Home / Nasional

Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB

Halo Pak Jokowi, Biaya Lockdown Jakarta Itu Tidak Mahal

Jakarta, Transparamerdeka.co
Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) memberikan rekomendasi untuk melakukan karantina (lockdown) wilayah DKI Jakarta secara terbatas karena melihat sebaran Corona Virus Disease atau Covid-19 kian massif. Sebuah surat bertajuk Himbauan Dewan Guru Besar FKUI untuk Pemerintah Indonesia terkait Penanganan Infeksi Covid-19 beredar dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, merinci biaya yang dikeluarkan bila Jakarta lockdown.

Dewan Guru Besar FKUI itu memberikan ilustrasi bahwa imbauan menjaga jarak (social distance) dan tetap tinggal di rumah tidak efektif karena pergerakan pasien positif terus meningkat. Hingga Jumat (27/3/2020) sore, pemerintah mencatat 1.046 orang positif corona, 87 orang meninggal, dan 46 orang sembuh. Lockdown, dan aturan pembatasan aktivitas sosial yang ketat di Provinsi Hubei, China terbukti efektif menurunkan kasus sebesar 37% lebih rendah dibandingkan dengan kota lain yang tidak menerapkan sistem rersebut.

“Opsi lockdown lokal/parsial perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah Indonesia, melihat upaya social distancing belum konsisten diterapkan di masyarakat, masih terjadi kepadatan di beberapa transportasi publik. Sebagian tempat wisata tetap dikunjungi, sebagian perkantoran, tempat makan, taman terbuka, dan pusat perbelanjaan tetap beraktivitas,” tulis rekomendasi Dewan Guru Besar FKUI.

Baca juga  Pangdam II/Sriwijaya Lepas Satgas Pamtas RI-Malaysia

Namun, perlu diperhatikan bagaimana dengan pekerja yang mendapatkan upah dengan kerja harian. Negara perlu menjamin hajat hidup minimal warga miskin selama minimal dua pekan, karena kegiatan perekonomian akan lumpuh total.

Apabila Jakarta melakukan local lockdown dengan total penduduk 9,6 juta:

  1. Makan 3x sehari dengan asumsi; makan pagi Rp5.000, makan siang Rp10.000, dan makan malam Rp10.000.
  2. Total untuk makan adalah Rp25.000 (untuk membeli beras, tahu, telor, per orang). Perhitungan untuk 1 hari biaya hidup dikalikan Jakarta dengan asumsi jumlah penduduk 9,6 juta x Rp25.000 = Rp240 miliar. Adapun untuk 14 hari biaya hidup di Jakarta Rp3,3 triliun.
  3. Kebutuhan listik kira-kira Rp4.543 per orang/hari. Dengan asumsi 1 hari : 9,6 juta x Rp4.543 = Rp43 miliar. Adapun untuk 14 hari di Jakarta Rp610 miliar.
  4. Kebutuhan air kira-kira Rp735 per orang/hari. Dengan asumsi 1 hari di Jakarta 9,6 juta x Rp735 = Rp7 miliar. Untuk 14 hari Rp98 miliar.
  5. Total dana yang dibutuhkan apabila lockdown selama 14 hari di Jakarta sekitar Rp4 triliun.
Baca juga  Tjahjo Kumolo: Pemerintah Tiadakan Rekrutmen CPNS 2020

“Total penerimaan pajak Indonesia per November 2019 sebesar Rp1.312,4 triliun. Dengan penghitungan demikian, maka rasanya mungkin apabila melakukan local lockdown demi mencegah penularan Covid-19 lebih lanjut,” tulis rekomendasi tersebut.

Adapun, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan pada tahun ini mencapai Rp87,95 triliun. Pengembalian sebagian uang pajak dari rakyat untuk rakyat dengan adanya kejadian pandemi seperti ini merupakan tindakan yang wajar. Semoga hal ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan sedikit keringanan biaya hidup dasar 14 hari bagi masyarakat Indonesia. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Rapat Covid-19, Luhut Dorong 4 Strategi Tangani Pandemi

Nasional

Update Covid-19 pada 15 April: Tercatat Sudah 43.073 Orang Meninggal Dunia

Nasional

Update Covid-19 Pada 30 November: Provinsi di Jawa Mendominasi Kasus Baru

Nasional

Target Pemerintah: Maret 2022 Indonesia Kebal Covid-19

Nasional

Update Covid-19 Pada 24 Januari: Dekati Angka 1 Juta Kasus

Nasional

Update Covid-19 pada 15 Maret: Total 1.425.044 Kasus Positif

Nasional

Penny K Lukito: Vaksin Sinovac Jadi Penentu Atasi Covid-19

Nasional

Bertambah 399 Kasus, Indonesia Catat Rekor Positif Covid-19 Tertinggi Per Hari