Home / Regional

Jumat, 17 April 2020 - 08:40 WIB

Jalani Pemeriksaan di ODP Center, 236 Orang Santri Gontor Negatif Covid-19

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Keberadaan orang dalam pemantauan (ODP) Center atau Rumah Sehat di Wisma Atlet Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang dinilai sebagai salah satu upaya efektif untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Di mana para perantau yang nekat mudik ke Sumsel, mau tak mau harus lebih dulu diboyong ke ODP Center guna dilakukan pemeriksaan dan karantina sementara Covid-19.

Terbukti pada, Rabu (15/4/2020) malam, sebanyak 236 santri pesantren asal Sumsel yang tiba di Palembang usai menempuh pendidikan agama di Jawa Timur dan Jawa Tengah dibawa menuju ke ODP Center guna dilakukan pemeriksaan sebagai upaya penyebaran Covid-19. Ratusan orang yang dibawa ke ODP Center Jakabaring tersebut terdiri dari santri, guru pendamping dan kru bus.

Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel sekaligus Pelaksana Harian ODP Center Jakabaring, Aufa Syahrizal mengatakan, Santri Gontor itu sebelumnya berdomisili di Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, dan Magelang. Mereka mudik ke Sumsel dengan menggunakan lima bus. Namun kita bawa ke sini dulu untuk dilakukan pemeriksaan terkait Covid-19.

Baca juga  Tak Gunakan Masker, 13 Pengendara Motor Masuk Karantina di Palembang

Menurutnya, saat rombongan tersebut tiba sekitar pukul 20.00 WIB, tim medis ODP Center langsung melakukan pemeriksaan mulai dari pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan sampel darah hingga rapid tes. “Pemeriksaan berlangsung selama 8 jam mulai dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB Kamis dini hari. Dan alhamdulillah 236 orang itu dinyatakan negatif,” tuturnya.

Dikatakannya, sebelum melakukan perjalanan ke Sumsel diketahui ratusan santri itu pun sudah dilakukan pemeriksaan dan karantina secara disiplin di daerah domisili masing-masing. Bahkan dalam perjalanan, rombongan tersebut tidak melakukan kontak langsung dengan warga yang ditemui dalam perjalanan.

“Mereka disiplin. Sebelum berangkat, mereka juga telah menjalani isolasi di pesantren masing-masing. Dalam perjalanan pun mereka tidaj diperbolehkan untuk turun. Kalaupun mendesak dan harus turun bus, mereka distrerilkan ketika akan naik bus kembali. Untuk makan saat perjalanan, panitia pendamping sudah menyiapkannya,” bebernya.

Baca juga  130 Tenaga Medis Jakarta Positif Corona, 1 Meninggal

Dia menjelaskan, ratusan santri tersebut tidak hanya berasal dari Palembang. Beberapa di antaranya berasal dari daerah bahkan ada yang berasal dari luar Provinsi Sumsel. Saat ini, seluruh santri yang sudah dinyatakan negatif sudah bisa diperbolehkan pulang namun harus dijemput oleh pihak pemerintah daerah masing-masing. Jika pun nantinya belum dilakukan penjemputan, maka santri tersebut diperbolehkan tetap menginap di rumah sehat Jakabaring.

Kendati diperbolehkan pulang ke kediamannya masing-masing, para santri tersebut tetap harus melakukan isolasi di rumah selama 14 hari sejak kepulangannya. “Kita berikan surat jika mereka negatif agar tidak dikucilkan ketika pulang. Namun tetap harus mengisolasi diri dulu selama 14 hari kedepan. Jika nantinya ada gejala seperti batuk, flu, demam dan sebagainya segera melapor ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa. Selama 14 hari kedepan tetap kita pantau,” paparnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Perindo Siap Menangkan Heri Amalindo-Soemarjono di Pilkada PALI

Regional

Bantuan Sosial Tak Tepat Sasaran, Kepala Dinas Sosial PALI: Itu Kesalahan Sistem

Regional

3.605 Warga Jakarta Positif Corona, 331 Meninggal, dan 327 Sembuh

Regional

Gubernur Sumsel Ingatkan Warga Penerima Bansos Tidak Konsumtif

Regional

Tim Itjenad Laksanakan Pengawasan Post Audit di Kodam II/Sriwijaya

Regional

Setahun Covid-19, Ratusan Personel Polda Banten Terpapar Pandemi

Regional

Kwarcab Pramuka PALI Peringati HUT Ke-59 Pramuka Secara Virtual

Regional

Untuk Transportasi Tenaga Medis, Jakarta Siapkan 50 Bus Sekolah