Home / Internasional

Minggu, 19 April 2020 - 12:18 WIB

Kasus Covid-19 Dunia Sudah Tercatat 2.329.651 Orang

Jenazah yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador. (Getty Images/BBC)

Jenazah yang dibiarkan tergeletak di pinggir jalan di Guayaquil, kota terbesar di Ekuador. (Getty Images/BBC)

Transparanmerdeka.co – Kasus Corona Virus Diasese 2019 atau Covid-19 sudah mencapai 2.329.651 orang, pasien sembuh 595.433, dan yang meninggal sebanyak 160.721 di seluruh dunia. Hal terungkap oleh data yang dilansir Universitas Johns Hopkins yang diakses pada Minggu (19/4/2020). Pada data tersebut disebutkan bahwa kasus positif di Amerika Serikat (AS) terus bertambah dan mencapai 740.764, dengan data pasien sembuh 68.285 dan meninggal 39.158 orang.

Berbagai negara di seluruh dunia sedang bergulat dengan kapan dan bagaimana melonggarkan pembatasan yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran coronavirus di tengah meningkatnya pengangguran. Spanyol, yang memberlakukan salah satu lockdown paling ketat di Eropa pada pertengahan Maret.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan perpanjangan masa lockdown di negeri matador hingga dua pekan, atau sampai 9 Mei 2020. Namun, pemerintah Spanyol memberikan sedikit kelonggaran yang memungkinkan anak-anak bisa keluar rumah pada 27 April mendatang dan aktivitas sebagian sektor bisnis mulai bergeliat pekan ini.

Sebelumnya, pemerintah Prancis juga memperpanjang masa pembatasan kegiatan masyarakat hingga 11 Mei mendatang. Namun, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan kehidupan warga Prancis bisa kembali normal mulai 11 Mei 2020 jika masyarakat di negara itu bersedia mematuhi peraturan pembatasan sosial dengan rasa tanggung jawab tinggi.

Syarat lainnya, jumlah kasus positif baru di Prancis harus terus menurun hingga tanggal itu. Meskipun demikian, pemerintah Jerman mengklaim pandemi di negara ini telah berhasil dikontrol. Otoritas Jerman kini bersiap melakukan upaya sulit lainnya, yakni melonggarkan pembatasan sosial tanpa memicu gelombang kedua penyebaran virus corona.

Baca juga  Usai Sahkan UU Cipta Kerja, 18 Anggota DPR RI Terpapar Covid-19

Sementara di AS, 17 gubernur yang negara bagian yang menampung sekitar separuh penduduk negara tersebut telah bergabung dengan salah satu dari tiga fakta regional yang dimaksudkan untuk memperlancar pembukaan kembali roda ekonomi. Seperti diwartakan AP News, Wakil Presiden Mike Pence pada pidatonya di Akademi Angkatan Udara AS, menyampaikan negara itu sedang dalam perjalanan untuk secara bertahap membuka kembali beberapa pembatasan.

Sementara itu, gelombang infeksi baru mengancam rumah sakit di Jepang. Dokter di Jepang telah memperingatkan, sistem medis negara itu bisa runtuh di tengah gelombang kasus virus corona baru. Ruang gawat darurat tidak dapat mengobati beberapa pasien dengan kondisi kesehatan serius karena beban tambahan yang disebabkan oleh viruscorona, kata para pejabat.

Satu ambulans yang membawa seorang pasien dengan gejala coronavirus ditolak oleh 80 rumah sakit. Jepang, yang pada awalnya tampak mengendalikan virus, melaporkan 10.000 kasus yang dikonfirmasi pada hari Sabtu kemarin. Lebih dari 200 orang kini telah meninggal karena Covid-19 dan ibu kota Tokyo tetap menjadi daerah yang paling parah terkena dampaknya.

