Home / Regional

Senin, 6 April 2020 - 09:59 WIB

Ikut Rapid Test, 589 Orang Warga Jakarta Positif Virus Corona

Seorang petugas saat melakukan pemeriksaan rapid test Corona terhadap warga di DKI Jakarta. (suara)

Seorang petugas saat melakukan pemeriksaan rapid test Corona terhadap warga di DKI Jakarta. (suara)

Jakarta, Transparanmerdeka.co – Ketua II Gugus Tugas Pemprov DKI Jakarta, Catur Laswanto mengatakan, hingga Senin (6/4/2020) terdapat 24.015 orang yang telah ikut rapid test atau tes cepat Corona Virus Disease atau Covid-19 di Ibu Kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.426 orang dinyatakan negatif COVID-19. Tetapi, sisanya sebanyak 589 orang, positif terpapar virus yang kali pertama merebak di Wuhan, China.

Setelah dinyatakan positif, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan akan melakukan tes lanjutan menggunakan swab PCR. “Hari ini sudah kita lakukan terhadap 24.015 orang, di mana hasilnya yang dinyatakan positif 589 orang. Total pasien positif virus corona di DKI Jakarta sampai Senin (6/4/2020) sebanyak 1.268 orang, 67 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 126 meninggal dunia,” kata Catur di Balai Kota DKI Jakarta.

Baca juga  Warga Palembang Kebagian 5.000 Paket Sembako dari Presiden

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan, pihaknya sampai telah memakamkan 639 jenazah sesuai prosedur pasien penyakit Covid-19 yang meninggal dunia. “Semua jenazah kami makamkan sesuai prosedur untuk Covid-19, yaitu menggunakan kantong dan dimasukkan ke dalam peti. Namun kami tidak berhak menyatakan bahwa jenazah itu positif Corona atau tidak karena tugas kami hanya memakamkan,” jelasnya.

Pernyataan Suzi Marsitawati juga diperkuatCatur Laswanto bahwa jenazah yang dimakamkan dengan prosedur pasien Covid-19 tidak mesti pasien positif. Ada orang berstatus ODP dan PDP yang ternyata meninggal dunia. Penguburan tidak boleh lebih dari empat jam setelah kematian. “Sesuai protokol kesehatan, ODP dan PDP yang wafat itu juga harus diurus sebagaimana penderita COVID-19, yaitu jenazah harus dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam peti,” kata Catur.

Baca juga  Untuk 11 Kali Berturut-turut, Pemkot Palembang Terima WTP

Mengingat jumlah korban meninggal dunia terkait Covid-19 semakin banyak, Pemprov DKI Jakarta juga menyoroti pentingnya para pengurus jenazah dan petugas kuburan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) karena mereka sangat mungkin tertular virus corona. Itulah yang membuat Catur sangat mengapresiasi bantuan 250 set alat pelindung diri (APD) lengkap dan 800 “cover” (baju APD) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Ojek Boleh Angkut Penumpang, Tapi Dilarang Masuk Wilayah Ini

Regional

Update Corona Jakarta 21 Juni: Bertambah 127 Orang Pasien Positif

Regional

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Sumsel Siagakan 63 Pos

Regional

Hadapi Idul Fitri, Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rakor PPKM Mikro

Regional

Cegah Karhutla, Sumsel Siapkan Anggaran Rp30 Miliar

Regional

Jalan Penghubung Diaspal Pemprov Sumsel, Ini Kata Pemkab PALI

Regional

Update Covid-19 Jakarta 18 Juni: 9.385 Positif, 594 Meninggal, 4.592 Sembuh

Regional

Pegawai Positif Covid-19, Kantor BPJS Kesehatan Palembang Ditutup