunjang dalam rangka pencegahan virus ini telah disiapkan, hal ini nantinya dapat memicu fenomena panic buyer. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi melakukan penelurusan guna memastikan keberadaan orang yang terinfeksi itu, dan meredam kekhawatiran masyarakat.

Baca juga  Polda Sumsel Siap Luncurkan ETLE Tahap Kedua

Namun setelah dilakukan penelusuran, dari situs Kominfo, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memastikan kabar tersebut tidak benar. Dia menegaskan tidak ada pasien positif corona di Rumah Sakit Pasar Rebo.

Seperti dilansir dari ‘antaranews’ dengan judul “PDP di RSUD Pasar Rebo baru pulang umrah”, pihak RSUD Pasar Rebo menyebut saat ini telah mengawasi seorang pasien. Kesimpulannya, tidak ada pasien positif virus corona di RS Pasar Rebo namun ada seorang pasien yang berkategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sedang menjalani perawatan di RS Pasar Rebo. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Debat Publik Pilkada PALI, HERO Berpengalaman di Bidang Infrastruktur dan IPM

Regional

Bakar Mobil Polisi, Dua Mahasiswa Palembang Jadi Tersangka

Regional

Nekat Beroperasi Saat PSBB, Satpol PP Jakarta Segel Diskotik Top 10

Regional

Pemkot Palembang Buru Koordinator Eksploitasi Anak

Regional

Polda Sumsel Siap Luncurkan ETLE Tahap Kedua

Regional

HD Operasikan Dapur Umum Untuk Warga Miskin Baru Terdampak Covid-19

Regional

Vaksinasi Covid-19 di Sumsel Tak Terpaku Target Waktu

Regional

Kesembuhan Covid-19 di Palembang Mencapai 80 Persen