Sekelompok dokter di kota itu membantu rumah sakit dengan pengujian pasien coronavirus potensial untuk meringankan beberapa tekanan pada sistem kesehatan, kata para pejabat. “Ini untuk mencegah sistem medis dari kehancuran. Semua orang perlu mengulurkan tangan bantuan. Kalau tidak, rumah sakit akan hancur,” kata Konoshin Tamura, wakil kepala asosiasi dokter, seperti dikutip BBC.

Baca juga  Trump Sempat Anggap Covid-19 Hoaks, Kini Kematian di AS Sudah 22.106 Orang

Bagi kebanyakan orang, Covid-19 menyebabkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk yang hilang dalam dua hingga tiga minggu. Sebagian besar orang pulih dari penyakit ini. Untuk beberapa orang, terutama orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan masalah kesehatan yang ada, coronavirus baru dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, termasuk pneumonia dan kematian. (ato)

Berikut Kasus Covid-19 di 20 Negara:

  1. AS (Terinfeksi: 738.913; Meninggal: 39.015; Sembuh: 68.285)
  2. Spanyol (Terinfeksi: 194.416; Meninggal: 20.639; Sembuh: 74.797)
  3. Italia (Terinfeksi: 175.925; Meninggal: 23.227; Sembuh: 44.927)
  4. Prancis (Terinfeksi: 151.793; Meninggal: 19.323; Sembuh: 35.983)
  5. Jerman (Terinfeksi: 143.724; Meninggal: 4.538; Sembuh: 85.400)
  6. Inggris (Terinfeksi 114.217; Meninggal: 15.464; Sembuh: N/A)
  7. China (Terinfeksi: 82.735; Meninggal: 4.632; Sembuh: 77.062)
  8. Iran (Terinfeksi: 80.868; Meninggal: 5.031; Sembuh: 55.987)
  9. Turki (Terinfeksi: 82.329; Meninggal: 1.890; Sembuh: 10.453)
  10. Rusia (Terinfeksi: 36.793; Meninggal: 313; Sembuh: 3.057)
  11. Brazil (Terinfeksi: 36.925; Meninggal: 3.057; Sembuh: 14.026)
  12. Swiss (Terinfeksi: 27.404; Meninggal: 1.368; Sembuh: 17.100)
  13. Belgium (Terinfeksi: 37.183; Meninggal: 5.453; Sembuh: 8.348)
  14. Kanada (Terinfeksi: 33.383; Meninggal: 1.470; Sembuh: 11.207)
  15. Belanda (Terinfeksi: 31.589; Meninggal: 3.601; Sembuh: 250)
  16. Portugal (Terinfeksi: 19.685; Meninggal: 687; Sembuh: 610)
  17. India (Terinfeksi: 15.712; Meninggal; 507; Sembuh: 2.231)
  18. Irlandia (Terinfeksi: 14.758; Meninggal: 571; Sembuh: 77)
  19. Austria (Terinfeksi: 14.671; Meninggal: 443; Sembuh: 10.214)
  20. Peru (Terinfeksi: 14.420; Meninggal: 348; Sembuh: 3548)
  21. Israel (Terinfeksi: 13.265; Meninggal: 164; Sembuh: 3.456)

Share :

Baca Juga

Internasional

Angka Kematian Pasien Covid-19 di AS, Tertinggi di Dunia

Internasional

Trump Sempat Anggap Covid-19 Hoaks, Kini Kematian di AS Sudah 22.106 Orang

Internasional

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Mencapai 41.114 Orang

Internasional

Donald Trump Klaim Punya Bukti Lab China Sumber Virus Corona

Internasional

Usai Sahkan UU Cipta Kerja, 18 Anggota DPR RI Terpapar Covid-19

Internasional

Nyaris 550 Ribu Anak di AS Dinyatakan Positif Corona

Internasional

Menurut WHO, Ini Cara Penyebaran Pandemi Covid-19

Internasional

Ini Negara Dengan Kasus Covid-19 Tertinggi di Dunia