Home / Regional

Rabu, 8 April 2020 - 09:11 WIB

Kwartal Pertama 2020, DBD di Sumsel Capai 1.542 Kasus

PALEMBANG, Transparanmerdeka.co – Di tengah maraknya perkembangan pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19, ternyata Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi momok yang menakutkan dan perlu diwaspadai masyarakat. Itulah yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kasus DBD selama kwartal pertama atau periode Januari-Maret 2020 mencapai ]1.542 dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Sumsel, Muyono, Rabu (8/4/2020). Dia mengatakan, meski sudah tembus lebih dari 1.500 kasus, penambahan pasien DBD setiap bulan menunjukkan tren penurunan. “Pada Januari ada 623 kasus, Februari 554 kasus, Maret 365 kasus. Jadi setiap bulan terus menurun,” kata Muyono seperti dikutip dari ‘antaranews’.

Baca juga  9 Puskesmas di Palembang Siap Layani Vaksin Covid-19 CJH Lansia

Dijelaskan, kasus DBD yang mencapai 1.542 pada Januari-Maret 2020, juga tercatat menurun jika dibandingkan periode yang sama pada 2019 dengan catatan 1.683 kasus. Sementara kasus DBD sejak 1 Januari-6 April 2020 mencapai 1.561 kasus. Kasus paling banyak berada di Kota Palembang dengan 316 kasus dan Prabumulih 207 kasus.

Kasus terbanyak selanjutnya adalah Kabupaten Muara Enim (157 kasus), Musi Banyuasin (151 kasus), Banyuasin (147 kasus), Kota Lubuklinggau (102 kasus), Lahat (92 kasus), dan Ogan Komering Ulu Timur (79 kasus). Kemudian Ogan Ilir (68 kasus), Ogan Komering Ilir (65), Pagaralam (42), Musi Rawas (37 kasus), Penukal Abab Lematang Ilir (37 kasus), Muratara (24 kasus), Ogan Komering Ulu Selatan (21 kasus), Ogan Komering Ulu (4 kasus) dan Empat Lawang (4 kasus).

Baca juga  Update Covid di Jakarta 10 Juni: Positif 8.423, Sembuh 3.517, Meninggal 551

Sementara tiga kasus meninggal berasal dari Kabupaten Banyuasin, Muratara dan Musi Rawas. Ketiganya adalah anak-anak, karena mereka terlambat dibawa ke rumah sakit. “Kami berharap kasusnya terus turun, karena di Sumsel puncak DBD biasanya bulan Januari, sehingga kami tetap waspada,” tambah Muyono.

Dijelaskan, penanganan terhadap kasus DBD tetap maksimal, meski seluruh unit pelayanan kesehatan di Sumsel sedang sibuk menangani wabah Covid-19. Selain itu, upaya-upaya pencegahan masih terus disosialisasikan kepada masyarakat terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta langkah 3 M (menguras, mengubur dan menutup). (adm)

Share :

Baca Juga

Regional

Anggota DPRD Palembang Malu Jika Ada Warga Kelaparan

Regional

Masa Tugas DK Berakhir, Seniman PALI Surati Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Regional

Dirut jadi Tersangka KPK, PDIP Minta Sarana Jaya Tak Pegang Proyek ITF

Regional

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jakarta Meningkat

Regional

Bioskop Jakarta Akan Buka, Anies Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan

Regional

Masa Transisi DKI Jakarta: Bukan Cuma Mobil, Motor Juga Kena Ganjil-Genap

Regional

Sejak Pandemi Corona, Pembelian Rumah di Sumsel Turun 30 Persen

Regional

Pemkot Palembang Siapkan Bantuan Untuk 38.000 KK Terdampak Covid-19