Home / Olahraga

Kamis, 19 Maret 2020 - 14:13 WIB

Hari Kelima Isolasi Mandiri, Kondisi Tim All England Terus Dipantau

Juara ganda campuran All England 2020, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati. (pbsi)

Juara ganda campuran All England 2020, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati. (pbsi)

Jakarta, Transparanmerdeka.co
Tim bulutangkis Indonesia untuk All England 2020, sudah memasuki hari kelima diisolasi mandiri di Pelatnas Cipayung, Jakarta. Kelompok pertama menjalani isolasi sejak Minggu (15/3/2020) malam. Sedangkan kelompok kedua mulai isolasi pada Selasa (17/3/2020) malam. Kondisi mereka terus dipantau dan mulai melakukan ringan di lapangan terpisah.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti, yang juga tengah menjalani isolasi mandiri ala PBSI sekembalinya dari Birmingham, Inggris. “Mulai hari ini, tim sudah ada yang latihan di lapangan terpisah. Mulai tanggal 19 Maret 2020, tim All England berlatih di enam lapangan pelatnas Cipayung. Jam latihan telah diatur masing-masing pelatih tiap sektor,” jelasnya.

Atlet bulutangkis yang pulang dari All England latihannya terpisah dari atlet yang lain, lapangan yang dipakai juga terpisah. Begitu pula dengan pemakaian gym, akan diatur dan tetap dikontrol dokter dan bagian logistik. Akan lebih diperhatikan kebersihannya, alat-alat yang habis dipakai juga akan disemprot disinfektan.

Baca juga  Lawan Persebaya, Persija Siapkan 3 Stadion Alternatif

Susi juga memberikan update terkini seputar kondisi atlet yang telah beberapa hari menjalani isolasi mandiri. Tim dokter rutin meninjau atlet ke asrama tempat mereka diisolasi untuk mengecek suhu tubuh dan kondisi atlet serta tim ofisial yang baru kembali dari Birmingham. “Sampai hari ini hasil laporan dari tim dokter semua dalam kondisi baik. Pokoknya semua tak lepas dari pantauan dokter,” jelas Susi.

Peraih medali emas Olimpiade Barcelona itu juga berharap semua atlet bisa tetap menjaga kesehatan dan kondisi di tengah kondisi seperti ini. Saat ini lebih dari 15 turnamen internasional bahkan nasional sudah dibatalkan akibat wabah Covid-19. Susi memandang bahwa kondisi tanpa turnamen ini tidak mempengaruhi atlet.

Baca juga  Virus Corona Merajalela, BWF Tunda 13 Turnamen, Termasuk Indonesia Open

“Harusnya tidak terpengaruh ya, karena jadinya kan cuma tidak ada pertandingan, karena situasi yang kurang kondusif. Keselamatan dan kesehatan lebih diutamakan. Saya sendiri memang belum pernah mengalami masa seperti ini. Zaman saya dulu beda lagi situasinya, pernah mau ikut turnamen di saat Perang Teluk, jadi kalau mau berangkat tanding harus muter-muter cari rute tidak boleh melewati Timur Tengah,” lanjutnya.

Saat ini tim All England tidak hanya dipantau oleh dokter tapi juga ahli gizi. Asupan makanan dan vitamin atlet betul-betul dijaga. Tak hanya atlet, seluruh tim ofisial yang kembali dari All England termasuk pelatih, fisioterapis hingga ahli pijat juga mendapatkan perhatian khusus dalam hal pantauan medis dan nutrisi selama masa isolasi mandiri. (ato)

Share :

Baca Juga

Olahraga

OCA Apresiasi China Soal Pembangunan Kontruksi Untuk Asian Games

Olahraga

Atlet Binaan Bapor Petro PALI FC Lolos Seleksi UBL

Olahraga

PBSI Home Tournament: Di Semifinal Praveen/Melati Hadapi Adnan/Mychelle

Olahraga

BWF Secara Resmi Menunda Piala Thomas dan Uber 2020

Olahraga

Setelah Kevin/Marcus, Praveen/Melati Juga Tembus Final All England 2020

Olahraga

Preview Belanda vs Austria: Hadapi Austria, Belanda Harus Fokus

Olahraga

‘The Minions’ Targetkan Medali Emas Olimpiade Tokyo

Olahraga

Menargetkan Gelar Juara All England, ‘The Minions’ Ingin Tetap Tampil Enjoy