Home / Regional

Sabtu, 21 Maret 2020 - 06:22 WIB

DKI Jakarta Kerahkan Puluhan Ribu Tenaga Medis Untuk Melawan Covid-19

GubernutDKI Jakarta, Anies Baswedn. (ant)

GubernutDKI Jakarta, Anies Baswedn. (ant)

Jakarta, Transparanmerdeka.co
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menangani pasien dan menghentikan penyebaran Virus Corona (covid-19). Sebanyak 17.500 dokter, 27.000 perawat dan 900 tenaga kesehatan masyarakat telah disiapkan untuk berjuang melawan virus dari Cina itu. “Jajaran medis di seluruh Jakarta posisinya adalah menghadapi jumlah warga yang datang. Jumlahnya sangat luar biasa,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, kemarin.

Ditegaskan, Pemprov DKI harus menghindari peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19. Namun, Pemprov DKI memiliki ambang batas terkait jumlah rumah sakit dan tenaga medis yang tidak sebanding dengan lonjakan jumlah pasien positif. “Ini berbeda kalau kita punya kasus 1 atau 2. Ini sudah merupakan pandemi dan di Jakarta percepatannya (kasus positif covid-19) tinggi karena interaksi tinggi,” tuturnya.

Baca juga  Kwarcab Pramuka PALI Peringati HUT Ke-59 Pramuka Secara Virtual

Anies pun memaparkan bahwa 25 petugas medis di Jakarta tertular dan satu di antaranya meninggal dunia. Untuk itu, dia mengimbau agar warga Jakarta tetap beraktivitas di rumah masing-masing guna mengantisipasi penyebaran covid-19. “Satu (tenaga medis) meninggal. Bila kita ingin membantu saudara kita yang bekerja menyembuhkan, merawat, cara mengurangi beban mereka adalah dengan tinggal di rumah,” jelasnya.

Jumlah Penumpang Turun
Sementara itu, jumlah penumpang MRT Jakarta terus menurun sejak penerapan social distancing untuk mengantisipasi penularan corona di moda transportasi tersebut. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan berdasarkan evaluasi dalam 3 hari terakhir, penumpang MRT mengalami penurunan drastis dari 32 ribu menjadi 28 ribu dan yang terakhir kemarin mencapai titik 24 ribu penumpang per hari.

“Jika dibandingkan pada kondisi normal yang mencapai 100 ribu penumpang per hari, maka penurunan jumlah penumpang pasca imbauan Pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sangat signifikan. PT MRT Jakarta juga akan memutuskan untuk kembali memberlakukan pembatasan layanan pada masa tanggap darurat corona mulai Senin (2/3/2020),” ungkapnya.

Baca juga  Dirjen Cipta Karya: Proyek IPAL Palembang Sasar 100.000 Jiwa

Pembatasan layanan akan diterapkan dari jam operasional MRT hanya melayani dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 20.00. Jarak antar kereta (headway) yaitu tiap 5 menit untuk jam sibuk pukul 07.00–09.00 dan pukul 17.00–19.00. Sedangkan di luar jam tersebut headway setiap 10 menit. Di dalam kereta, MRT juga akan memberlakukan pengurangan jumlah penumpang yaitu hanya 60 orang per kereta (gerbong) atau 360 orang per satu rangkaian kereta. Pengurangan ini dilakukan sebagai upaya social distancing dengan menjaga jarak masing-masing penumpang sekitar 1 meter. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Bulog Sumsel-Babel Serap Beras Petani Hingga 700 Ton per Hari

Regional

BSB Cabang Pendopo Kembali Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat

Regional

Cegah Covid-19, Sebanyak 517.743 Tenaga Kerja Jakarta Bekerja di Rumah

Regional

Update Covid-19 Jakarta 2 Juni: Pasien Sembuh Bertambah 159 Orang

Regional

Dirjen Cipta Karya: Proyek IPAL Palembang Sasar 100.000 Jiwa

Regional

Cakupan Vaksinasi Nakes di Sumsel Baru 40,1 Persen

Regional

Kasus Pasien Positif Covid-19 Sumsel Tembus 185 Orang

Regional

Selama Pandemi Covid-19, Jakarta Musnahkan 860 Kilogram Masker Bekas