Home / Regional

Senin, 23 Maret 2020 - 06:57 WIB

Cegah Covid-19, Sebanyak 517.743 Tenaga Kerja Jakarta Bekerja di Rumah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (dok)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (dok)

Jakarta, Transaranmerdeka.co
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat setidaknya ada 517.743 tenaga kerja di ibu kota yang sudah melakukan sistem kerja dari rumah (work from home-WFH) pada Senin (23/3/2020). Berdasarkan data resmi, jumlah tersebut berasal dari pekerja di 1.512 perusahaan. Kondisi ini sejalan dengan penetapan masa darurat virus corona di DKI Jakarta selama 14 hari sejak akhir pekan lalu.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari upaya pencegahan penyebaran pandemi Virus Corona atau Covid-19. “Bentuk WFH bisa dengan WFH penuh atau WFH sebagian atau pembatasan jumlah pekerja atau waktu bekerja. Itu jumlah pelaporan perusahaan yang telah melaksanakan langkah-langkah pencegahan Covid-19,” ujar Kepala Disnaker Transmisi dan Energi, Andri Yansyah, di akun Instagram @disnakertrans_dki_jakarta dikutip Senin (23/3/2020)

Dari data yang diunggah Disnakertrans DKI Jakarta, perusahaan yang menerapkan sistem kerja dari rumah meliputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Kemudian, berasal dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, manufaktur, konstruksi hingga pertambangan. Beberapa perusahaan yang sudah menerapkan kerja dari rumah, yaitu PT Telkomsel, PT Indosat Ooredoo, PT Coca Cola Indonesia, Lazada Indonesia, PT Semen Indonesia, PT ANTAM Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, hingga PT Xiaomi Communications Indonesia.

Baca juga  Lunasi Hutang, Pemkot Palembang Potong TPP ASN Sampai 50 Persen

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menerbitkan seruan Gubernur kepada seluruh warganya untuk berkegiatan di rumah. Imbauan ini juga berlaku untuk perusahaan untuk tidak ada aktivitas perkantoran sejak Senin 23 Maret hingga 5 April. “Kepada dunia usaha, kita mengeluarkan Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020 yang menegaskan bahwa seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu dihentikan, menutup fasilitas operasional, dan tidak melakukan kegiatan perkantoran, tapi lakukan kegiatan di rumah,” kata Anies di Balai Kota pada 20 Maret 2020.

Baca juga  Warga Kota Bogor Terpapar Virus B117 Usai dari Afrika

Anies menuturkan, jika perusahaan tidak mampu menghentikan kegiatan perkantoran, maka harus ada pembatasan durasi kerja dan karyawan yang dipekerjakan. Terpenting adalah, meminimalisir fasilitas operasional. “Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total maka diminta untuk mengurangi kegiatan tersebut sampai batas paling minimal,” tukasnya.

Secara tegas dia mengajak seluruh warga Jakarta disiplin untuk tidak keluar rumah, melakukan jarak batas aman untuk berinteraksi atau disebut dengan social distancing. Dengan cara ini, kata Anies, beban yang ditanggung para tenaga medis tidak overload. “Pesan yang tersebar izinkan kami bekerja di sini (di rumah sakit) izinkan kamu berdiam di rumah, itu pesan yang sangat powerfull. Bila kita ingin sehat maka kurangi jumlah penderitanya, caranya dengan mengurangi penularan,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

IKMS Talang Kelapa Bagi-bagi Sembako Untuk Warga Terdampak Covid 19

Regional

Ini Pesan Gubernur Sumsel Usai Melantik Rosidin Hasan Jadi Pj Bupati PALI

Regional

Polda Metro Jaya: Tak Ada Penutupan Jalan Selama PSBB di Jakarta

Regional

Update Covid-19 Jakarta 2 Juni: Pasien Sembuh Bertambah 159 Orang

Regional

Untuk Penanganan Covid-19, DKI Jakarta Tambah 2.767 Nakes

Regional

Gara-gara Covid-19, Sebanyak 300 Karyawan Hotel di Palembang Dirumahkan

Regional

Lurah Srijaya Distribusikan Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional

Tak Lagi Pakai Buku Nikah, Calon Pengantin di Palembang Diberi Kartu Digital