Home / Regional

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:36 WIB

Cegah DBD, PT HBAP dan Puskesmas Tanjung Agung Adakan PSN

Muaraenim, Transparanmerdeka.co – PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) bekerja sama dengan Puskesmas Tanjung Agung, melakukan penyuluhan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Fogging di desa yang ada di sekitar PLTU Sumsel 8. Kegiatan ini dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa serta mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk yang berpotensi memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyuluhan tersebut merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility PT HBAP untuk kesehatan masyarakat, yang digelar Senin pekan lalu.

Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT HBAP, Giana Hadi Wagiana menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan warga sekitar PLTU Sumsel 8. Salah satunya adalah dengan diwujudkan dengan pencegahan demam berdarah. “Kami berharap warga Desa Pulau Panggung tetap menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk demam berdarah tidak dapat berkembang biak,” katanya.

Baca juga  228 Kasus Kematian Covid-19 Sumsel Usia 55-69 Tahun

Menurutnya, penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan cara efektif untuk masyarakat desa dalam pencegahan pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti. Diharapkan masyarakat di sekitar PLTU Sumsel 8 sadar akan bahaya demam berdarah. “Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara “3M” yaitu Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air. Seperti bak mandi atau WC, drum, dan lain-lain. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti gentong air, tempayan dan lain – lain,” jelasnya.

Sementara itu, kepala UPTD Puskesmas Tanjung Agung, Daud Kamaludin SKM menerangkan, DBD atau Dengue Haemorhagic Fever (DHF) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, seperti Indonesia. Dengan penyebaran yang mirip dengan malaria. “DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah Tanjung Agung yang dapat menimbulkan kekhawatiran. Karena perjalanan penyakit ini yang cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat,” jelasnya.

Baca juga  Ada Tes Urine Satpol PP Kota Palembang, 150 Anggota Menghilang

Dikatakan, penularan DBD umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Habitat nyamuk ini adalah pada air-air yang bersih (kolam, bak air/mandi terbuka). Sehingga diperlukan pengetahuan ke masyarakat desa. “Karenanya, kami melakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa, dan juga perlu dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sehingga bibit nyamuk mati sebelum menjadi nyamuk dewasa. Selain nyamuk, Aedes Aegypti, penularan penyakit DBD dapat juga ditularkan oleh Aedes Albopictus yang biasanya hidup di kebun-kebun,” pungkasnya. (wit)

Share :

Baca Juga

Regional

Sumsel Siap PTM Terbatas, Disambut Baik Ketua MKKS SMA

Regional

Koramil Talang Ubi Siap Amankan PSU Pilkada PALI

Regional

Herman Deru Serahkan Mandat Pada Rusli Habibie Sebagai Ketua DMDI Gorontalo

Regional

Cegah Pandemi Covid-19, Pemkot Palembang Bersih-Bersih Pasar

Regional

Yayasan Budha Tzu Chi Bagikan 10.000 Paket Beras Untuk Warga Palembang

Regional

Uji Coba Penerapan ETLE di Palembang, Satu Kamera Rekam 1.500 Pelanggaran

Regional

17 Kekayaan Sumsel Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Regional

Anies Apresiasi Peran PMI Tanggulangi Covid-19 di Jakarta