Home / Teknologi

Rabu, 17 Juni 2020 - 07:15 WIB

Kemenkes Kembangkan Laboratorium Uji Spesimen Covid-19

Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir. (corona.co.id)

Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir. (corona.co.id)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Laboratorium berperan penting sebagai tempat untuk melakukan uji sampel swab seseorang terhadap Covid-19. Ini mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka banyak laboratorium, yang semula hanya empat laboratorium, hingga hari ini, Rabu (17/6/2020) sudah terdapat 139 laboratorium di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Abdul Kadir, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, pada dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Graha BNPB, Jakarta. “Jadi memang di awal-awal kasus itu, kita mengoperasionalkan 4 laboratorium. Namun, demikian di dalam perkembangannya ternyata eskalasi peningkatan jumlah ini begitu cepat, sehingga Menteri Kesehatan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 234 Tahun 2020,” ucapnya.

Dijelaskan, surat edaran tersebut mengatur tentang pembukaan laboratorium untuk melakukan pelayanan pemeriksaan Covid-19. “Surat edaran itu memberikan kesempatan dan izin kepada semua laboratorium instansi pemerintah kementerian dan lembaga, laboratorium rumah sakit, termasuk juga laboratorium swasta untuk membuka layanan pemeriksaan laboratorium Covid-19,” jelasnya.

Baca juga  Penemuan Obat Covid-19, Prof Ali Gufron: Butuh Proses Panjang

Bertambahnya jumlah laboratorium membuat spesimen yang diperiksa pun bertambah, yang semula sehari di kisaran 1.000, sekarang spesimen yang diperiksa mencapai 19.100. Ke depannya akan menambahkan jam kerja dan juga sumber daya manusia yang terlibat sehingga akan menambah spesimen yang diperiksa per harinya.

“Salah satu cara yang kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas adalah pertama kita memperpanjang jam kerja. Jadi banyak laboratorium yang jam kerjanya terbatas. Yang dulunya 6 jam, kita minta 12 jam per hari. Tentunya dengan harapan, kalau misalnya 6 jam per hari saja kita bisa mencapai 19 ribu. Dengan dua kali lipat jam kerja ditingkatkan maka hasil pemeriksaan pun akan bertambah,” lanjutnya.

Baca juga  Penemuan Obat Covid-19, Prof Ali Gufron: Butuh Proses Panjang

Selain itu, sumber daya manusia yang terlibat di dalam laboratorium juga akan ditambahkan, terutama sukarelawan dengan latar belakang medis. “Sumber daya manusia itu mau tidak mau kita harus menambah. Kita sudah melakukan pelatihan kepada relawan dan karena demi efisiensi kita akan merekrut tenaga-tenaga yang berasal dari dosen-dosen poltekkes, mahasiswa dan alumni poltekkes yang kebetulan ada di daerah-daerah sesuai kebutuhan kita,” tutup Abdul. (adm)

Share :

Baca Juga

Teknologi

Penemuan Obat Covid-19, Prof Ali Gufron: Butuh Proses Panjang