Home / Regional

Rabu, 8 Juli 2020 - 08:53 WIB

Dr Iche Andriyani Liberty Mkes: Banyuasin Zona Merah, Muba Harus Waspada

Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Iche Andriyani Liberty Mkes. (humas sumsel)

Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Iche Andriyani Liberty Mkes. (humas sumsel)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Iche Andriyani Liberty Mkes mengatakan, terdapat dua wilayah yang ditetapkan sebagai zona beresiko tinggi atau zona merah di Sumatra Selatan (Sumsel) yakni Palembang dan Banyuasin. Kondisi ini harus diwaspadai mengingat wilayah yang berdampingan rawan terpapar.

“Muba harus memperketat perbatasan untuk mengawasi mobilitas penduduk. Akan terjadi mobilitas, pertemuan orang ke orang. Memang untuk wilayah yang bersebalahan dan perbatasan harus memperketat wilayahnya,” kata Dr Iche Andriyani Liberty saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/7/2020).

Dikatakan, tim Epidemiologi Sumsel beserta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel sudah bertemu dengan Bupati Banyuasin, Askolani, lalu memberi masukkan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Dalam pertemuan itu, tim memaparkan hasil penilaian mereka jika di Banyuasin perlu dilakukan tracing, testing, treatment (3T) yang lebih masif.

Baca juga  SK Mendagri Sudah Turun, Bupati/Wabup PALI Siap Dilantik

“Untuk wilayah risiko tinggi, kami merekomendasikan bagaimana melakukan pengetatan wilayah sehingga mobilitas penduduk agak berkurang. Kalau pun masih ada aktivitas, harus dipastikan masyarakatnya mematuhi protokol. Apaalgi Banyuasin berbatasan dengan wilayah risiko tinggi seperti Palembang,” tegasnya.

Dari data Epidemiologi Sumsel, Iche menilai bahwa angka effective reproduction number (RT) Banyuasin berada di angka 1,05. Angka itu sendiri belum merupakan data yang pasti, sebab pihaknya masih menunggu hasil penilaian terbaru. Hanya saja, data yang sudah ada bisa memberikan gambaran awal mengenai kondisi penyebaran virus di wilayah bumi Sedulang Setudung tersebut.

“Per 4 Juli lalu masih di atas 1 atau tepatnya 1,05. Artinya satu orang dapat menulari dua orang lainnya. RT-nya tidak jauh berbeda dengan Palembang. Tetapi kecepatan penyebaran jumlah kasusnya berbeda,” jelasnya.

Dalam penilaian zona tersebut, pemerintah pusat menganalisis secara menyeluruh menggunakan 15 indikator yakni 11 epidemiologi, 2 sistem kesehatan dan 2 surveillance. Ada empat zona yang telah dipetakan oleh pemerintah pusat untuk menganalisis wilayah Sumsel yakni zona dengan risiko tinggi seperti Banyuasin dan Palembang. Zona risiko sedang seperti Muara Enim, Ogan Ilir, PALI , OKI, Muba dan Mura.

Baca juga  Update Covid-19 Jakarta 3 Juli: 11.824 Positif, 648 Meninggal, 7.109 Sembuh

Lalu untuk zona risiko rendah terdapat OKU, Lahat, Pagaralam, OKU Timur, Empat Lawang, Lubuk Linggau, dan Prabumulih. Sedangkan Muratara dan OKU Selatan kini sebagai zona hijau atau tidak ada kasus positif.

“Peta risiko ini dinilai langsung pusat dari data kabupaten/kota jadi tidak ada yang diusulkan oleh Provinsi. Daerah bisa mengambil kebijakan sesuai ketentua. Warga di zona hijau jangan terlalu euforia tapi harus berlomba-lomba menjaga wilayahnya, dengan tetap waspada,” pungkas Iche. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Baru Dilantik 11 Hari, Bupati OKU Meninggal Setelah Terpapar Covid-19

Regional

Sakit dan Terkendala Register, 30 Persen Nakes di Sumsel Batal Divaksin

Regional

Hadiri Perayaan Imlek, Umat Konghucu Sumsel Apresiasi Sikap Toleransi H Herman Deru

Regional

Update Covid-19 Jakarta 17 Mei: Pasien Positif Positif Bertambah 127 Orang

Regional

13 Hari Operasi Yustisi: Polda Metro Jaya Tindak 77.041 Pelanggar

Regional

Jumlah Hotspot Meningkat, Kapolda Sumsel: Warga Harus Waspada Karhutla

Regional

Pemkot Palembang Atur ASN Bekerja Setengah Hari

Regional

Denny Tegar: Kejutan Politik, Devi-Darmadi Bisa Dilantik!