Home / Regional

Selasa, 9 Juni 2020 - 08:25 WIB

Ganjil Genap Motor Bikin Panik, DPRD Jakarta Panggil Kadishub

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Aturan ganjil genap sepeda motor memicu polemik dan kepanikan. Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo pekan ini. Panggilan itu merespon rencana mengaplikasikan aturan ganjil genap bagi sepeda motor di Ibu Kota.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, Selasa (9/6/2020) mengatakan, ada niatan untuk memanggil Syafrin. Yakni untuk menggali lebih dalam mengenai alasan, latar belakang dan pertimbangan Pemprov DKI Jakarta sehingga berkeinginan menerapkan sistem itu pada sepeda motor.

“Kami panggil Kadishub sudah diagendakan pekan ini, mungkin hari Rabu atau Kamis. Pemanggilan ingin tahu alasannya apa. Biar ini bisa dijelaskan ke masyarakat untuk disosialisasikan, seandainya memang itu mau diterapkan,” kata Aziz.

Baca juga  PKK PALI Beri Bantuan Sosial Untuk Balita dan Lansia di 15 Kampung KB

Dia menekankan perlunya aturan ganjil genap pada sepeda motor untuk dikaji lebih jauh sebelum diberlakukan. Karena penggunanya kebanyakan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Artinya, bila hal itu diberlakukan, akan berdampak pada ekonomi kepada masyarakat. Karena mereka akhirnya tak bisa menggunakan motor di jalan Ibu Kota untuk beraktivitas sehari-hari seperti kerja.

“Pertama kendaraan roda dua itu kan transportasi untuk kalangan menengah ke bawah. Kalau ada ganjil-genap ini mungkin secara ekonomi juga berdampak ke mereka,” tuturnya.

Penggunaan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, lanjut Azis, dapat membantu dalam menekan penularan penyebaran virus corona di Jakarta. Ini berbeda dengan kendaraan umum karena potensi penularannya lebih tinggi. Sebab kerap terjadi penumpukan dan tak ada jaga jarak.

Baca juga  Panen 2 Kali Saat Kemarau, Petani Sumsel Dapat Hadiah Dari Herman Deru

“Kemudian terkait perhatian pada kesehatannya juga. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, relatif lebih aman daripada menggunakan kendaraan umum,” katanya.

Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hingga saat ini belum memberlakukan kembali kebijakan pembatasan mobil berdasarkan plat nomor ganjil-genap. Meski pihaknya mewacanakan untuk bisa menerapkan kebijakan tersebut pada sepeda motor.

Dia menyebutkan, untuk pemberlakuan tersebut, pihaknya akan melakukan kajian dan pembahasan. Termasuk menunggu perkembangan situasi pandemi COVID-19. “Untuk peraturan-peraturan seperti penghentian masa transisi dan pemberlakuan ganjil-genap, kita akan lihat jumlah kasus dan kita akan lihat jumlah orang bepergian. Dari situ, bila diperlukan akan digunakan, jika tidak ya tidak perlu,” kata Anies di Jakarta. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

PLTU Sumsel-8 Bagikan Minuman Kesehatan Bagi Pekerja

Regional

Kwartal Pertama 2020, DBD di Sumsel Capai 1.542 Kasus

Regional

Bertambah 134 Kasus, Pasien Positif Covid-19 di DKI Jakarta Jadi 5.437 Orang

Regional

Covid-19 di Jakarta, 720 Positif, 48 Sembuh, dan 76 Meninggal

Regional

Ada Staf Positif Covid-19, Gedung Dinas Teknis Jatibaru Jakarta Ditutup

Regional

Sumsel Berlakukan Prokes, Tak Pakai Masker Didenda Rp 500 Ribu

Regional

Ojek Boleh Angkut Penumpang, Tapi Dilarang Masuk Wilayah Ini

Regional

Muara Enim Borong Penghargaan Inovator Terbaik Sumsel 2020