Home / Nasional

Senin, 17 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Fedrik Adhar Syaripuddin, JPU Kasus Novel Baswedan Meninggal

 Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin. (ist)

Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin. (ist)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, jaksa penuntut umum (JPU) Novel Baswedan meninggal dunia. Dia adalah jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. Dia menjadi jaksa penuntut umum kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan meninggal dunia, Senin (17/8/2020).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, I Made Sudarmawan. “Ya benar (Jaksa Fedrik meninggal). Mohon doanya,” ujar Sudarmawan, Senin (17/8/2020) petang.

Sudarmawan belum mengetahui penyebab kematian Fedrik. Hingga saat ini, pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara masih menunggu hasil konfirmasi. “Penyebab masih belum tahu, kami masih nunggu konfirmasi,” singkatnya.

Jaksa Fedrik meninggal dunia karena sakit pada hari Senin (17/8/2020). Hal tersebut sempat diberitakan medial lokal Sumatera Selatan, dan viral di media sosial. Dalam informasi viral itu disebutkan, Jaksa Fedrik meninggal setelah sempat pulang ke daerah Baturaja, Sumatera Selatan, untuk urusan keluarga.

Baca juga  Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 585 Orang

“Selamat jalan ananda Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, semoga husnul khotimah,” tulis warganet yang merupakan rekan sejawatnya di daerah Sumsel.

Pasalnya, ia menyebut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi tanpa disengaja. Atas dasar itu pula, Jasa Fedrik menuntut dua terdakwa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, masing-masing hanya satu tahun penjara.

Novel Baswedan Ucapkan Duka Cita
Meninggalnya Jaksa Fedrik Adhar yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan cukup mengejutkan. Mengetahui kabar duka itu, Novel Baswedan langsung mengucapkan berduka cita dan turut berbelasungkawa.

“Turut berduka cita. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya,” kata Novel Baswedan kepada wartawan yang menghubunginya, Senin (17/8/2020).

Baca juga  Awas Virus Corona Bisa Menular Lewat Udara, Ini kata Gugus Tugas Covid-19

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono membenarkan informasi Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin meninggal dunia, Senin (17/8/2020).

Diketahui, Jaksa Fedrik Adhar merupakan seorang jaksa yang pernah menangani kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan terdakwa kasus penyiraman Novel Baswedan. “Innalillahi wainailaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah saudara kita Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, SH MH Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, pada hari ini Senin tanggal 17 Agustus 2020 sekitar pukul 11.00 di RS Pondok Indah Bintaro,” kata Hari dalam keterangannya.

Namun, pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut terkait penyebab kematian Jaksa Adhar. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Jaksa Adhar meninggal usai pulang dari Baturaja, Sumatera Selatan. “Semoga almarhum husnul khotimah, amin ya robbal alamin,” katanya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

SETARA Institute Pesimis, Jokowi Tak Serius Tangani HAM dan Intoleransi

Nasional

Update Covid-19 pada 13 Januari 2021: Bertambah 11.278 Kasus Baru

Nasional

Ketua Presidium ITW: ETLE Jangan Mempersulit, Apalagi Jadi Alat Mendulang Uang

Nasional

Update Covid-19 Pada 19 Desember: Angka Positif Tambah 7.751 Orang

Nasional

Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan, Basarnas Tetap Fokus Cari Korban

Nasional

Update Covid-19 pada 6 Februari: Jabar Sumbang 3.971 Kasus Baru

Nasional

KH Hasyim Asy’ari Hilang dari Sejarah, Fadli Zon: Ini Masalah Serius

Nasional

Rencana Buka Bioskop di Masa Pandemi, Ini Rekomendasi Satgas Covid-19