Home / Regional

Jumat, 10 April 2020 - 07:26 WIB

Kecuali Ojol, Pemotor Pribadi Boleh Berbocengan Selama PSBB

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo. (tribrata)

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo. (tribrata)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Dampak dari diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat(10/4/2020), pengendara sepeda motor masih diperkenankan untuk berboncengan. Hal itu dijelaskan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Sambodo Purnomo Yogo, yang mengatakan bahwa aturan tersebut tertuang dalam Pergub DKI Jakarta terkait PSBB No 33 Tahun 2020.

“Pasal 18 Ayat 5 maka penggunaan sepeda motor (untuk) motor pribadi berboncengan itu masih diperbolehkan. meski diperbolehkan ada beberapa poin tertentu yang harus dipenuhi oleh pengendara roda dua. Dalam Pasal 18 No 5 Pergub No 33 Tahun 2020 disebutkan beberapa poin salah satunya adalah wajib menggunakan masker, ” katanya kepada wartawan di Jakarta.

Baca juga  Belanja Aman di Tengah Pandemi, BRI Lauching Web Pasar

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, yang mengatakan, pengendara sepeda motor pribadi diperbolehkan mengangkut penumpang alias berbocengan selama masa penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Namun, penumpang tersebut harus memiliki domisili alamat tempat tinggal yang sama dengan pengemudi.

“Untuk roda dua pribadi selain untuk pengendara juga bisa mengangkut penumpang, tapi dengan catatan bahwa penumpang tersebut satu alamat dengan pemilik kendaraan. Syarat warga masih bisa berboncengan dengan menggunakan sepeda motor, yakni harus mengenakan masker dan sarung tangan,”jelasnya.

Baca juga  Dampak Covid-19 dan PHK, 25.554 Warga Palembang Daftar Kartu Prakerja

Syafrin menjelaskan, alasan mengapa pengemudi sepeda motor pribadi diperkenankan berboncengan mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019, dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.

“Tujuannya saat ini roda dua juga jadi moda utama para pekerja di Jakarta unutk melakukan kegiatan sehari-hari. Sementara bagi pengendara ojek online hanya diperkenankan mengakut logistik dan barang. Pengaturan roda dua online sudah dijelaskan dengan baik hanya untuk pengangkutan logistik atau barang,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

31 Kantor di Jakarta Ditutup Akibat Covid-19

Regional

Pos Sekat Sumsel Resmi Diperpanjang Sampai 24 Mei 2021

Regional

Ratusan Titik Api Tersebar di OKI, Ini Kesiapan Satgas Karhutla Sumsel

Regional

Herman Deru: Pemilik Restoran Jangan Lupakan Kuliner Sumsel

Regional

Pecahkan Masalah Sosial Masyarakat, Herman Deru Gandeng BK3S Sumsel

Regional

Kasus Covid-19 di Sumsel Tembus 8.022 Orang

Regional

Pemprov DKI Jakarta Kembali Perpanjang PPKM Mikro

Regional

Cegah Pandemi Covid-19, Pemkot Palembang Bersih-Bersih Pasar