Home / Regional

Selasa, 25 Agustus 2020 - 02:21 WIB

Kru Heli Water Boombing Pemadam Karhutla Rusia Meninggal di Palembang

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Seorang kru helikopter water boombing Rusia yang menangani kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan (Sumsel), Aleksi Kuzin, ditemukan tewas di kamar hotel Emilia Palembang.

Pria berkewarganegaraan Rusia itu dipastikan bukan karena terpapar Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Kru helikopter pengangkut air berkebangsaan Rusia itu menjadi bagian tim udara pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama ini dia memang meninggal di hotel.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, mengatakan kru bernama Aleksi Kuzin (55) itu ditemukan meninggal pada Minggu (23/8/2020). “Jenazah kemudian dilakukan proses visum di RS Bhayangkara Palembang,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2020).

Aleksi Kuzin berada di hotel tersebut sejak 17 Agustus untuk beristirahat dan meminta izin karena mengeluh sakit pinggang. Keesokan harinya Aleksi berobat ke Rumah Sakit Charitas Palembang tetapi kembali lagi ke hotel.

Baca juga  Ahli Epidemiologi: Rapid Test Antigen Tak Bisa Gantikan Swab

Kemudian pada Minggu malam petugas hotel mengetuk pintu dan coba memanggilnya karena sudah jadwal makan, namun tidak ada jawaban. Akhirnya petugas hotel yang membuka kamarnya menemukan Aleksi sudah meninggal dunia.

Aleksi segera diperiksa tim dokter untuk memastikan kemungkinan terinfeksi Covid-19. Empat hari sebelumnya Aleksi sempat melakukan rapid test dengan hasil nonreaktif. “Perusahaan helikopternya sudah meminta konfirmasi ulang dari tim dokter bahwa yang bersangkutan meninggal bukan karena Covid-19, tapi dugaan sementara sakit serangan jantung,” kata Ansori.

Aleksi tercatat sebagai kru Helikopter KAMOV 321 BC PK-IKR di bawah perusahaan PT Adamas Putra Perkasa. Setidaknya sudah ada empat WNA yang meninggal dunia saat masih menjadi tim pemadaman karhutla di Sumsel. Keempatnya meninggal pada bulan yang sama.

Baca juga  Kwarcab Pramuka PALI Peringati HUT Ke-59 Pramuka Secara Virtual

Sebelumnya, pada 8 Agustus 2019, seorang teknisi helikopter pengbom air RA-22583 asal Rusia bernama Andrey Sushakov (43) meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Palembang. Dokter menyebut Andrey meninggal akibat penyumbatan pembuluh darah di bagian kepala.

Kemudian pada 17 Agustus 2017, teknisi helikopter M17 asal Moldova bernama Zaet Igor (51) meninggal di RSUP Mohammad Hoesin. Bermula dari keluhan sakit saat berada di posko pada pagi hari. Lalu ia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tak lama berselang.

Oada 5 Agustus 2016, teknisi helikopter pengbom air asal Tajikistan bernama Yunusov Abduvokhid (47) ditemukan di sebuah kamar hotel di Kota Palembang dengan temuan obat-obatan pribadi. Tim dokter menyebut korban meninggal akibat serangan jantung. (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Hindari Berita Hoaks, Pemprov Sumsel Minta Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

Regional

Herman Deru Minta Layanan LRT Harus Ditingkatkan

Regional

Untuk Sterilisasi, Penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta Diperpanjang

Regional

Positif Covid-19, Sekda DKI Jakarta Akhirnya Meninggal Dunia

Regional

Tak Pakai Masker, 33 Warga Palembang Dikarantina 24 Jam

Regional

Setahun Covid-19, Ratusan Personel Polda Banten Terpapar Pandemi

Regional

Covid-19 di Jakarta Tercatat 1.268 Kasus, Terbanyak Di Pegadungan

Regional

Herman Deru Tinjau Lintasan Sriwijaya Ranau Gran Fondo OKU Selatan