Home / Nasional

Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:49 WIB

Klaster Perkantoran Jakarta Memicu Munculnya Klaster Keluarga di Bodebek

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Wakil Koordinator Sub Divisi Kebijakan dan Kajian Epidemiologi Gugus Tugas Jawa Barat, Bony Wiem Lestari mengatakan, kasus positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) terus meningkat. Salah satu penyebabnya, karena muncul klaster keluarga di kawasan tersebut.

Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar), jika diakumulasikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam tujuh hari terakhir bertambah 666. “Ada penambahan kasus yang cukup banyak. Jadi, angka reproduksi efektifnya (Rt) juga naik,” kata Bony dalam siaran persnya yang disampaikan Rabu (19/8/2020).

Dikatakan, kemudian ada banyak klaster perkantoran yang sebetulnya mereka berkantor di Jakarta, kemudian menularkan ke anggota keluarga yang tinggal serumah. Jadi klaster rumah tangga pada Selasa kemarin cukup banyak kasusnya.

Menurut Bony, munculnya transmisi rumah tangga (household transmission) juga terjadi di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Selandia Baru. “Pembatasan mobilitas masyarakat, menjadi salah satu kunci untuk menekan potensi klaster keluarga,” terangnya.

Baca juga  Corona Virus Disease Telah Menyebar di 29 Provinsi

Pelacakan kontak erat pun harus dilakukan secara masif. Isolasi maupun karantina mandiri wajib dilakukan pihak yang melakukan kontak erat sebelum hasil swab test keluar. Tujuannya, supaya sebaran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, tidak meluas.

“Kalau tidak cepat dilakukan tes, lacak, dan isolasi, kontak erat dari kasus positif berpotensi menjadi sumber penularan karena melakukan kegiatan di luar rumah. Selama mobilitas orang tidak bisa dibatasi, penularan akan terus terjadi dan sulit untuk dicegah,” jelasnya.

Dia juga menyatakan, masyarakat adalah garda terdepan melawan Covid-19. Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan protokol kesehatan efektif cegah penularan Covid-19. Penerapan protokol kesehatan dengan ketat di perkantoran, menurut Bony, harus dilakukan. Salah satunya dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di perkantoran.

Baca juga  Update Covid-19 pada 1 Desember: Kasus Positif Sudah 543.975 Orang

Idealnya perkantoran atau perusahaan atau bisnis apa pun yang masih ada pelayanan tatap muka atau kegiatan tatap muka, sebisa mungkin membentuk Satgas Covid-19 untuk memastikan setiap lokasi memiliki dan menerapkan protokol kesehatan.

“Skrining awal sebelum berangkat kerja dengan mengisi kuisioner singkat. Misalnya apakah hari ini ada gejala batuk, pilek, dan demam? Apakah ke kantor menggunakan transportasi umum atau pribadi, dan seterusnya. Intinya ada edukasi dan sosialisasi atau promosi kesehatan yang terus-menerus dari perusahaan kepada karyawan. Harapannya, semua orang paham dan beradaptasi dengan kebiasaan baru,” imbuhnya.

Kedisiplinan masyarakat terapkan protokol kesehatan amat penting dalam pengendalian sebaran Covid-19 pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jabar. “Implementasi protokol kesehatan, disiplin pakai masker, jaga jarak, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan syarat wajib sebelum vaksin Covid-19 ditemukan,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Untuk Lebih Efektif, Pemerintah Perketat dan Perluas PPKM Mikro

Nasional

Update Covid-19 pada 17 April: Kasus Baru DKI Jakarta Tertinggi

Nasional

Update Covid-19 Indonesia 3 Oktober: Bertambah 4.007 Kasus

Nasional

Calon Kapolri: Senior Punya Ruang dan Junior Berprestasi Punya Kesempatan

Nasional

Pasien Positif Covid-19 di Indoneia Tercatat 1285, Sembuh 64, Meninggal Dunia 114 Orang

Nasional

Update Covid-19 Pada 24 Januari: Dekati Angka 1 Juta Kasus

Nasional

Pasien Positif Covid-19 Jakarta Masih Tertinggi, Hari Ini Bertambah 44 Orang

Nasional

Update Covid-19 pada 26 Mei 2021: Kasus Baru Ada di 30 Provinsi, Riau Terbanyak