Home / Regional

Kamis, 16 April 2020 - 04:34 WIB

DKI Jakarta Sudah Makamkan 1.035 Jenazah Dengan Protap Covid-19

Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Corona Virus Diasese 2019 atau Covid-19. (tempo/rtr)

Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Corona Virus Diasese 2019 atau Covid-19. (tempo/rtr)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa pemakaman dengan prosedur tetap (protap) Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 sudah mencapai 1035 jenazah. Data itu tercantum pada situs resmi milik Pemprov DKI Jakarta, ‘corona.jakarta.go.id’, Kamis (16/4/2010) dan terjadi kenaikan dan penurunan penambahan data setiap hari.

Pada 13 April, pemakaman dengan protap Corona sebanyak 40 pemakaman per hari, kemudian naik pada 14 April sebanyak 46 pemakaman per hari, lalu turun pada 15 April dengan 26 pemakaman per hari. Namun, sebanyak 1.035 jenazah yang dimakamkan dengan protap Corona tidak semua merupakan pasien positif Corona. Berdasarkan data sampai 16 April pukul 07.00 WIB hanya 246 orang kasus positif meninggal di Jakarta.

Baca juga  Belajar Tatap Muka di Palembang Perlu Ditinjau Per Kelurahan

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto, dia pernah menyampaikan protap Corona dilaksanakan juga untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal. Mereka meninggal sebelum hasil tes laboratorium keluar. Jenazah mereka dimakamkan dengan prosedur pemakaman sebagaimana halnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan jenazah yang dimakamkan dengan Protap Covid-19 diduga ada yang sudah menjalani pemeriksaan atau tes. Namun hasil tes belum keluar atau ada korban meninggal yang belum sempat dilakukan tes. ODKI leh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta belum mengetahui status dari jenazah tersebut apakah positif atau tidak. Tetapi jenazah harus dimakamkan paling lambat empat jam setelah meninggal.

Baca juga  Nihil Suspect Virus Corona, Warga Bekasi Diimbau Tak Pergi ke China

Anies Baswedan menyebutkan untuk pemulasaran atau pemakaman dengan Protap COVID-19, jenazah harus dibungkus dengan plastik, dimasukkan ke dalam peti dan dilakukan oleh petugas yang dilengkapi dengan alat perlindungan diri atau APD. Berdasarkan data pemulasaran tersebut, lanjut Anies, tampak tingginya kasus kematian dari wabah Corona. Dia pun meminta agar warga lebih serius dalam menjaga jarak. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Untuk Larangan Mudik di Perbatasan, Polda Sumsel Siapkan 39 Pos Sekat

Regional

Update Covid-19 di Jakarta: Pasien Positif Bertambah 201 Kasus

Regional

Anies Baswedan: Bantuan Untuk Warga Miskin di Jakarta Masih Dihitung

Regional

Anggota DPRD Palembang Disuntik Vaksinasi Kedua

Regional

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Masih di Atas Standar WHO

Regional

BSB Cabang Pendopo Salurkan Bantuan Untuk Penanganan Covid-19

Regional

Disbudpar Sumsel Perjuangkan Pempek Jadi Warisan Budaya ke Unesco

Regional

Polisi dan ASN Polda Sumsel Siap Disuntik Vaksin Covid-19