Home / Regional

Minggu, 5 Juli 2020 - 04:33 WIB

KPU Kabupaten PALI Gelar Rakor PDPT PPK dan PPS

Ketua KPU Kabupaten PALI Sunario SE ketika memberi penjelasan kepada awak media. (wit)

Ketua KPU Kabupaten PALI Sunario SE ketika memberi penjelasan kepada awak media. (wit)

PALI, Transparabmerdeka.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk Pemuktahiran Data Pemilih Tingkat (PDPT) Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Suara (PPS) pada Kamis lalu.

Rakor ini diikuti oleh seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Suara (PPS) yang ada di wilayah itu. Kegiatan itu diadakan di bawah tenda halaman Sekretariat KPU PALI di Jalan Merdeka Talang Ubi Kabupaten PALI yang dihadiri Ketua dan Anggota Komisioner KPU, Anggota PPK, dan PPS serta tamu undangan lainnya.

Ketua KPU Kabupaten PALI Sunario SE, kepada awak media menyebutkan bahwa Rakor ini digelar dalam rangka meminta berbagai masukan dari PPK dan PPS terkait Pemuktahiran Data Pemilih. “Masukan dan Informasi yang diterima akan disampaikan kepada KPU Provinsi Sumsel pada Rakor tingkat provinsi. Permasalahan apa saja sebelum kita melakukan ‘pencoklitan’,” ungkapnya.

Baca juga  Untuk BPJS Kesehatan Non-PNS, Pemkot Palembang Anggarkan Rp 8,2 M

Dia juga menginformasikan, bahwa pada Pilkada serentak nanti ada penambahan sebanyak 448 Pemilih Pemula yang dalam rentang waktu antara tanggal 23 September-9 Desember 2020.

Selain itu, terkait dengan adanya rencana pelaksanaan Rapid Test yang akan dilakukan oleh KPU PALI, Sunario menegaskan, apabila ada Petugas PPDP (Petugas Pemuktahiran Data Pemilih) yang reaktif maka akan diganti. “Kami khawatir akan menjadi masalah, karena PPDP bersinggungan langsung dengan masyarakat atau calon pemilih,” tandasnya.

Baca juga  Tebar 300.000 Benih Ikan di Pagaralam, Herman Deru Ajak Warga Jaga Keseimbangan Alam

“Untuk Seluruh petugas baik KPU, PPK maupun PPS dan PPDP akan diberikan Alat Pelindung Diri (APD) terutama masker. Kami juga memastikan bahwa lokasi TPS harus luas sesuai protokol kesehatan dan pemilih nantinya akan diukur suhu tubuhnya saat akan memasuki TPS,” jelasnya.

“Bagi yang suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius akan disiapkan ruangan khusus untuk memilih. Kami ingin memastikan masyarakat atau calon pemilih sehat dan terhindar dari Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19,” pungkasnya. (wit).

Share :

Baca Juga

Regional

Ada Tes Urine Satpol PP Kota Palembang, 150 Anggota Menghilang

Regional

Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Palembang Bisa Tatap Muka

Regional

Kodam II/Sriwijaya Terima Penghargaan BMN Award 2020

Regional

PPKM di Sumsel, Disesuaikan Dengan Kebiasaan Masyarakat

Regional

Tebar 300.000 Benih Ikan di Pagaralam, Herman Deru Ajak Warga Jaga Keseimbangan Alam

Regional

Pemprov DKI Jakarta Tutup Ancol Hingga Ragunan Pada Libur Nataru

Regional

Untuk Bayar Rumah Sakit, Pengemudi Ojol Palembang Tawarkan Ginjal

Regional

Sempat Tertahan di Singapura, Jamaah Umroh Palembang Sudah Kembali