Home / Regional

Selasa, 9 Juni 2020 - 08:45 WIB

Kasus Covid-19 Anak di Sumsel Tinggi, Belajar di Sekolah Harus Dikaji Mendalam

Ilustrasi: Salah seorang Guru mengunjungi siswa yang tengah belajar dari rumah serta memberikan edukasi seputar Covid-19. (HR)

Ilustrasi: Salah seorang Guru mengunjungi siswa yang tengah belajar dari rumah serta memberikan edukasi seputar Covid-19. (HR)

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta kebijakan untuk kembali memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, dikaji secara mendalam, menyusul tingginya jumlah kasus positif pada anak-anak.

Ketua KPAID Sumsel, Eko Wirawan Zainudin, mengatakan, berdasarkan data yang ada, tercatat sebanyak 111 anak di Sumsel terpapar Covid-19. “Jumlah kasus ini termasuk tinggi karena hampir 20 persen dari total jumlah kasus Covid-19 yang menyerang anak-anak di Indonesia yang lebih dari 580 kasus,” kata Eko seperti dilansir ‘sindonews’, Selasa (9/6/2020).

Baca juga  13 Hari Operasi Yustisi: Polda Metro Jaya Tindak 77.041 Pelanggar

Menurutnya, tingginya kasus Covid-19 yang menyerang anak-anak di Sumsel justru terjadi pada masa sekolah sedang libur. Dengan adanya rencana dimulainya lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, pihaknya mengkhawatirkan potensi penularan akan semakin tinggi.

“Bila sekolah belum siap dengan protokol pencegahan Covid-19, KPAID Sumsel khawatir akan muncul klaster baru dalam penularan Corona. Jadi harus hati-hati,” ucap Eko.

KPAID Sumsel juga mengimbau dinas pendidikan, baik tingkat provinsi ataupun kota, bersama stakeholder terkait untuk bermusyawarah merancang formulasi protokol Covid-19 saat masa KBM di sekolah, mengingat belum adanya protokol kesehatan standar untuk kegiatan pendidikan.

Baca juga  Tahun Depan, Guru Honor Sumsel Terima Dana Insentif Dari Pemprov

“Saat ini belum ada satupun negara yang sudah menemukan formula pencegahan Covid-19, karena itu alangkah baiknya kita mencari solusi ini dengan duduk bersama,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Gubernur Sumsel untuk mengkoordinasikan instansi terkait dalam rangka mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19, menuju fase kehidupan baru atau New Normal khususnya untuk kegiatan di sekolah.

“Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Yang pasti kami berharap secepatnya masalah ini dibicarakan karena pada akhirnya nanti mau tidak mau siswa harus segera bersekolah,” tandasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Gubernur Sumsel Tak Batasi Aktivitas Masyarakat, Tapi Ada Syaratnya

Regional

Update Covid-19 Jakarta, Pasien Positif Alami Peningkatan

Regional

Insan Pers Berduka, Wartawan Transparan Merdeka Meninggal Dunia

Regional

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Palembang Diminta Terapkan PSBB

Regional

Bersihkan Internal Dari Narkoba, Polda Sumsel Galakkan Tes Urine

Regional

Rumah Sehat Covid-19 Sumsel Isolasi Belasan Tenaga Medis

Regional

Sekda Sumsel Pastikan Anggaran dan Jasa Penanganan Covid-19 Sesuai Aturan

Regional

Ikappi: 35 Pasar Jakarta Ditutup Karena Pedagang Positif Covid-19