Home / Internasional

Jumat, 1 Mei 2020 - 12:21 WIB

Donald Trump Klaim Punya Bukti Lab China Sumber Virus Corona

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

WASHINGTON DC, Transparanmerdeka.co – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim sudah mengantungi bukti bahwa Corona Virus Disease 2019 atau Covid-29 berasal dari satu laboratorium di China. Dia pun mengancam bakal menambah tarif atas barang dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Trump menekankan klaim tersebut ketika wartawan mempertanyakan kebenaran spekulasi bahwa virus corona berasal dari Institut Virologi di Wuhan, China. Spekulasi ini berbeda dengan keyakinan selama ini bahwa virus itu pertama kali berkembang di pasar basah di Wuhan yang menjual hewan liar untuk konsumsi.

Ketika ditanya apakah Trump sudah mengantungi data yang memperkuat dugaan tersebut, dia hanya berkata, “Ya, saya punya. Tetapi, saya tidak akan memberitahu kalian,” jawabnya seperti dillansir AFP, Jumat (1/5/2020).

Baca juga  Virus Corona Mutasi Dari Inggris Sudah Menyebar di Filipina

Trump sendiri kerap menggunakan isu cara China menangani virus corona sebagai bahan untuk kampanyenya menjelang pemilihan umum pada November mendatang. Sebelumnya, sejumlah sumber menyebut bahwa Trump sempat mempertimbangkan tak membayar utang ke China sebagai ‘hukuman’ atas virus corona yang menyebar ke AS.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penerapan ‘hukuman’ itu, Trump mengatakan ia punya cara lain untuk membuat China jera. “Saya bisa melakukannya dengan cara berbeda. Cara yang lebih benar. Saya bisa melakukannya dengan uang, dengan mengenakan tarif,” tutur Trump.

Baca juga  Dari 193 Anggota PBB, 19 Belum Terpapar Covid-19

AS dan China hingga kini masih terlibat perang dagang. Kedua negara baru saja meneken kesepakatan damai dagang fase pertama pada Januari lalu. AS menyatakan bakal tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga ada perjanjian fase II.

AS hanya setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai 160 miliar dolar AS. Awalnya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu. Kesepakatan fase I ini diharapkan bisa menjadi awal baik setelah kedua negara terlibat perang dagang yang juga menyeret perekonomian global. (adm)

Share :

Baca Juga

Internasional

Usai Sahkan UU Cipta Kerja, 18 Anggota DPR RI Terpapar Covid-19

Internasional

Setelah Dinyatakan Sembuh, 51 Pasien Covid-19 di Korsel Kembali Positif

Internasional

UEA Serahkan Bantuan Peralatan Medis Untuk Tangani Covid-19 Senilai Rp 11,5 M

Internasional

Nyaris 550 Ribu Anak di AS Dinyatakan Positif Corona

Internasional

Antisipasi Virus Corona, Australia Larang Jabat Tangan dan Lakukan Tahan Paksa

Internasional

Menurut WHO, Ini Cara Penyebaran Pandemi Covid-19

Internasional

Pandemi Covid-19 Sudah Tewaskan 154.311 Orang di Dunia

Internasional

Cegah Corona, New Jersey AS Bebaskan Seribu Tahanan