Home / Olahraga

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:45 WIB

BWF World Tour Finals: Ahsan/Hendra Gagal Pertahankan Gelar

Juara ganda putra turnamen BWF World Tour Finals 2020. (badmintonphoto)

Juara ganda putra turnamen BWF World Tour Finals 2020. (badmintonphoto)

BANGKOK, Transparanmerdeka.co – Turnamen BWF World Tour Finals 2020 yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Thailand sejak 27 Januari 2021 sudah berakhir Minggu (31/1/2021). Para juara di masing-masing nomor yang dipertandingkan juga sudah diketahui.

Partai ganda campuran menjadi pembuka babak final yang berlangsung di Impact Arena, Minggu (31/1/2021). Pasangan ganda putri asal Korea, Lee So Hee/Shin Seung Chan keluar sebagai pemenang usai mengatasi rekan senegara dengan skor 15-21, 26-24 dan 21-19.

Pada pertandingan kedua di nomor ganda putra yang mempertemukan pasangan asal Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan wakil Taiwan. Lee Yang/Wang Chi-Lin. Ahsan/Hendra gagal mempertahankan gelar dan takluk dari pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-lin dengan skor 21-17, 23-21.

Sukses Lee Yang/Wang Chi-Lin diikuti tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying. yang mengalahkan Carolina Marin dengan rubber game 14-21, 21-8, dan 21-19.

Korea Selatan mendapat gelar di nomor ganda putri melalui pasangan Lee So Hee/Shin Seung Chan yang mengalahkan rekannya, Kim So Yeong/Kong hee Yong 15-21, 26-24, 21-19. Sementara Denmark merebut gelar di nomor tunggal melalui Anders Antonsen yang mengalahkan rekannya Viktor Axelsen 21-16, 5-21, 21-17.

Baca juga  Preview Belanda vs Austria: Hadapi Austria, Belanda Harus Fokus

Hebatnya, tuan rumah Thailand menjadi kampiun di nomor ganda campuran melalui pasangan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Mereka mengalahkan andalan Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Jung melalui rubber game dengan skor 21-18, 8-21, dan 21-8.

Bagi Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai sukses memenangi BWF World Tour Finals 2020, merupakan ‘hattrick’ juara atau gelar ketiga mereka dalam tiga pekan terakhir pada Januari 2021. Sebelumnya, mereka menjadi juara di Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open.

Ahsan/Hendra Sudah Maksimal
Ahsan/Hendra merupakan satu-satunya pasangan di final yang mengalami kekalahan melalui dua set langsung dari Lee Yang/Wang Chi Lin, 17-21, 21-23 dalam waktu 37 menit. Kekalahan ganda putra Indonesia itu membuat Lee Yang/Wang Chi Lin berhasil mencetak ‘hattrick’ juara di Impact Arena, Bangkok.

“Alhamdulillah, kami tetap bersyukur dengan hasil final ini. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan lawan bermain sangat baik dan percaya diri. Mereka bermain lebih bagus. Beda dengan lawan Korea kemarin, kali ini lebih susah ditembus. Pertahanan Lee Yang/Wang Chi Lin sangat kokoh dan sulit dibongkar,” kata Ahsan.

“Mereka hari ini bermain bagus, kami tidak sempat menerapkan pola permainan kami. Mereka juga tenaganya lebih besar,” sebut Hendra pun mengakui keunggulan lawan.

Baca juga  Pengurus JMSI Sumsel Dikukuhkan, Gubernur Minta Bendung Berita Hoaks

Bermain di usia yang tergolong tidak muda, menjadi tantangan tersendiri bagi Ahsan/Hendra. Ahsan tahun ini berusia 33 tahun, sedangkan Hendra 36 tahun, tentunya cukup sulit untuk melawan pemain-pemain yang perbedaan usianya mencapai 10 tahun. Terutama dalam sisi fisik dan tenaga. Sehingga, untuk bisa mencapai final, merupakan pencapaian yang baik bagi sang juara World Tour Finals 2019 ini.

“Kalau melihat permainan tadi sih memang Ahsan/Hendra kalah tenaga, tenaga tangannya. Pertama karena lapangannya juga kalah angin. Harus diakui pemain Chinese Taipei ini selama tiga minggu penampilannya konsisten banget. Penampilan mereka di Thailand Open ini bagus banget. Baik dari fisik, tenaga, konsentrasi, dan fokusnya luar biasa menurut saya,” ungkap Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra.

Herry pun menilai, strategi permainan pun sulit untuk diterapkan. Sejak awal kualitas lawan memang lebih unggul. Mereka bermain sangat cepat dan keras. “Kalau strategi sih sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Memang gim pertama itu kita tertekan terus, tidak bisa keluar. Memang kualitas drive-nya pemain lawan ini sangat keras, sangat cepat. (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

BWF World Tour Finals: Hanya Ahsan/Hendra Yang Tersisa

Olahraga

Setelah ‘Hattrick’ Juara Beregu Asia, Putra Indonesia Bidik Piala Thomas

Olahraga

Karena Covid-19, PBSI Batalkan Indonesia Masters Super 100

Olahraga

Undian Piala Thomas dan Uber 2020, Susi Optimistis Indonesia Juara Grup

Olahraga

BWF World Tour Finals 2020: Ginting Gagal Ke Semifinal

Olahraga

Hadapi Badminton Asia Team Championships, PBSI Siapkan 20 Pebulutangkis

Olahraga

Borneo FC Waspadai Pemain Bintang ‘Macan Kemayoran’

Olahraga

Ini Kata Praveen/Melati Setelah Meraih Titel Bergengsi di Tengah Wabah Covid-19