Home / Hukum

Kamis, 20 Februari 2020 - 08:21 WIB

Jaksa Agung Sebut Kerugian Jiwasraya Libatkan Investor Asing

Jakarta, Transparanmerdeka.co

Skandal Jiwasraya yang merugikan negara Rp 17 triliun diduga melibatkan investor asing. Hal itu diungkapkan Jaksa Agung, ST Burhanuddin kepada wartawan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/2/2020). “Kerugian Jiwasraya yang mencapai Rp17 triliun melibatkan investor asing dan lokal. Jumlah yang terlibat cukup banyak,” katanya.

ST Burhanuddin mengaku kerepotan dengan banyaknya investor asing dan lokal yang terlibat dalam kasus ini. Di samping itu, penilaian negara dari investor ini sangat mengganggu. Sayangnya, Jaksa Agung tidak mau menyebutkan berapa jumlah investor asing yang terlibat dalam kasus ini. Dia hanya mengatakan, pokoknya ada.

Baca juga  JPU Hadirkan Pelapor Brigjen Prasetijo di Sidang Kasus Surat Jalan Palsu

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) pernah menyebut modus dari enam tersangka skandal Jiwasraya yang ditahan ialah ‘menggoreng’ saham dengan nilai yang tinggi. Kemudian saham-saham terkait yang dinaikkan itu dibeli oleh Jiwasraya.

Baca juga  KPK Resmi Ajukan Banding Vonis Nurhadi dan Rezky

“Setelah dibeli oleh Jiwasraya, ternyata grupnya tidak ‘menggoreng’ lagi, nilai saham itu pasti jatuh harganya. Dasarnya perusahaan saham yang dibeli bukan saham likuid,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Sita Mobil Staf Khusus Edhy Prabowo

Hukum

Dipanggil KPK, Politikus PPP Tambah Barang Bukti Dugaan Gratifikasi Suharso

Hukum

Artidjo Alkostar, Anggota Dewas KPK Meninggal Dunia

Hukum

Kebakaran Gedung Kejagung Berasal Dari Rokok Pekerja Bangunan

Hukum

Jaksa Agung: 130 Jaksa Nakal Disanksi, Termasuk Pinangki

Hukum

Datangi Komnas HAM, Pegawai KPK Serahkan Laporan TWK

Hukum

Polda Metro Bongkar 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah dan Afrika

Hukum

Jadi Mafia Anggaran, KPK Tetapkan Irgan Chairul Mahfiz Jadi Tersangka