Home / Internasional

Senin, 20 April 2020 - 13:42 WIB

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Mencapai 41.114 Orang

WASHINGTON DC, Transparanmerdeka.co – Jumlah korban meninggal dunia akibat Corona Virus Diasese atau Covid-19 di Amerika Serikat (AS) terus melonjak. Sampai Senin (20/4/2020), angka kematian akibat Corona di AS sudah menembus 40.000 orang, tepatnya 41.114 orang.

Berdasarkan data worldometers.info, sampai pukul 18.35 WIB, jumlah pasien terpapar pandemi Covid-19 di AS tercatat 770.564 orang dan pasien yang sembuh sekitar 10% yaitu 70.799 orang. Tetapi, jumlah kematian yang terjadi di AS, merupakan yang tertinggi dunia, hampir dua kali lipat jumlah kematian di Italia yang tercatat 23.660.

Seperti dilansir kantor berita ‘reuters’, ASt menghabiskan waktu selama 38 hari, dari laporan pertama kematian pada 29 Februari, untuk mencapai jumlah kematian sebesar 10.000 pada 6 April. Namun, negara yang dipimpin Presiden Donald Trump itu, hanya butuh waktu lima hari untuk mencatatkan angka kematian menjadi 20.000.

Baca juga  UEA Serahkan Bantuan Peralatan Medis Untuk Tangani Covid-19 Senilai Rp 11,5 M

Jumlah total orang yang meninggal di Amerika Serikat meningkat dari 30.000 menjadi lebih dari 40.000 orang hanya dalam empat hari, termasuk kematian orang-orang di New York City yang tidak sempat diuji Covid-19 namun kemungkinan meninggal karena penyakit itu. AS memang menjadi negara yang memiliki jumlah tertinggi pengidap virus corona.

Sementara itu, lebih dari 22 juta warga Amerika dalam sebulan belakangan ini telah mengajukan permintaan bantuan bagi pengangguran akibat penutupan kegiatan usaha dan sekolah. Larangan keras menyangkut perjalanan juga telah memukul ekonomi masyarakat.

Para gubernur negara-negara bagian AS, yang terdampak paling parah oleh virus corona berdebat dengan Presiden Donald Trump soal pernyataan Trump bahwa mereka sudah melakukan tes corona cukup banyak dan perlu cepat menjalankan kembali kegiatan ekonomi.

Baca juga  Gara-gara Covid-19, Jerman Gugat China Rp 2.512 Triliun

Apalagi makin banyak aksi protes direncanakan akan digelar menyangkut perpanjangan kebijakan isolasi mandiri. Daerah-daerah seperti Maryland, Virginia dan Washington DC masih menghadapi peningkatan kasus Covid-19. New Jersey pada Minggu (19/4/2020) melaporkan bahwa jumlah kasus baru di negara bagian itu bertambah sebesar hampir 3.900, tertinggi dalam dua pekan terakhir ini.

Kota Boston dan Chicago juga beranjak menjadi pusat penyebaran seiring dengan kenaikan jumlah orang yang mengidap corona dan meninggal akibat virus itu. Pemerintah beberapa negara bagian, termasuk Ohio, Texas dan Florida, sudah menyatakan akan membuka kembali beberapa jenis kegiatan ekonomi. Rencananya mulai 1 Mei atau bahkan lebih cepat. (adm)

Share :

Baca Juga

Internasional

Presiden Honduras dan Istri Positif Covid-19

Internasional

Update Covid-19 Terbaru di Dunia, Tercatat Sudah Ada 1,3 Juta Kasus

Internasional

Awas, Penularan Covid-19 Bisa Terjadi Melalui Udara

Internasional

UEA Serahkan Bantuan Peralatan Medis Untuk Tangani Covid-19 Senilai Rp 11,5 M

Internasional

Dalam 24 Jam Terakhir, 1.543 Pasien Covid-19 Meninggal di AS

Internasional

Antisipasi Virus Corona, Australia Larang Jabat Tangan dan Lakukan Tahan Paksa

Internasional

Cegah Corona, New Jersey AS Bebaskan Seribu Tahanan

Internasional

Ketika Covid-19 Dengan Mudah Menulari Para Presiden