Home / Hukum

Kamis, 5 Maret 2020 - 09:55 WIB

Kejagung Meyakini Pembobolan Asuransi Jiwasraya Sudah Direncanakan

Jakarta, Transparanmerdeka.co
Kejaksaan Agung meyakini bahwa kasus gagal bayar di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah direncanakan. “Negara berpotensi mengalami kerugian akibat adanya dugaan manipulasi dalam berinvestasi saham,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah usai bertemu dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kita makin mantaplah bahwa dari alat-alat bukti yang dihimpun penyidik dan teman-teman auditor, makin mengerucut dan kami yakini bahwa memang Jiwasraya sudah direncanakan untuk dibobol,” kata Febrie di Gedung Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2020) malam.

Kendati demikian, dia belum mau mengungkapkan kerugian negara akibat kasus tersebut. Penghitungan kerugian negara itu dilakukan oleh BPK. Namun, Febrie menuturkan, jumlahnya sekitar Rp 17 triliun seperti perkiraan sementara Kejagung. “Sekitar itu (Rp 17 triliun). Tapi komanya, angka-angka komanya tunggu teman-teman BPK lah,” ujarnya.

Baca juga  KPK Terus Dalami Arahan Khusus Juliari Peter Batubara Terkait Bansos

Menurutnya, BPK akan merilis angka kerugian negara tersebut tak lama lagi. Setelah BPK merilis kerugian negara, Kejagung akan langsung melimpahkan berkas perkara untuk tiga tersangka kasus Jiwasraya ke jaksa penuntut umum. Ketiga tersangka yang dimaksud yaitu mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Baca juga  Bareskrim dan Irjen Pol Napoleon Serahkan Kesimpulan ke PN Jaksel

Kejagung sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus Jiwasraya. Tiga tersangka lainnya yaitu, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Terkait perkara di perusahaan pelat merah tersebut, Kejagung mengaku sudah memeriksa 144 saksi dan menggeledah 16 tempat.

Sejumlah aset para tersangka telah disita maupun diblokir. Berdasarkan perkiraan sementara Kejagung, total nilai aset yang disita sekitar Rp 11 triliun. Penyitaan tersebut dalam rangka pengembalian kerugian negara yang menurut prediksi sementara Kejagung sekitar Rp 17 triliun. (adm)

Share :

Baca Juga

Hukum

Kejagung dan BPK Hitung Kerugian Negara akibat Kasus Asabri

Hukum

Mengaku Terima Uang Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Minta Maaf ke Polri

Hukum

Bareskrim Periksa Tiga Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Hukum

Istri Edhy Prabowo Mangkir Dari Panggilan KPK

Hukum

Ada Persekongkolan Jahat Bebaskan Djoko Tjandra Via Fatwa MA

Hukum

Kasus PT ASABRI Kejagung Jerat Benny Tjokro dan Heru Hidayat Tersangka TPPU

Hukum

Menteri KKP Ditangkap KPK, Jokowi: Kita Hormati Proses Hukum

Hukum

Suap Polisi dan Jaksa, Djoko Tjandra Dituntut Empat Tahun Penjara