Home / Internasional

Senin, 20 April 2020 - 13:59 WIB

Gara-gara Covid-19, Jerman Gugat China Rp 2.512 Triliun

Ilustrasi tenaga medis sedang menangani pasien virus corona di Jerman(ap/cnn)

Ilustrasi tenaga medis sedang menangani pasien virus corona di Jerman(ap/cnn)

Transparamerdeka.co – Jerman melayangkan tuntutan China sebesar 130 miliar poundsterling atau setara dengan Rp2.512 triliun kepada Beijing atas pandemi Covid-19. Melansir Daily Express pada Senin (20/4/20), Menurut keterangan Jerman marah dan menuntut ganti rugi ke C‌hina. Jerman juga melayangkan kemarahan kepada China yang merupakan tempat asal virus tersebut.

Serangan yang dilakukan Jerman tersebut, bermula dari temuan bahwa Beijing tampaknya menutup skala informasi dari krisis tersebut, dan menyembunyikan sumber wabah. Sejak kemunculannya di China beberapa bulan lalu, China tidak memberikan informasi penting seperti mengungkap asal mula virus hingga pasien nol juga belum ditemukan.

Bahkan jumlah kasus yang mereka laporan juga ternyata disembunyikan, terbukti dari beberapa waktu lalu setelah ditekan oleh banyak pihak akhirnya China merevisi jumlah korbannya. Mereka menambahkan hingga 50% dari jumlah korban yang meninggal, dalam jumlah di atas 1.000 orang.

Donald Trump juga memperingatkan bahwa China harus menerima konsekuensi serius jika negara itu ‘secara sadar’ bertanggung jawab karena menyebabkan pademi virus corona. Trump mengatakan pada wartawan, “Itu bisa saja diberhentikan oleh China, sebelum wabah itu meluas ke seluruh dunia. Jika itu adalah kesalahan, kesalahan tetaplah kesalahan, maka harus ada konsekuensi untuk itu,” jelasnya.

Baca juga  Trump Sempat Anggap Covid-19 Hoaks, Kini Kematian di AS Sudah 22.106 Orang

Dia juga mengatakan, kesalahan yang keluar kendali, ataukan ini dilakukan dengan kesengajaan? Presiden Trump telah berulang kali menuduh China sebagai negara yang tidak transparan, dan mengungkapkan kasus Covid-19 kepada dunia. Minggu ini pemerintah China juga merevisi jumlah korban virus corona di Wuhan yang melonjak hingga 50%.

Inggris juga telah bergabung, dengan pejabat intelijen AS dalam menyelidiki klaim virus tersebut berasal dari kebocoran di laboratorium Wuhan. Selain itu, Jerman juga meluapkan kemarahannya kepada China dengan meluncurkan bom tagihan kepada negeri tirai bambu dengan jumlah fantastis.

Mereka menuntut China mengganti rugi atas wabah Covid-19 yang kini melanda seluruh dunia. Jumlah 130 miliar Pound atau Rp2.512 triliun ini untuk menutup kerugian sektor pariwisata, industri film, penerbangan, dan bisnis kecil di Jerman. Amerika, Inggris, Prancis dan Jerman Bersatu Selidiki China soal Asal Covid-19, karena dianggap tidak jujur soal asal mula virus corona.

Baca juga  Ketika Covid-19 Dengan Mudah Menulari Para Presiden

Kini, China sedang dituduh habis-habisan oleh Amerika dan negara-negara Eropa yang dianggap tidak jujur soal korban dan asal mula virus corona. Donald Trump, Presiden Amerika Serikat paling getol menyerang China. Kini, Eropa pun turut membantu Amerika. Virus Corona telah menyebar ke seluruh dunia dan memicu ketakutan penduduk dunia.

Awalnya semua negara bersatu untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah global ini. Namun, sikap ketidakterbukaan China dalam mengatasi virus ini, dan kurangnya transparansi dalam memberikan informasi soal awal mula virus ini. Membuat banyak negara besar mulai geram dengan tingkah laku China. (adm)

Share :

Baca Juga

Internasional

Update Covid-19 Terbaru di Dunia, Tercatat Sudah Ada 1,3 Juta Kasus

Internasional

Nyaris 550 Ribu Anak di AS Dinyatakan Positif Corona

Internasional

Cegah Corona, New Jersey AS Bebaskan Seribu Tahanan

Internasional

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Mencapai 41.114 Orang

Internasional

Dalam 24 Jam Terakhir, 1.543 Pasien Covid-19 Meninggal di AS

Internasional

Jumlah Kematian Karena Covid-19 di AS Melebihi Spanyol dan Italia

Internasional

WHO Ingin Diundang China Untuk Selidiki Asal-usul Virus Corona

Internasional

Presiden Honduras dan Istri Positif Covid-19