Home / Nasional

Minggu, 16 Agustus 2020 - 03:39 WIB

Kesembuhan Covid-19 Indonesia Tembus Angka 91.321 Kasus

Infografis Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (15/8/2020). (covid19.go.id)

Infografis Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (15/8/2020). (covid19.go.id)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 secara keseluruhan sudah mencapai 91.321 kasus. Per hari ini saja ada penambahan pasien sembuh sebanyak 1.703 kasus. Jumlah suspek ada 76.327 dan spesimen 27.296.

Penambahan pasien sembuh terbanyak hari ini ada di provinsi DKI Jakarta dengan 526 kasus. Kini jumlah kesembuhan di ibukota sudah mencapai 19.054 kasus. Lalu ada Jawa Timur dengan penambahan kasus baru sebanyak 455 kasus. Kini kesembuhan pasien sembuh dari Covid-19 sudah mencapai 20.471 kasus.

Pada penambahan kasus positif baru per hari ini ada 2.345 kasus. Jumlah kasus aktif Covid-19 sebesar 40.076 kasus. Total kumulatif hingga hari ini mencapai 137.468 kasus. Penambahan kasus baru paling banyak terdapat di DKI Jakarta dengan 583 kasus dan kumulatifnya sudah mencapai 28.882 kasus.

Diikuti Jawa Timur dengan penambahan kasus baru sebanyak 436 kasus dan kumulatifnya sudah mencapai 27.415 kasus. Lalu Jawa Barat ketiga terbanyak secara harian menambahkan kasus baru sebanyak 237 kasus dengan jumlah kumulatif berjumlah 8.512 kasus.

Kasus kematian juga bertambah lagi sebanyak 50 kasus. Total kematian pasien sudah berjumlah 6.071 kasus. Kematian harian tertinggi ada di Jawa Timur dengan 21 kasus. Total kematian pasien di provinsi ini sudah mencapai 1988 kasus. Untuk sebaran wilayah masih terjadi di 34 provinsi. Namun terjadi penambahan 1 daerah di tingkat kabupaten/kota, kini menjadi 482 daerah.

Masker Bekas Banyak Beredar
Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, masker menjadi sangat penting. Sebab menggunakan masker salah satu upaya efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Tetapi tidak semua jenis masker dapat memberikan garansi perlindungan dari wabah virus Covid-19.

Baca juga  Uji Klinis Sinovac untuk Lansia, BPOM: Imunogenesitas Sampai 97,96%

Karena ada jenis masker yang dapat maksimal mencegah droplet atau partikel pembawa virus. Namun, ada juga masker yang tidak efektif mencegah agar tidak terpapar virus Covid-19. Apalagi beberapa hari terakhir, dugaan banyaknya masker bekas atau masker daur ulang yang bebas dijual, menjadi topik pembahasan di media sosial dan group whatsApp.

Masyarakat khawatir bila masker yang dibeli untuk digunakan sehari-hari adalah masker bekas atau daur ulang. Masyarakat meminta Pemerintah memastikan bahwa masker yang beredar dimasyarakat benar-benar layak dan bukan masker bekas yang dikemas seperti baru.

Sebab, pemerintah mengharuskan untuk menggunakan masker, tentu mesti disertai dengan pengawasan yang ketat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menggunakan kesempatan sebagai peluang untuk mengemas kembali masker bekas lalu dijual ke masyarakat. Pemerintah diminta mengawasi secara ketat inportir dan pedagang masker, agar masyarakat yang menggunakan masker tidak menjadi korban karena tertular virus Covid-19 justru dari masker yang digunakannya.

Selain cara menggunakan, jenis masker juga menentukan efektifitas pencegahan penularan virus Covid-19. Beberapa jenis masker yang disebut tidak efektif untuk mencegah penularan Covid-19 dan juga disarankan untuk digunakan.

1. Masker buff
Penelitian yang dilakukan oleh University of Duke menemukan bahwa masker buff menawarkan sangat sedikit perlindungan pada paparan virus Corona. Dalam studi tersebut, terlihat bahwa dari 14 jenis masker, jenis masker buff atau yang sering digunakan oleh pengendara motor, tidak bisa menahan laju droplet ketika berbicara.

Baca juga  Ketua KPK: Sumsel dan Pertamina Harus Kelola Aset Untuk Kesejahteraan Warga

“Kami menghubungkan ini dengan…tekstil memecah partikel-partikel besar menjadi banyak partikel kecil,” kata Dr. Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC International.

2. Masker exhaust
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak menggunakan masker exhaust atau masker yang memiliki ventilasi dan katup untuk digunakan sebagai metode pencegahan Corona. Disebutkan,penggunaan masker jenis ini memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya, terhembus keluar melalui lubang katup.

Spesialis paru dari RS Persahabatan dr Erlang Samoedro, SpP, juga membenarkan bahwa penggunaan masker exhaust tidak efektif untuk pencegahan dan pengendalian virus corona. Bahkan masker exhaust disebut bisa membahayakan orang lain.

3. Masker kain bukan katun
Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP, menyarankan masyarakat agar menggunakan masker kain saat berkegiatan sehari-hari. Masker kain yang tiga lapis dan berbahan katun disebut lebih baik daripada bahan lain karena memiliki pori-pori yang rapat.

Menurut dr Diah, masker kain yang menggunakan bahan lain bisa jadi tidak memiliki pori-pori serapat katun. Masker kain yang memiliki banyak lipatan juga sebaiknya dihindari karena akan meningkatkan risiko masker “menangkap” kuman penyebab penyakit. Karena setiap lekukan itu kan bisa menampung kuman dari luar, makanya kebersihannya harus dijaga. (ato)

Share :

Baca Juga

Nasional

Update Covid-19 Pada 5 November: Tambah 4.065 dan Sembuh 3.860

Nasional

Korban Longsor Sumedang: 40 Orang Meninggal, 1.126 Jiwa Terdampak

Nasional

Hari Ini, Pasien Covid-19 Sembuh 22 dan Meninggal 21 Orang

Nasional

Update Covid-19 Pada 3 November: Pasien Sembuh Tambah 3.931

Nasional

Dinilai Hina Sumbar, Puan Maharani Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Nasional

Update Covid-19 Pada 7 Desember: Kasus Positif Sudah 581.550 Orang

Nasional

Rapat Dengan Komisi VI DPR, Doni Monardo Ungkap Strategi Baru Tangani Covid-19

Nasional

Banjir dan Longsor di Flores Timur: 62 Warga Ditemukan Meninggal