Home / Nasional

Jumat, 5 Juni 2020 - 11:34 WIB

Gugus Tugas Covid-19 Umumkan Prakondisi Pembukaan Sektor Ekonomi

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (bnpb)

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (bnpb)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Crona Virus Disease 2019 atau Covid-19 mengumumkan bahwa tahapan rencana pembukaan sektor ekonomi dan penetapan 102 Kabupaten/Kota untuk melaksanakan program masyarakat produktif dan aman telah dimulai.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyebutkan bahwa pelaksanaan program tersebut baru berlaku bagi sejumlah daerah yang berada di zona hijau dan tidak terdapat kasus Covid-19, sehingga untuk kemudian dapat diberikan kewenangan untuk memulai pra-kondisi.

Langkah kebijakan tersebut telah mendapatkan respon yang positif dari beberapa pimpinan daerah. “Berdasarkan laporan yang diterima, kebijakan tersebut telah direspon baik oleh pemimpin daerah di 102 Kabupaten/Kota,” kata Doni melalui keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selanjutnya, pimpinan di daerah mengupayakan persiapan dengan seksama dan membangun komunikasi dengan semua kelompok dan komponen masyarakat serta bergotong-royong sebelum menjalankan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Sejauh ini, mereka telah melaporkan bahwa laju peningkatan kasus di wilayahnya masing-masing dapat ditekan.
“Namun memang diakui bahwa hal itu belum maksimal di beberapa daerah yang lain. Hingga saat ini kita sudah bisa menekan laju peningkatan kasus di beberapa daerah, meskipun di beberapa daerah lainnya masih belum maksimal,” jelas Doni.

Baca juga  Update Covid-19 Indonesia 9 Oktober: Pasien Positif Masih Tinggi

Menurutnya, pelaksanaan masyarakat produktif dan aman Covid-19 harus terencana dengan menjalankan tahapan-tahapan meliputi, waktu yang tepat, sektor yang diprioritaskan, koordinasi yang ketat antara pusat dan daerah, serta monitoring dan evaluasi. Guna memastikan terlaksananya tahapan tersebut diperlukan pengawasan dan pengendalian agar tercapai masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Di samping itu, pemerintah tetap fokus dan optimal dalam pengendalian Covid-19 agar masyarakat tidak sampai terpapar, pada saat yang bersamaan pemerintah juga harus melindungi jutaan masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Apalagi dampak dari kondisi pandemi tersebut juga dapat memicu masalah baru yang berujung pada menurunnya imunitas sehingga rentan terhadap paparan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Dampak dari kehilangan pekerjaan ini akan mengurangi daya beli masyarakat sehingga tidak mampu mendapatkan asupan makanan bergizi yang dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga berisiko terpapar Covid-19,” tegas Doni.

Baca juga  Update Covid-19 di Indonesia: 19 Provinsi Nihil Pertambahan Pasien Positif

Menurut data Kementerian Tenaga Kerja saat ini menunjukkan bahwa dampak Covid-19 telah mengakibatkan sekitar 3,7 juta pekerja formal kehilangan pekerjaan. Ini belum termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan di sektor informal. Mengacu pada Pembukaan UUD 1945, Pemerintah Negara Indonesia telah diamanatkan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Di sisi lain, sesuai Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 telah menyebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Untuk menindaklanjuti amanat konstitusi tersebut, Gugus Tugas mempertimbangkan beberapa hal, antara lain dampak kesehatan, sosial ekonomi, dan tenaga kerja, sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan tahapan pembukaan sektor ekonomi.

“Presiden Joko Widodo telah menugaskan Ketua Gugus Tugas untuk menyampaikan pembukaan kembali sektor yang memiliki dampak positif terhadap hajat hidup orang banyak. Gugus Tugas juga melakukan diskusi dengan Pimpinan Kementerian/Lembaga terkait, pakar epidemiologi, kesehatan masyarakat, ekonomi kerakyatan, sosial-budaya dan keamanan,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Ajak Serang Balik Virus Corona, Ini Kata Dokter Reisa Broto Asmoro

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 27 Agustus: Ada Pasien Sembuh Sebanyak 3.166 Orang

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia 5 Juli: Pasien Positif Tambah 1.607, Total Menjadi 63.749 Kasus

Nasional

Terkandala Dana, Riset Genotipe Virus Corona di Sumsel Terhenti

Nasional

Update Covid-19 pada 2 Maret: Kasus Positif Bertambah 5.712 Orang

Nasional

Gugus Tugas Nasional Covid-19: Ini Aturan Jam Kerja Jabodetabek Yang Aman dan Produktif

Nasional

Update Covid-19 Indonesia Pada 2 Juli: Kasus Baru Cetak Rekor

Nasional

Update Covid-19 Pada 28 Oktober: Jumlah Pasien Tembus 400.483 Orang