Home / Regional

Rabu, 1 April 2020 - 08:24 WIB

Dishub DKI Kecewa, Plt Menhub Tak Paham Bahwa Jakarta Sudah Episentrum Covid-19

Plt Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Panjaitan . (suara.com)

Plt Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Panjaitan . (suara.com)

Jakarta, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyayangkan keputusan Plt Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Pandjaitan, yang tidak merestui pembatasan operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP), dan Pariwisata. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, Rabu (1/4/2020).

Syafrin Liputo mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah pertimbangan terkait kebijakan itu. Bahkan pembatasan bus sudah sempat dapat persetujuan. “Sebenarnya untuk pelaksanaan ini kan kita sudah lakukan pembahasan beberapa kali dan terakhir hari Minggu disepakati untuk dilakukan penutupan yang kemarin,” jelasnya kepada wartawan yang menghubunginya.

Dia mengatakan, jika membiarkan orang keluar kota seenaknya hanya akan membahayakan orang lain. Begitu juga sebaliknya jika membiarkan orang masuk kota seenaknya. Penularan Corona Vrus Disease 2019 atau Covid-19 bisa semakin marak dan meluas ke daerah lain dari Jakarta yang sudah menjadi episentrum atau pusat penyebaran. Ada juga kasus yang merasa tidak punya gejala tapi sebenarnya sudah terkena virus.

Baca juga  4 Kejari di Sumsel MoU Awasi Produksi Migas Pertamina EP Asset 2

“Mereka, menjadi pembawa (carrier) Covid-19. Perlu dipahami bahwa Jakarta ini sudah jadi episentrumnya wabah Virus Corona. Yang keluar dari Jakarta itu yang sehat sebetulnya bisa saja sudah terpapar,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga disebutnya telah melayangkan permintaan untuk karantina wilayah. Alasannya sama, khawatir penyebaran corona dari Jakarta ke daerah lain. “Tanggal 29 Maret 2020 kemarin, Pak Gubernur juga sudah meminta adanya karantina wilayah untuk mencegah eksodus dari Jakarta keluar atau dari daerah ke Jakarta,” kata Syafrin.

Baca juga  Anies Akui Ada Kekeliruan Data, Ada ASN dan Anggota DPRD Terima Bansos

Karena kebijakan telah dibatalkan, Syafrin hanya bisa pasrah meski dia mengharapkan pembatasan bus dilakukan. Dia menyerahkan keputusannya pada Luhut Binsar Panjaitan yang Plt Menteri Perhubungan. “Jakarta kan sudah zona merah, nah ini yang kita harapkan. Tapi nggak apa-apa kita tunggu dulu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda keputusan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melarang bus antar kota dan provinsi serta pariwisata beroperasi. Penundaan itu dilakukan sampai ada kajian dampak terhadap ekonominya. Penundaan dilakukan sesuai dengan arahan langsung Menko Maritim dan Investasi yang juga selaku Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Tak Lagi Pakai Buku Nikah, Calon Pengantin di Palembang Diberi Kartu Digital

Regional

Sepekan PSBB Transisi di Jakarta, Ganjil Genap Belum Diberlakukan

Regional

Sumsel Siap PTM Terbatas, Disambut Baik Ketua MKKS SMA

Regional

287 Perusahaan Berizin Kemenperin Langgar Protokol Covid-19 di Jakarta

Regional

10 Hari PSBB Transisi, Kasus Covid-19 di Jakarta Belum Turun

Regional

Efek Virus Corona, Mulai Hari Ini Angkutan Massal di Jakarta Dibatasi

Regional

Satgas Covid 19 Palembang Terima Obat Herbal dari HKTI Sumsel

Regional

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Palembang Siap Ajukan PSBB