Home / Hukum

Selasa, 25 Agustus 2020 - 10:02 WIB

Eksekusi Uang Hasil Korupsi Djoko Tjandra, Ini Jawaban Wakil Jaksa Agung

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi, akhirnya angkat bicara soal tudingan dan pertanyaan uang Rp 546 miliar milik Djoko Tjandra dalam kasus korupsi cessie Bank Bali belum dieksekusi. Menurutnya, anggapan itu keliru.

“Saya, Setia Untung saat itu menjabat sebagai Kepala Kejari Jakarta Selatan telah melaksanakan eksekusi sebagaimana tugas jaksa selaku eksekutor untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” kata Untung di Gedung Badiklat Kejaksaan Agung Kampus A Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2020).

Dikatakan, informasi tersebut perlu disampaikan ke publik agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Pasalnya, spekulasi eksekusi uang kasus korupsi cessie Bank Bali kembali naik ke hadapan publik. “Saya jelaskan kepada publik agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita yang menyesatkan warga masyarakat. Saya akan menyampaikan bukti-bukti bahwa pada saat itu telah dilaksanakan eksekusi di bank permata,” jelasnya.

Baca juga  Presiden Minta Kejaksaan Beri Kemajuan Konkret Penuntasan Masalah HAM

Dikatakan, bukti pertama, dia mendatangi langsung pelaksanaan eksekusi yang dilakukan di Bank Permata pada Senin 29 Juni 2009 lalu. Dia juga mempunyai bukti berita acara pelaksanaan eksekusi tersebut yang ditekan oleh pejabat bank permata.

“Saya ke Bank Permata dan saya ikut menyertai pelaksanaan eksekusi. Saya tunjukkan ini berita pelaksanaan berita acara pelaksanaan eksekusi yang ditandatangani oleh pejabat Bank permata saat itu. Pelaksanaan eksekusi saya jelaskan pada hari Senin tanggal 29 Juni 2009 jam 19.00 WIB,” jelasnya.

Diungkapkan, proses pelaksanaan adminitrasi eksekusi melalui proses yang panjang dan alot. Uang Rp 546 miliar itu pun akhirnya disetorkan langsung melalui Real Time Gross Settlement (RTGS).

“Perlu saya sampaikan, eksekusi Jaksa mengenai uang sebesar Rp 546 miliar kurang lebih telah disetorkan melalui RTGS langsung ke kas pembendaharaan negara di Kementerian Keuangan. Ada bukti setor yang telah disetorkan ke kas negara,” jelasnya.

Baca juga  Terkait Rp 546 M Milik Djoko Tjandra, KPK dan Polri Didesak Periksa Jaksa Setia Untung

Dia juga meminta masyarakat yang masih tak percaya untuk memastikan kebenaran pernyataanya itu ke Kementerian Keuangan. “Silakan mengecek ke kementerian keuangan, apakah saya selaku kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan bohong melaksanakan eksekusi. Silakan cek ke Dirjen perbendaharaan negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia meminta seluruh pihak untuk tak berspekulasi dan menyudutkan Kejaksaan selaku eksekutor. Apalagi pelaksanaan eksekusi uang tersebut telah berjalan sesuai prosedur.

“Hari ini saya menjelaskan kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak berspekulasi untuk tidak menyudutkan Kejaksaan selaku eksekutor. Saya minta dengan harapan dengan berita-berita yang positif yang tidak menyesatkan warga masyarakat,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Mawardi Yahya Dilaporkan Alex Noerdin, Ini Kata Kuasa Hukum Wagub Sumsel

Hukum

Suap Ekspor Benur Lobster, KPK Berpeluang Jerat PT ACK

Hukum

Kejagung: Berkas Kasus Paniai Belum Penuhi Syarat Pelanggaran HAM Berat

Hukum

Djoko Tjandra Tersangka Kasus Hilangnya Red Notice dan Surat Jalan

Hukum

Diperiksa Dewas KPK, Azis Syamsuddin Irit Bicara

Hukum

Jaksa Agung: Akan Ada Tersangka Baru di Kasus Jiwasraya

Hukum

Jimly Asshiddiqie Berharap Kasus Masjid Raya Sriwijaya Segera Terungkap

Hukum

Berdalih Fokus Pemulihan Ekonomi, Bareskrim Polri Tolak Laporan Gratifikasi Ketua KPK