Home / Regional

Sabtu, 4 Juli 2020 - 05:09 WIB

GTPP Sumsel: Untuk Pencegahan, Kampung Tangkal Covid-19 Harus Diperbanyak

Pendatang mencuci tangan sebelum memasuki kawasan Kampung Tangkal Covid 19 di Komplek Bumi Sako Damai Palembang, Sumsel. (antaranews)

Pendatang mencuci tangan sebelum memasuki kawasan Kampung Tangkal Covid 19 di Komplek Bumi Sako Damai Palembang, Sumsel. (antaranews)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Sumatera Selatan menyebut semakin banyak Kampung Tangkal Covid-19, akan lebih baik dalam pencegahan bertambahnya kasus-kasus positif.

“Kampung-kampung tangkal Covid-19 perlu diperbanyak agar pengawasan dan koordinasi pencegahannya bisa lebih efektif sampai unit pimpinan terkecil yaitu Ketua RT,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumsel, Yusri, Jumat (3/7/2020) tadi malam.

Menurutnya, kondisi normal baru (new normal) saat ini membuat potensi kasus terus bertambah karena masih kurangnya kesadaran masyarakat usai penangguhan aktivitas tiga bulan terakhir, sehingga membutuhkan pengawasan lanjutan sampai ke kelompok masyarakat yang lebih kecil.

Ketua RT harus memaksimalkan peranannya dalam membina warga, kata dia, mulai dari memastikan masyarakat menjalani protokol kesehatan hingga pengawasan kasus yang menjalani isolasi mandiri. “Masyarakat juga perlu memandang disiplin protokol kesehatan sebagai upaya membantu negara untuk keluar dari krisis pandemi, silahkan saja beraktivitas tapi tetap patuhi protokol,” tegasnya.

Baca juga  ANS SDN 33 Palembang Bantu Guru Honorer di Tengah Covid-19

Sementara itu warga Sumsel yang terkonfirmasi positif kembali bertambah 36 orang per 3 Juli, yakni dari Palembang (27 orang), Banyuasin (lima), Musi Banyuasin (dua), serta Lubuklinggau dan OKI satu orang. Selain itu kasus sembuh juga bertambah 25 orang, dari Palembang (23 orang), Banyuasin (satu), dan Musi Banyuasin (satu), sehingga totalnya menjadi 1.113 orang (51,4)

Sedangkan kasus meninggal turut bertambah tiga orang dari Kota Palembang, sehingga total kematian dengan Covid-19 di Sumsel menjadi 104 kasus. Ada 73 kasus meninggal di antaranya berasal dari Kota Palembang atau setara 5 persen dari total kasus positif di Palembang yakni 1.441 orang, akumulasi 5 persen tersebut menyamai rata-rata angka kematian secara nasional dan perlu diwaspadai.

Baca juga  Rumah Sehat Covid-19 Sumsel Isolasi Belasan Tenaga Medis

Sementara dari total 2.156 kasus positif di Sumsel, masih terdapat 939 kasus aktif yang mendapat penanganan di Kota Palembang (763 kasus), disusul Kabupaten Banyuasin (71 kasus), Muara Enim (38 kasus), Kabupaten PALI (12 kasus), OKI (13 kasus), Musi Banyuasin (sembilan kasus), Lubuklinggau (tujuh kasus). Ogan Ilir (tujuh kasus), OKU Timur (empat kasus), Pagaralam (dua kasus), dan Empat Lawang (satu kasus), serta khusus luar wilayah terdapat tiga kasus.

“Selama vaksin belum ditemukan maka perlawanan terhadap Covid-19 belum akan berhenti, fokus kami saat ini menjaga agar orang yang sehat tetap sehat dan mengobati agar yang positif bisa segera sembuh,” kata Yusri menjelaskan. (ant/adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Kompaks Pamerkan Meriam Tua Berukir Dua Kalimat Syahadat di Palembang

Regional

Dihadapan DPRD Sumsel, KPK: Dewan Sumbang Koruptor Terbesar Kedua

Regional

Wagub Sumsel: HDMY Tuntaskan Masalah Infrastruktur Sumsel

Regional

Bertekad Turunkan Kasus Covid-19, Polda Sumsel Perketat Prokes

Regional

Cegah Penyebaran Covid-19, MRT Jakarta Cek Suhu Penumpang

Regional

Insan Pers Berduka, Wartawan Transparan Merdeka Meninggal Dunia

Regional

Pemprov Sumsel Perpanjang Siaga Darurat Karhutla Sampai 30 November

Regional

Cegah Karhutla, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 37 Miliar