Home / Nasional

Selasa, 15 Desember 2020 - 21:54 WIB

Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta Terbaik di Indonesia

Kepala BPS, Suhariyanto. (kominfo)

Kepala BPS, Suhariyanto. (kominfo)

JAKARTA, Transparanmerdeka.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia berada di level 71,94 pada tahun 2020. Angka tersebut tumbuh tipis 0,03% atau 0,02 poin dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 71,92.

Indeks pembangunan manusia mengukur kualitas hidup manusia yang dilihat dari kualitas kesehatan, pendidikan dan pengeluaran per kapita per tahun. IPM dipakai untuk mengukur seberapa jauh program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas hidup manusianya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, IPM tertinggi ada pada DKI Jakarta yaitu di level 80,77 yang disusul Yogyakarta di level 79,97, dan Kalimantan Timur di level 76,24. Sementara yang paling rendah terjadi di Papua yaitu 60,44, Papua Barat di 65,19, dan Nusa Tenggara Timur di level 66,11.

Baca juga  Update Covid-19 pada 18 November: Pasien Positif Bertambah 4.265 Orang

Adapun dari 34 provinsi, hanya DKI Jakarta yang masuk ke dalam daftar sangat tinggi tingkat IPM, sementara 22 provinsi lainnya tergolong tinggi, dan 11 provinsi tergolong sedang. “IPM tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta statusnya sangat tinggi. IPM terendah adalah Provinsi Papua statusnya sedang,” kata Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Adapun peningkatan IPM Indonesia tahun 2020 tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya karena terdampak pandemi COVID-19. Adapun rata-rata pertumbuhannya sebesar 0,78% per tahun. “Kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, sedangkan dari sisi pengeluaran per kapita yang disesuaikan mengalami penurunan,” katanya.

Perlambatan pertumbuhan IMP tahun 2020, terlihat dari indikator pengeluaran per kapita yang turun menjadi Rp 11,01 juta pada tahun 2020 dari yang sebelumnya sebesar Rp 11,30 juta. Ada harapan bagi anak-anak berusia tujuh tahun untuk bisa mengambil serta menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Diploma I atau waktu mengambil pendidikan selama 12,98 tahun.

Baca juga  Soal TWK ASN KPK, Prof Romli: Pegawai yang Lolos Wajib Merah Putih

Menurut Suhariyanto, terjadi peningkatan 0,03 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 12,95 tahun untuk anak-anak yang mengakses pendidikan. Sementara dari rata-rata waktu lama sekolah untuk usia 25 tahun ke atas meningkat 0,14 tahun menjadi 8,48 tahun dari yang sebelumnya 8,34 tahun. Dari sisi kesehatan, bagi bayi yang lahir di tahun 2020 memiliki harapan bisa hidup sampai 71,47 tahun atau lebih lama 0,13 tahun. (adm)

Share :

Baca Juga

Nasional

Tim Pakar Covid-19: Pemda Wajib Pantau Protokol Kesehatan

Nasional

Soal Polemik TWK, Komnas HAM Panggil Pimpinan KPK, BKN dan BNPT

Nasional

Menkes Klarifikasi Wamenkes, Skor E Jakarta Tak Terkait Kinerja

Nasional

Update Covid-19 pada 10 Maret: Kasus Positif Bertambah 5.633 Orang

Nasional

Presiden Joko Widodo Berduka, Indonesia Kehilangan Putra Terbaik Bangsa

Nasional

Update Covid-19 pada 23 April: Pasien Positif Tercatat 1.632.248 Orang

Nasional

Pengamat Politik: Inilah ‘The Power of Habib Rizieq’

Nasional

Penambahan Kasus Positif Covid-19 Catat Rekor, Jawa Timur Paling Tinggi