Home / Regional

Minggu, 28 Maret 2021 - 17:25 WIB

Denny Tegar: Kejutan Politik, Devi-Darmadi Bisa Dilantik!

Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi. (sumselupadate)

Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi. (sumselupadate)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Pengamat politik di Sumsel, Denny Tegar, SH berpendapat, kejutan-kejutan politik itu benar-benar terjadi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berlangsung 9 Desember 2020.

Kejutan tersebut antara lain, Heri Amalindo incumbent yang sedang berkuasa berpasangan dengan mantan Ketua DPRD PALI, Soemardjono didukung oleh lebih banyak partai dan sebagian partai besar, hanya menang tipis atas penantangnya Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi, yang sebelumnya anggota DPRD PALI.

Kemudian, saat Devi-Darmadi menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), gugatan mereka diterima sehingga diperintahkan dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Biasanya, kemenangan petahana atau incumbent, kalau duel, sekitar 10 persen. Minimal 3 persen. Ini tidak sampai satu persen,” katanya. Heri Amalindo-Soemardjono diusung antara lain; PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PKS, PPP, Nasdem. Sedangkan Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hanura.

Selain diusung banyak partai, Heri Amalindo berkuasa di PALI sekitar tujuh tahun. Dua tahun sebagai pejabat bupati, kemudian lima tahun sebagai Bupati difinitf hasil Pilkada lima tahun lalu. Seharusnya banyak pembangunan yang dibuatnya dan mengagumkan masyarakat PALI. Faktanya, cukup banyak masyarakat memilih pasangan pendatang baru.

Baca juga  Lima Hari Operasi Yustisi, Polda Metro Jaya Tindak 30.384 Pelanggar PSBB

Selain dari masyarakat luas, modal petahana biasanya dari pegawai atau aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer. Namun, dengan selisih perolehan suara yang kecil itu, Denny Tegar menyebutkan boleh dikata sebagian masyarakat PALI tidak menghendaki petahana lagi.

“Padahal kita tahu, Heri Amalindo telah membangun kantong-kantong suara, membentuk komunitas ini, komunitas itu dan berbagai dagangan politik. Seharusnya kemenangan Heri Amalindo minimal di atas tiga persen,” katanya.

Yang jelas, kata lelaki yang juga pengacara ini, dengan dikabulkannya gugatan pasangan nomor urut 01 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) maka berarti ada pelanggaran. Pelanggaran tersebut menguntungkan pasangan nomor urut 02. Oleh karena itu MK memerintahkan lakukan pemungutan suara ulang (PSU) di empat TPS.

“Perintah MK laksanakan PSU itu merupakan kemenangan bagi paslon No. 01. Devi dan Darmadi berpeluang besar menang. Karena image di masyarakat, benar ada pelanggaran. Benar telah terjadi kesalahan yang merugikan pemohon, Devi-Darmadi,” jelasnya.

Baca juga  Ini Kata Presiden Saat Ditanya Rasanya Disuntik Vaksin Covid-19

“Oleh karena itu, pemilih yang sudah cerdas tentu akan menentukan pilihan sesuai pemahaman mereka. Menurut saya pasangan nomor 01 bisa dilantik. Walau di luar nalar dan kalau ditanya ke ahli matematika akan ketawa mereka. Namun ini politik. Tidak ada yang tidak mungkin di politik,” sambungnya.

Kejutan fantastis tersebut akan terjadi bila pemilih tidak diracuni dengan hal-hal negatif. “Kalau jurdil, saya yakin nomor 01 yang akan menang,” katanya.

Dengan diulangnya pemungutan suara, berarti telah terjadi pelanggaran. “Logikanya, biasanya pendapat di kebanyakan masyarakat, yang melanggar jangan dipilih lagi. Sederhana saja,” tambahnya.

Sekarang yang terpenting, petahana harus hati-hati jangan terlalu santai. Sebaliknya penantang mesti memanfaatkan sebaik mungkin peluang bagus ini.

Denny Tegar yang juga perintis group WA, Palembang Brother ini mengingatkan agar jangan sampai ada perbuatan yang bisa mengakibatkan pasangan calon didiskualifikasi. Misal money politic dan tindakan terlarang lainnya. (led)

Share :

Baca Juga

Regional

Covid-19 Belum Mereda, Pangdam II Sriwijaya: Itu Masalah Bersama

Regional

UMK Palembang 2021 Ditetapkan Naik 3,33 Persen
Dari kanan ke kiri, Wardoyo (Sekretaris Aliansi PERMAK), Afdhal Azmi Jambak (Ketua Aliansi PERMAK), Ibrahim Syafe'i (Ketua Dewan Penasehat Aliansi PERMAK) dan Karyono.

Regional

Aliansi PERMAK Minta Pemkot Palembang Alihkan Dana Tunkin Untuk Fakir Miskin dan Anak Terlantar

Regional

Kuota CPNS 2021 Sumsel Capai 8 Ribu Orang, Ini Syarat Umumnya

Regional

Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sudah Mencapai 2.670 Orang

Regional

Herman Deru Serahkan Mandat Pada Rusli Habibie Sebagai Ketua DMDI Gorontalo

Regional

Ribuan Paket Sembako Untuk Warga Palembang Langsung Diantar Ke Rumah

Regional

9 Anggota Polrestabes Palembang Diberhentikan