Home / Regional

Sabtu, 18 April 2020 - 05:06 WIB

Ini Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta

Calon penumpang menunggu kedatangan KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta yang jumlah penumpangnya terus menurun. (merdeka)

Calon penumpang menunggu kedatangan KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta yang jumlah penumpangnya terus menurun. (merdeka)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Provinsi DKI Jakarta, masih menjadi daerah dengan kasus Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 tertinggi di Indonesia. Sampai Sabtu (18/4/2020), tercatat 2.902 kasus positif virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Jumlah sebelumnya, Jumat ( dengan kasus yang terjadi sehari sebelumnya, Jumat (17/4/2020), tercatat 2.823 kasus dan pada hari ini ada tambahan 79 pasien positif yang baru.

Dari situs resmi milik Pemprov DKI Jakarta, ‘corona.jakarta.go.id’ yang dipantau ‘Transparanmerdeka.co’, disebutkan bahwa pasien positif Covid-19 yang dalam perawatan tercatat 1.769 orang, yang sembuh sebanyak 206 orang, meninggal ada 257 orang, dan pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 670 orang. Juga masih banyak orang dalam pemantauan (ODP) yaitu 3.779 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2.865.

Baca juga  Maju Pilkada PALI, Heri Amalindo Kembalikan Formulir Ke Demokrat

Sebaran Covid di DKI Jakarta yang tertinggi kini berada di Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, dengan 49 kasus positif COVID-19, disusul Petamburan dengan 47 kasus positif. Sedangkan, Kelurahan Kelapa Gading Barat dan Pondok Kelapa masing-masing ada 28 kasus. Disusul Kalideres sebanyak 23 kasus, Bintaro sebanyak 22 kasus. Kemudian Kebon Jeruk dan Sunter Agung masing-masing 21 kasus.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan gagal mendapat persetujuan Menteri Perhubungan Ad Interim, yang juga Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Pengganti sementara Budi Karya itu menolak semua permintaan Anies untuk mengentikan semua KRL yang beroperasi Jabodetabek. Usulan Anies itu dinilai pengamat masuk akal karena Depok, Bogor, dan Bekasi sudah mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti Jakarta.

Baca juga  Dr Iche Andriyani Liberty Mkes: Banyuasin Zona Merah, Muba Harus Waspada

Menyikapi hal itu, Bupati Bogor, Ade Yasin menyebutkan bahwa rata-rata pasien positif terinfeksi virus Corona Covid-19 yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat lantaran tertular di KRL. Namun, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, mengatakan, kebijakan yang diambil sudah mempertimbangkan positif dan negatifnya.

Menurut Jodi Mahardi, kebijakan ini perlu kerja sama semua pihak. Pemerintah pun telah berupa keras untuk memutus rantai penyebaran virus Corona ini. “Pengoperasian KRL Jabodetabek akan lebih efektif jika semua stakeholder terkait tetap melakukan: penertiban kegiatan-kegiatan yang dilarang, bekerja dari rumah dan diam di rumah,” ungkapnya. (ato)

Share :

Baca Juga

Regional

Bappeda dan Litbang Pastikan Pembangunan Infrastruktur Palembang Akan Berlanjut

Regional

Tangkal Corona B1117, Warga Sumsel Diimbau Pakai Masker Dua Lapis

Regional

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Anies Imbau Warga Jakarta Padamkan Lampu

Regional

Positif Covid-19 Sumsel Capai 6.135 Kasus, Tiga Wilayah Ini Sumbang Pasien Terbanyak

Regional

30 Kelurahan di Palembang Boleh Selenggarakan Shalat Idul Fitri Berjamaah

Regional

Dosen Unsri Palembang Terseret Proyek Fiktif Rp5,8 M di Muaraenim

Regional

Alex Noerdin Serahkan Bantuan Tahap II, Berharap Covid-19 Segera Berlalu

Regional

Herman Deru: Ini Peran dan Tugas Penting Ulama Untuk Kemajuan Sumsel